Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 211: Perencanaan Melawan Takdir


__ADS_3

Hanya dengan dengan mengatakan itu saja, semua orang yang berada di sel ini sudah tahu apa maksud dari perkataan ksatria suci itu.


Thor sendiri mengatakannya menggunakan perumpamaan, namun itu sama sekali tidak begitu sulit untuk dipahami tentang maksud sebenarnya dari perkataannya itu.


"Begitu ya ...."


Kibo berusaha berdiri, dan seketika itu juga ia dibantu oleh Thor.


"Maafkan aku ... ini mungkin hari terakhir kalian ...."


Dengan berberat hati Thor harus mengatakan yang sejujurnya pada seluruh anggota kelompok ini.


Raut muka mereka tidak begitu terkejut, ekspresi kaget mereka hanya bertahan sebentar saja ketika pertama kali mendengar hal itu, namun sekarang ekspresi kaget itu sudah hilang dan berubah menjadi sama saja ketika Thor memasuki ruangan ini untuk pertama kalinya, Thor bisa melihat mungkin saja mereka sudah siap dengan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.


"Tuan Thor ... sejujurnya dengan mendengar vonis hukuman seumur hidup sudah membuat saya merasa bahwa hidup ini tidak akan berguna lagi, untuk apa saya menghabiskan waktu hanya dengan tidak melakukan apapun? Tidakkah kehidupan saya sama saja berakhir di sini? Lalu mengenai hukuman mati itu ... saya rasa lebih baik begitu ...."


Ketika Thor mendengar hal itu, ia bisa merasakan rasa kepasrahan yang begitu dalam, mereka tidak lagi berontak terhadap apa yang terjadi pada diri mereka, melainkan mereka malah tulus dan rela untuk menghadapinya.

__ADS_1


Hal seperti ini malah membuat Thor semakin bersimpati, setelah ia mengatakan bahwa dirinya itu percaya pada mereka, saat ini rasanya ada sesuatu hal yang ingin direncanakanmya.


"Aku punya rencana ...."


"Aku akan membebaskan kalian ...."


"A-apa?" Kibo terkejut ketika mendengar hal itu, ia tidak menyangka seseorang yang meneggakkan hukum bisa berlaku seperti itu kepada yang akan dihukum.


"Dengar ... aku tidak peduli hukum saat ini, dan sama sekali tidak mau untuk membahasnya, rencanaku ini akan menentang hukum tetapi aku melakukannya karena aku percaya pada kalian ...."


Kibo sedikit mendekat maju, terdengar suara besi dan rantai yang mengikat kaki dan tangannya ketika ia bergerak.


"Namun sayangnya rencana ini kemungkinan besar tidak bisa mengeluarkan kalian semua dari sini ...."


Kibo termenung, untuk melarikan dari hukum adalah suatu hal yang salah namun ia ingat ia juga harus mengakui bahwa dirinya dan teman-temannya itu sama sekali tidak pernah berbuat kejahatan selama mereka berpetualang bersama.


Jika memang hanya ada segelintir orang yang bisa diselamatkan itu sudah cukup baik.

__ADS_1


"To-tolong selamatkan Tuan Kibo Tuan Thor!"


"Ya! Selamatkan Tuan Kibo!"


"Benar Tuan Kibo perlu keluar dari sini!"


Dukungan dari teman-temannya itu membuat Kibo merasa cukup tenang, namun sebenarnya ia sama sekali tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri.


Kibo makin mendekat pada Thor, hendak menanyakan tentang rencana pelarian itu.


"Apa yang bisa ... kita lakukan untuk ... keluar dari sini Tuan?"


Thor akhirnya menjelaskan rencana pelarian yang spontan ia buat saat ini, detik ini juga.


"Apa kau punya kekuatan sihir Kibo?"


"Saya mempunyainya Tuan ... namun kekuatan sihir saya tidak begitu besar ...."

__ADS_1


"Hmm, tidak apa ... maafkan aku, aku tidak bisa berbuat lebih untukmu selain rencana yang kubuat ini, jika aku membantumu melebihi rencana yang akan kukatakan ini, maka rencana pelarian kita akan terbongkar dengan mudah, jadi kuharap kau bisa mengerti."


__ADS_2