Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 258: Mengetahui


__ADS_3

Brock tahu pasti bahwa gadis muda ini mengatakan sesuatu dan itu adalah dia menyebutkan nama 'Danny'.


A-apa yang sebenarnya gadis muda ini ketahui tentang Danny?


Brock masih belum bisa mendapatkan perhatian gadis muda itu, ia kemudian melihat melihat Danny yang sudah tidak bernyawa menjadi semakin dingin; ia harus segera di kuburkan.


Namun ia masih gelisah dengan apa yang dikatakan oleh gadis ini tentang Danny, apakah yang ia maksud adalah yang Danny sedang ia pangku saat ini? Atau mungkin dia berbicara tentang orang lain dengan nama yang sama seperti temannya itu?


Namun ada satu hal yang ia pikirkan saat ini, Brock berpikir mungkin saja ada kemungkinan gadis muda ini ada hubungannya dengan Danny yang sedang sudah meninggal saat ini?


Ia berbicara seolah-olah Danny meninggalkannya; hal ini membuat pertanyaan besar bagi Brock.


"Ka-kau mengenal Danny?"


Seketika itu juga gadis itu tersadar ada yang berbicara padanya; Gadis muda itu mengangkat kepalanya ketika ada seseorang yang mengatakan hal itu. "Si-siapa kau?"


"A-aku Brock, bekas tahanan kelompok Dark Shadow, begitupula dengan temanku Vincent yang sedang berada di belakangku saat ini."


Vincent seketika itu juga memasang pose 'salam kenal' menggunakan tangannya berlagak sok keren dari kejauhan, padahal ia telah menganggap gadis muda ini sebagai berbagai hal dalam pikirannya, namun ia tetap berlaku seperti melihat seorang gadis muda biasa saja; melihat seorang laki-laki dengan rambut sebahu, respon gadis muda ini biasa saja.


Gadsa muda itu akhirnya bisa melihat ada yang sedang di pangku oleh pria besar ini. "Si-siapa yang bersamamu itu? Mengapa dia tidak berjalan dan kau harus memangkunya?"


Brock ragu apakah dia harus menunjukkan Danny atau tidak, persentase kebenaran tentang siapa yang dimaksud gadis ini benar-benar tidak bisa diperkirakan.


Brock tahu bilamana ada kemungkinan Danny yang gadis itu maksud adalah Danny sedang ia pangku; namun di sisi lain bisa saja hanyalah orang yang memiliki nama sama dengannya.


Brock terdiam tanpa bisa menjawab apapun pertanyaan gadis muda itu; gadis muda yang berada sedang terduduk itu heran karena ia tidak mendapat jawaban apapun dari pria besar yang ada di depannya ini, malahan dia melihat wajah pria besar itu agak pucat seperti tengah memikirkan sesuatu.


Apa yang akan terjadi bilamana Danny yang ia maksud adalah yang bersama denganku ini?


Perlahan gadis muda itu beranjak dari duduknya, jika ia berdiri sudah pasti ia dapat melihat siapa yang sebenarnya ia bawa saat ini.


Brock tidak ada niatan apapun untuk menyembunyikan hal ini, ia memang tahu gadis muda ini sedih dan itu berhubungan dengan Danny, saat ini untuk mengetahui kebenaran yang sesungguhnya hanyalah dengan melihat reaksi dari gadis muda itu.


Gadis muda itu kemudian melihat ke wajah orang yang sedang di pangku oleh pria besar itu, beberapa saat ia terdiam karena melihat wajah yang tidak asing baginya.


"Da-Danny!?" Gadis itu terkejut dengan seketika ketika menyadari siapa yang tengah berada dalam kondisi seperti itu.


Seketika itu juga Gadis itu merasa senang dan segera mengelap air matanya yang sudah tidak terlihat karena bercampur air hujan deras ini.

__ADS_1


"Astaga! Aku kira kamu akan meninggalkanku lho! Darimana saja kau ini? Kau tahu aku sempat akan berpisah denganmu lho!"


