Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 402: Baiklah Teman


__ADS_3

Danny terpikir apabila ia menggunakan ketiga kekuatan batu permata mulia secara bersamaan untuk mengimbangi agar ia tidak terus-terusan terdesak Forhan seperti ini.


Kini perubahan fisik Danny semakin jelas terlihat sebagai efek dari penggunaan kekuatan batunpermata mulia, pada warna kedua matanya berbeda dan menyala terang berwarna coklat dan merah.


Hal itu juga menujukkan bahwa memang Danny sedang menggunakan kekuatan fisik dan daya tahan secara bersamaan.


Bahkan dengan kekuatan yang kukeluarkan seperti ini, Forhan masih bisa dengan mudah memojokkanku .... Ugh ....


Husssshhhh!!!!


Hembusan angin yang besar tercipta dari kedua orang yang sedang membuktikan kekuatannya masing-masing ini, kini perlahan namun pasti area di sekitar mereka menjadi semakin berbahaya, bahkan bisa membuat seseorang atau bangunan atau apapun bisa terlempar dengan cepat.


"Sihir Tanah: Tembok Tanah!" Setelah Brock, Vincent, Patricia dan gadis kecil itu sedikit menjauh, Brock memakai sihir tanah sebagai perlindungan demi menjaga mereka dari henbusan angin yang snagat kuat dari kedua orang yang tengah bertarung itu.


"Ampun! Mengapa mereka bertarung serius di sini?! Mereka mau mengubah pusat kota jadi reruntuhan?!" Vincent panik sendiri ketika melihat bagaimana mudahnya bangunan sekitar terkikis angin kuat itu dan nampak rapuh sekali.


Hsssshhhhh!!!


"Aku pikir ini lebih baik, semua orang telah menjauh dari area ini, jika saja mereka mau mengubah tempat ini menjadi medan pertarungan itu tidak bisa dihindari." Brock ikut pula mengomentari bagaimana rusaknya area sekitar, namun jika saja tidak ada korban jiwa maka itu lebih baik.


"Kakak ...." Gadis kecil berambut sebahu itu semakin mendekap Patricia karena merasa semakin terganggu dengan situasi di sekitarnya ini.


Patricia yang juga merasa khawatir hanya bisa memeluk gadis itu dan berharap Danny bisa melewati semua ini dan baik-baik saja.


***


Tidak ada pilihan lain! Jika aku tetap seperti ini Forhan akan bisa menjatuhkanku dan mengambil kekuatan batu permata mulia ini!


Danny sudah semakin terdesak, bahkan ia hampir amblas ke dalam tanah karena harus menahan serangan pedang Forhan yang sedari tadi memaksanya untuk tunduk.


"HAHAHA! DANNY MENYERAH SAJA DAN BIARKAN AKU MENGAMBIL KEKUATAN YANG TELAH KAU CURI ITU!"


ZLIT!


"Hah?"


Forhan terheran karena Danny yang hampir saja bisa ia jatuhkan tiba-tiba hilang dari tempatnya.

__ADS_1


Hssshhh!!!


Danny seketika berada di belakang Forhan dengan kecepatan yang tidak sebanding dengan kecepatan penglihatan mata di dunia ini, dengan kata lain ia bergerak sangat cepat.


Forhan yang indra perasanya sangat sensitif untuk seketika tidak mampu melihat keberadaan Danny yang seharusnya sudah ia pojokkan itu, kini dengan cepat ia memutar pedangnya ke belakang untuk menebas apa yang berada di belakangnya mengikuti insting tajamnya itu.


Namun Danny mampu melihat setiap tindakan yang dibuat oleh teman lamanya ini, bahkan dalam gerakan lambat persis seperti yang terjadi biasanya ketika menggunakan kekuatan batu permata mulia ini.


Kini sebagai tanda Danny menggunakan kekuatan batu permata mulia kecepatan, aura kuning mulai berkobar dari sekitaran tubuhnya.


Apa yang harus kulakukan padanya?


Danny kini menunggu waktu yang tepat, ia bisa memutuskan kapan saja apa yang akan ia lakukan pada Forhan, pasalnya si lawannya ini sama sekali tidak berkutik karena bergerak sangat lambat sekali.


Aku harus menjauhkan Forhan dari pusat kota, sudah cukup kerusakan yang kami buat di sini.


Danny akhirnya memutuskan pilihannya, ia kini hendak membuat Forhan meninggalkan tempat ini, untuk alasan yang bagus.


Forhan, bersiaplah untuk perjalanan jauh!


Sshhhhh ....


