
-Kau sudah mengabaikan perasaanmu sendiri?-
-Kalau begitu baguslah, tidak ada yang menahanmu lagi sekarang-
‘....’
Entah mengapa Danny mendengar suara aneh yang tiba-tiba muncul di kepalanya, sontak ini jadi distraksi baginya saat hendak menyerang lawannya itu.
Apa itu hanya halusinasinya saja? Ataukah ada suara yang memang muncul di kepalanya?
‘... Sial aku jadi gila sekarang....’
Danny berusaha tidak peduli dengan suara yang tiba-tiba muncul di kepalanya, ia tidak punya waktu untuk memedulikan hal ini.
BUM!
Shhhh....!
“Mereka baku hantam!” Raven mengomentari bagaimana kerasnya ledakan yang terjadi, ia pikir akan ada pembicaraan panjang dari mereka berdua, namun ternyata tidak seperti dugaannya.
Ke-tidakadaan obrolan ini membuat sang makhluk hitam ini tidak punya banyak waktu untuk merencanakan sesuatu, tapi ya, mau bagaimana lagi.
“Hm, boleh juga.” Shea menahan tinjuan Danny hanya dengan satu tangan saja dengan kekuatan alam yang besar.
Aura hijau terang terpancar pada sang setengah elf itu, saking terangnya membuat mata orang biasa malah akan terasa silau.
Danny menatap tajam pada lawannya, ingatan masa lalu menyerangnya lebih banyak, namun ia tidak mau mengalah pada hal itu.
Danny terus menguatkan aura sihirnya, yang membuat hempasan angin kencang yang hebat. Aura sihir dari pemuda ini memang tidak semenarik sang setengah elf, namun aura yang tidak mencolok ini bisa menipu siapapun yang melihatnya.
Mengingat Danny tidak terlihat mengeluarkan aura kekuatan warna apapun, dia terlihat biasa saja.
Shea sendiri tidak merasakan adanya kekuatan batu permata mulia, tidak biasanya seperti ini.
Biasanya pemuda itu mengeluarkan kekuatan batu permata mulia dari awal, dan auranya ikut berubah, namun sekarang tidak seperti itu.
Sekarang pemuda itu bisa membuat serangan kontak fisik langsung dengannya, dengan sama sekali tidak menggunakan kekuatan batu permata mulia.
__ADS_1
Pertahanan alam seolah tidak berguna lagi, padahal energi alamnya itu seharusnya bisa jadi pertahanannya yang terkuat yang tidak mungkin ditembus hanya dengan kekuatan sihir biasa.
Lantas mengapa pemuda ini bisa melakukannya?
SHHHHH!
‘Tidak boleh ada kehancuran di sini!’ Danny tahu betul akan hal ini, karena jika terjadi maka efeknya bisa sampai ke dinding sihir merah yang berada di dekatnya ini.
Tidak bagus jika dampak pertarungan yang berlangsung ini malah jadi penyebab dinding sihirnya hancur.
Jika itu terjadi, maka apa artinya kedatangannya? Tujuannya memang untuk menghentikan sang setengah elf ini dan sekaligus memastikan dia tidak memasuki Kerajaan Barat.
Zzzrrt....
“!” Danny bisa merasakan adanya sensasi aneh ketika serangannya dihentikan langsung seperti ini, seolah ada kekuatan lain yang familiar yang memanggilnya.
“Energi Alam: Sayatan.” Seketika itu juga Shea menggukan energi alam dan membuat Danny terhempas, dan di saat yang bersamaan serangan pedang angin yang tak terlihat menyerbu tubuh Danny.
Sret!
“Ugh!” Beberapa luka sayatan langsung terukir pada tubuh pemuda itu.
Danny terus berkelit ke belakang agar tidak terkena serangan tak kasat mata itu, bahaya sekali apabila serangan seperti ini mengenai titik vitalnya.
Danny pikir untuk beberapa saat ke depan ia hanya akan beradu aura kekuatan saja, jika melihat dari gerak-gerik musuhnya.
Namun ternyata tidak seperti itu.
‘Kekuatan alam, sulit diprediksi....’ Danny tidak bisa mengandalkan instingnya saja ketika menghadapi sang setengah elf ini.
Jika kekuatan sihir biasa maka akan mudah memprediksi pergerakan lawan, entah itu serangan ataukah bertahan.
Namun beda cerita saat menghadapi sang setengah elf dengan kekuatan alam seperti ini.
Lengah sedikit saja maka itu bisa jadi sangat menguntungkan lawannya.
Danny mengatur nafasnya perlahan, sudah mengambil jarak yang cukup jauh dari lawannya, serangan Shea pun nampaknya sudah berakhir. Ia tidak merasakan adanya kilatan sayatan pedang transparan yang mengejarnya lagi.
__ADS_1
Tes.
Tes....
Danny bisa merasakan perih di bagian kaki, dada, dan bahkan lehernya sendiri, ia bisa melihat dari bagian lukanya itu muncul tetesan-tetesan berwarna merah.
‘Hampir mati!’ Tidak dapat dipungkiri memang begitulah kenyataannya, hanya lengah sebentar saja sudah benar-benar merugikannya.
Namun Danny menguatkan kembali tubuh dan aura sihirnya, ia tahu tubuhnya masih bisa berdiri yang itu berarti serangan tadi belumlah mengakhiri pertarungan ini sepenuhnya.
‘Dia yang sudah mengakhiri Tuan Hill dan merampas batu permata mulia regenerasi.’ Fakta ini memang tidak terbantahkan lagi. Kenyataan bahwa Danny tidak akan pernah bisa mendapatkan batu permata mulia terakhir,
kecuali merebutnya dari sang setengah elf itu.
-Kenapa kau tidak menggunakan kami?-
Terdengar suara aneh itu lagi... persis seperti yang sebelumnya ia dengar.
‘Suara ini... batu permata mulia?’ Danny akhirnya tidak mengabaikan suara ini, ia rasa ada sesuatu yang memang harus ia perhatikan dalam batinnya ini.
-Kemungkinan menangmu kecil tanpa kami-
Danny terdiam, memang apa yang dikatakan suara itu benar adanya. Sebagai buktinya, sekarang saja ia sudah terluka dengan cukup berarti.
Yang jika ia menggunakan batu permata mulia daya tahan, sudah pasti ia tidak perlu terlalu khawatir akan pertahanannya sendiri.
Menggunakan batu permata mulia akan sangat membantunya, terutama di situasi yang seperti ini.
-Kita sudah mengalahkan iblis sebelumnya, kenapa ragu?-
Danny semakin banyak mendengar suara aneh dalam kepalanya, sekarang ia merasa sedang mengobrol langsung dengan kekuatan batu permata mulia.
Padahal sebelumnya ia tidak pernah mengalami hal seperti ini. Sebelumnya ia hanya bisa melihat batu kekuatan ini di dalam alam bawah sadarnya sendiri.
Mengapa batu-batu itu sekarang berkomunikasi dengannya, padahal sebelumnya tidak sama sekali?
Ada apakah gerangan?
__ADS_1