Gadis itu tahu ternyata Danny masih berada di sini, ia bersyukur tidak ikut terbawa oleh sihir teleportasi kedua ksatria suci tadi karena jika ia ikut pergi dari tempat ini tentu saja dia tidak akan bisa menemui Danny lagi dalam waktu dekat, atau bahkan akan kehilangan jejaknya dengan kemungkinan bertemu kembali yang cukup kecil.


"Tapi firasatku mengatakan jika aku masih ada di sini itu berarti kau juga ada di sini Danny! Memang kita ditakdirkan bersama!


"Aku tahu pasti kau tidak akan meninggalkanku sendiri!"


Gadis muda itu tersenyum gembira ketika melihat orang yang ia cari; kesedihannya seketika itu juga mulai mereda dengan cepat.


Ternyata dia mengenalnya, gadis ini mengenali Danny yang sudah tiada ini; aku tidak tahu apapun tentang dia, mungkinkah dia teman Danny?


"K-kau kenalannya Danny?" tanya Brock pada gadis muda itu.


Gadis itu mengangguk. "Sa-saya Patricia, teman petualang Danny ...."


Danny bersama dengan gadis ini berkelana sebelumnya? Sudah berapa lama ia bersamanya sampai saat ini?


Banyak pertanyaan yang ingin Brock ajukan pada gadis bernama Patricia itu; namun mengingat dia saat ini mengenali Danny dan tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang, rasanya berat untuk mengatakan hal yang sebenarnya padanya.


Hujan deras yang terjadi di area sana berangsur-angsur menghilang dengan cukup cepat; kondisi ini benar-benar di luar apa yang dapat dikatakan sebagai perubahan cuaca yang normal.


Patricia penasaran akan keadaan Danny yang seperti tengah tertidur itu, apa yang terjadi dengannya hingga akhirnya ia harus di pangku orang lain?


Brock bisa mengetahui dengan tepat bilamana Gadis itu bertanya-tanya akan kondisi Danny saat ini, saat inu memang ia terlihat gembira ketika melihat orang yang paling ingin ditemuinya, namun Brock tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya ketika mengetahui keadaan Danny yang sebenarnya.


"A-apa yang terjadi dengannya?" Patricia tidak bisa menahan lagi rasa penasaran mengenai keadaan Danny saat ini; ia merasa lega karena Danny tidak pergi meninggalkannya seperti yang telah ia pikirkan sebelumnya, namun mengapa dia kembali bertemu dengan Danny dalam kondisinya yang seperti ini?


Hal ini tentulah membuat Patricia heran, ia ingin segera berbicara pada Danny dan mendiskusikan rencana mereka ke depan dalam hal bertualang, namun melihat keadaan Danny ini, ia tidak bisa tahu Danny sedang tidur atau pingsan maka dari itu ia mencoba menanyakan pada pria besar yang membawa Danny itu, apa yang terjadi dengannya saat ini karena dia sudah bersamanya sampai saat ini pastilah ia tahu keadaan yang sebenarnya.


Brock tahu ia tidak bisa menghindar dari pertanyaan itu, di satu sisi ia ingin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, namun bersama dengan ia mengatakannya pasti akan terasa sangat menyakitkan daripada yang bisa dipikirkan sebelumnya.


Melihat kesedihan yang telah berubah menjadi senang karena mendengar Danny ada di sini saat ini adalah sebuah hal yang baik, Brock merasa dengan begitu gadis bernama Patricia ini bisa gembira kembali, namun pada kenyataan yang sesungguhnya segala sesuatu yang ada di dunia ini bisa menyembunyikan hal-hal yang bisa membuat sedih dan takut.


Brock berpikir berbohong adalah jalan agar Gadis bernama Patricia ini bisa tetap dalam keadaan bahagianya saat ini, namun untuk apa ia melakukan hal itu? Saat ini dia tahu gadis muda itu menginginkan kebenaran yang sesungguhnya maka jika itu yang diperlukan maka ia akan melakukannya.


