Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 215: Berjalannya Rencana (2)


__ADS_3

Sang ksatria suci itu kembali memakai topengnya dalam rangka menyembunyikan identitasnya dari orang lain tentunya.


Thor membantu memapah Kibo, ini dilakukan agar beban Kibo lebih ringan dibanding harus berjalan bertumpu pada berat badannya sendiri, selain itu dengan melakukan ini Kibo juga menghemat energi yang harus dikeluarkannya itu.


Mereka keluar pintu sel utama, para anggota Alliance Fight's bertanya-tanya mengapa mereka dengan terang-terangan menunjukkan diri pada petugas dan penjaga penjara itu, apakah melakukan hal sia-sia seperti ini ada artinya?


Mereka berlari melalui ruangan demi ruangan, namun yang mereka lihat adalah para petugas dan penjaga penjara yang sedang tertidur lelap di sana yang menyebabkan mereka bisa berjalan tanpa ada hambatan yang berarti.


Aku sudah berhasil membuat Sihir Umum: Penghilang Kesadaran ini bekerja dengan baik, ini berjalan sesuai dengan rencanaku ....


Tak lama kemudian akhirnya mereka melihat pintu keluar bangunan penjara ini, mereka hampir sampai untuk kelluar dari penjara ini


Setelah ini, begitu kami keluar dari bangunan penjara ini ...


Sihir Umum: Penghilang Wujud Tiga Puluh Dua Orang!

__ADS_1


Mereka terus dan terus berjalan bahkan saat ini tengah melewati jalanan umum yang ternyata tengah malam juga tidak terlalu sepi.


Namun keberadaan mereka sama sekali tidak terlihat oleh orang lain dan itu tidak lain tidak bukan karena memang sihir yang digunakan oleh Thor.


Karena lokasi bangunan penjara dan gerbang keluar tidak begitu jauh maka durasi perjalanan mereka tidak terlalu lama.


Mereka akhirnya sampai di gerbang keluar kota ini dengan ada satu penjaga yang tengah tertidur dengan bersender ke tembok gerbang itu, ia nampak tengah membaca sekumpulan berita yang dicetak menggunakan kertas namun sepertinya ketika tengah membaca sang penjaga tertidur dan akhirnya surat berita itu ada di atas wajahnya sekarang.


Yang harus kulakukan saat ini adalah ... membuka gerbang keluar kota ini tanpa menimbulkan suara yang dapat memancing perhatian ... maka dari itu ...


Thor kemudian menyerahkan Kibo untuk di jaga terlebih dahulu pada pria besar anggota Alliance Fight's itu, sedangkan ia sendiri berusaha untuk membuka gerbang dengan penuh kehati-hatian agar tidak terlalu menimbulkan banyak perhatian yang berlebih.


Dengan perlahan Thor berusaha untuk membuka gerbang kota itu, perlahan namjn pasti, sedikit demi sedikit ia melakukannya dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaaan.


Ia harus mempertahankan ritmenya dalam membuka pintu gerbang itu, dan sebenarnya pintu gerbang itu sudah cukup lebar untuk di lewati oleh mereka.

__ADS_1


Ada Sepasang kekasih yang menyadari keanehan, mereka memutuskan untuk melihat dari jauh tentang keanehan gerbang itu.


"Sayang apa kau lihat tadi pintu gerbang keluar kota ini bergerak dengan sendirinya?" tanya sang kekasih pria.


"Huh? Apakah kau berusaha untuk menakutiku? Kita baru saja pergi ke bangunan horor dan terlebih lagi jam sekarang agar suasana semakin mencekam, apakah kau tidak puas membuatku takut?"


"Eee, bukan begitu ... hanya saja memang aku tadi melihat pintu gerbang ini sedikit terbuka dan ... astaga!"


Kekasih pria itu menarik sang wanita dengan terburu-buru setelah menyadari hal aneh terjadi di sekitaran area itu.


"Sa-sayang?! Mengapa kau menarik lenganku dengan begitu keras? Apa yang sebenarnya terjadi?"


Kekasih pria tidak habis pikir dengan apa yang dilihatnya tadi, untuk sesaat ia berpikir bahwa pintu gerbang itu terbuka namun setelah dilihatnya lagi pintu itu sudah kembali dalam keadaan tertutup.


Padahal seharusnya pintu gerbang tidak segampang itu untuk tertutup dan terbuka, bahkan suara keras yang seharusnya dihasilkan pintu gerbang itu ketika bergeser tidak terdengar.

__ADS_1


A-apa aku berhenti saja menggemari hal-hal berbau mistis ya?


__ADS_2