Danny menyiapkan segenap kekuatan yang dipunyainya itu, bahkan kini tidak hanya fisiknya saja yang terkuras karena penggunaan batu permata mulia ini melainkan mentalnya juga.


Tap.


Danny memegang bagian belakang tubuh kekar dan berbulu Forhan, posisi tangannya seperti sedang meninju, dan setelah memfokuskan pikirannya, kini ia sudah siap mengeksekusi rencananya itu.


Zlit!


***


Sementara itu apa yang terjadi di pusat kota timur sungguh tidak baik-baik saja, beberapa bangunan rusak dapat terlihat dengan jelas, terlebih lagi kejadian ini terjadi di tengah pusat kota, bahkan para pengawal dan penjaga kerajaan tidak mampu menghentikan apa yang terjadi saat ini.


Krak ...


Di antara reruntuhan bangunan, tanpa diduga Brock menggunakan sihir tanah batu pelindung, yang di mana itu adalah teknik lanjutan dari dinding penghalang sebelumnya, tanah keras berbentuk bulat kini terbentuk untuk melindungi orang-orang yang berada di dekatnya.

__ADS_1


Perlahan namun pasti tanah keras itu seperti menghilang perlahan seraya Brock memang sudah melepaskan sihirnya itu.


"A- apa yang terjadi?" Vincent hanya bisa terdiam tanpa tahu apa-apa karena memang kejadian yang tidak sempat dilihat oleh mata kepalanya sendiri.


"Satu-satunya yang kulihat terakhir hanyalah cahaya kuning ...." Patricia menambahkan, ia pun heran dengan apa yang baru saja terjadi tadi karena memang begitu cepat.


Hembusan angin kini menyapu seluruh dataran yang sebagian besar rusak ini, tidak terlihat adanya satu warga pun, sepertinya memang semuanya sudah berada di tempat yang aman.


Setelah hembusan angin tadi berlalu, Brock dengan cepat memerhatikan apa yang terjadi di sana, dan ia tidak bisa menemukan keberadaan Danny dan juga pria besar lain.


"Danny ... dia pergi dari sini ...." Brock menyimpulkan dengan cepat, ia dengan mudah mengetahui hal ini karena memang tidak ada lagi kemungkinan yang lain selain yang dipikirkannya ini.


***


Zlit


BRAGH!


"Uaragh! Apa yang?!" Forhan tidak menyadari apa yang terjadi, ia merasa disekujur tubuhnya menjadi berat seakan menekannya saat itu juga.


Danny berhasil memindahkan dirinya serta Forhan dengan kekuatan kecepatan, kini ia kembali ke tempat awal di mana ia bertemu dengan Cerberus.


Bruaahhk!!!


Danny berhasil meninju Forhan, namun dengan cepat sang pria besar itu berusaha menahannya dengan pedang besarnya agar tidak ikut juga terhempas jauh, seperti biasa ia kesusahan menahan kuatnya kekuatan pria yang dulu adalah temannya itu.


"Hutan ini ...." Forhan merasa tidak asing dengan tempat di mana pepohonan sangat besar dan hawa aura jahat sangat terasa di sini, namun kali ini ia merasa aura jahat itu beriringan dengannya dan membuatnya merasa nyaman.


"Inikah kekuatanmu yang lain Danny? Kau membawaku ke tempat ini?"


"Ya ...." Danny sedikit tersengal-sengal karena kelelahan menggunakan tiga kekuatan besar sekaligus, kini ia tidak lagi memiliki pilihan untuk menghentikannya, jika saja ia menghentikannya maka semuanya akan berakhir.


Ini berat! Aku baru sadar mungkin saja aku bisa bertahan lebih lama dengan menggunakan kedua kekuatan saja, namun tidak ada pilihan lain! Aku butuh semua kekuatan untuk mengatasi situasi ini!


Lagi-lagi Danny sedang bertarung di dalam pikirannya sendiri, dengan menggunakan kekuatan besar sekaligus maka pertaruhannya pun bertambah, namun seakan tidak peduli akan apapun yang terjadi, Dirinya memang tidak punya pilihan lain selain maju.


"Forhan, kau adalah temanku dan itu tidak akan berubah hanya karena tujuanmu berubah." Danny sekarang berada di jarak yang cukup jauh dari Forhan.

__ADS_1


Suasana di sekitaran sangat suram seperti yang memang biasa terjadi di hutan ini, Forhan tersenyum kecil.


"Kali ini aku tidak akan menyelamatkanmu seperti dulu Danny, seharusnya dari dulu aku sudah melakukan hal yang sebaliknya seperti saat ini ...."


__ADS_2