Brock tidak tahu akan hubungan apa yang telah terjalin di antara kedua insan ini, namun melihat kedekatan mereka ia tahu bahwa mereka berdua sudah menjalani hal-hal bersama tidak peduli berapun waktu yang mereka habiskan.


Terlihat juga Gadis bernama Patricia ini seumuran dengan Danny dan mungkin saja itu salah satu faktor yang membuat hubungan mereka dekat; mereka bisa bertukar pikiran dan berbincang dengan lancar layaknya orang yang bisa dipercayai.

__ADS_1


Mungkin umur bukanlah takaran yang terlalu spesifik, ada banyak hal yang tidak diketahui Brock soal hubungan antara Danny dan Patricia ini, lagipula sekali lagi ia baru pertama kali bertemu dengannya saat ini.


Tu-tunggu ... mungkin saja waktu itu?


Brock seketika itu juga teringat akan kebersamaannya di penjara bersama dengan Danny, ia ingat Danny pernah menyinggung soal seseorang yang bersama dengannya, dan itu adalah seorang perempuan.


Ja-jangan-jangan dia yang dimaksud Danny? Seorang kenalan teman yang ia sebut waktu di sel penjara?


Brock mengingat hal yang sudah lama terjadi, ia tahu bahwa Danny menyebutkan kenalannya seorang wanita, namun tidak menyebutkan namanya, dan ketika ia melihat Gadis bernama Patricia ini, pastilah ia yang Danny maksud saat itu.


A-apa yang harus kukatakan padanya? Apakah mengatakan hal yang sebenarnya adalah jalan terbaik?


Brock menjadi bimbang ia harus bagaimana menjawab pertanyaan Patricia ini, dengan mengatakan hal yang sebenarnya pastilah akan menghapus raut wajah senang dari gadis ini tapi jika ia berbohong pada akhirnya kebohongan akan terungkap dan menimbulkan rasa sakit yang sama.


Brock tidak tega ia harus melihat gadis itu bersedih kembali, ia melihat adanya harapan kecil dari pelupuk matanya itu; sebuah keinginan agar dirinya itu bisa terus bersama dengan Danny.


Namun apa daya, kenyataan tidak selalu berjalan dengan indah, gadis ini tidak bisa menghindari mengalami kesedihan yang begitu memilukan lagi setelah kesedihan yang telah ia tunjukkan tadi.


Patricia bingung mengapa ia tidak dapat jawaban apapun dari pria besar ini; malahan ia terlihat tidak tega dan sedih ketika terdiam karena pertanyaannya itu, sebenarnya apa yang terjadi di sini?


"Ka-kalian berdua kenalannya Danny?"


Brock tersadar dan berusaha untuk bersikap seperti biasanya. "A-ah, ya ... kami berdua mengenalnya ketika berada di sel penjara; meskipun tidak begitu lama kami bersamanya dia adalah pemuda yang baik."


"Tidak begitu lama mengenal? Bukankah kalian temannya akan selalu bersamanya sampai kapanpun? Lalu mengapa saat ini Danny terlihat tidak berdaya dan harus bersamamu?"


Brock tidak bisa menyangkal perkataan gadis itu, lagipula Danny sudah menganggapnya teman baik, begitupula dengan Vincent; bahkan Danny pernah mengajak mereka berdua bertualang bersama untuk menghadapi kenyataan yang mengerikan.


Pria besar itu melihat gadis bernama Patricia ternyata perasaannya belum bisa begity teguh dan kuat; keadaan apapun yang menurutnya menyenangkan atau menyedihkan seketika itu juga akan mempengaruhi perasaannya saat ini.


Vincent yang tidak begitu jauh dari Brock dan gadis itu bisa mendengar jelas apa yang mereka berdua bicarakan; ia hanya bisa diam ketika mengetahui bahwa gadis itu adalah yang dimaksud Danny ketika di dalam penjara.


Vincent tahu bahwa Brock sudah pasti berat untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada gadis itu, namun pada akhirnya ia pasti akan tetap mengatakannya juga.


"Maafkan aku Patricia ... Danny telah tiada ...."


"...."


"A-apa?"

__ADS_1


__ADS_2