
"Aku baik-baik saja, baiklah ini dia Yizi!"
Arthur berlari dengan cepat hendak menyerang mereka berdua secara bersamaan.
Arthur dengan gerakan bertarungnya yang cepat dan kuat secara lihai menyerang Danny dan Yizi secara bersamaan bertubi-tubi.
Setiap pukulan demi pukulan yang di lancarkan oleh Arthur cukup berdampak bagi kedua lawannya itu.
Setelah beberapa serangan yang kuat, Yizi harus terhempas karena begitu kuatnya serangan Yizi; ia terhempas menabrak gerbang besi besar sampai gerbang itu lepas dari tempat awalnya.
"Yizi!"
Kini hanya tinggal Danny yang sedang berhadapan dengan sang ksatria suci itu.
Kuat! Seluruh kekuatan fisiknya punya kekuatan yang amat hebat!
Danny masih tidak menyangka bahwa ia bisa bertahan dari serangan Arthur meskipun telah diserang dengan tanpa ampun itu.
Tidak ada jalan baginya untuk mundur, Arthur jauh lebih cepat dan kuat dibandingkan dirinya saat ini.
__ADS_1
Akhirnya setelah beberapa saat perkelahian itu terjadi Danny harus menerima berbagai pukulan dan tendangan dari sang ksatria suci itu.
Darah mulai keluar dari mulutnya karena tidak kuat menahan kuatnya serangan Arthur.
Sial! Bagaimana aku bisa menghentikan serangannya?!
Danny harus menerima pukulan dan tendangan itu dengan tubuhnya sendiri; kekuatannya sudah terkuras saat ini dan meskipun dalam kondisi seperti itu ia masih tetap berpikir bagaimana cara untuk tetap berdiri.
Apa yang harus kulakukan?!
Apakah aku akan membiarkannya mendekati Yizi?
Tidak! Tidak mungkin kubiarkan!
Seketika itu juga Danny dapat menahan serangan Arthur, atau lebih tepatnya serangan sang ksatria suci itu sama sekali tidak berdampak apapun pada tubuhnya.
"Apa yang?" Sang ksatria suci heran dengan serangannya itu yang sama sekali tidak berdampak apa-apa pada lawannya itu.
Tubuh Danny menjadi sekeras baja- atau jika ada yang lebih keras; pokoknya yang terkeras daripada yang terkeras sekalipun.
__ADS_1
Serangan tinjuan dan tendangan Arthur meskipun mengenai tubuhnya namun tetap Danny sama sekali tidak merasakan sakit dan pula tetap bisa berdiri layaknya seperti orang biasa yang sedang tidak di serang.
Melihat celah yang diberikan oleh Arthur karena keheranannya itu, Danny segera menubruknya dengan keras; memaksanya untuk berada di tanah.
Karena namun tidak semudah itu, Arthur ternyata dapat mengantisipasi tindakan Danny itu, ia dengan sigap menahan agar dirinya tidak jatuh ke tanah untuk kedua kalinya.
Kuat! Tuan Arthur benar-benar kuat!
Kini keduanya saling beradu kekuatan satu sama lain, namun nampaknya Danny sudah tidak dapat menahan kekuatan Arthur yang besar, bila dibiarkan lebih lama lagi bukan Arthur yang akan jatuh ke tanah melainkan dirinya sendiri.
Aku sudah berhasil menggunakan kekuatan daya tahan batu permata mulia itu! Namun saat ini aku butuh kekuatan yang lebih besar!
Pikiran Danny terbesit kembali akan risiko penggunaan kekuatan batu permata mulia itu, namun di tengah keadaan yang mendesak itu ia sama sekali tidak memiliki pilihan.
Sial! Masa bodoh dengan risiko penggunaan batu permata mulia ini! Aku tetap akan menghentikan Arthur agar Yizi bisa selamat!
Danny segera memfokuskan pikirannya, entah mengapa ia saat ini malah pergi ke alam bawah sadarnya sendiri, di mana ada lima tiang pendek dan masing-masing penyangga tiang ada semacam wadah cincin yang di dalamnya itu ada kedua batu permata yang tengah bersinar.
Keadaan alam bawah sadarku ... ini adalah masing-masing batu permata mulia yang telah kuperoleh dan yang kini berada padaku ....
__ADS_1
Menggunakan satu kekuatan batu permata mulia adalah hal yang sulit, aku tidak bisa membayangkan akan ada saat seperti ini di mana aku akan menggunakan secata bersamaan batu kekuatan merah fisik dan batu permata daya tahan coklat.
Tidak ada waktu untuk berpikir lagi!