Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 304: Seorang Jahat


__ADS_3

"Aku sedikit terkejut karena ada seseorang yang akan masuk ke dalam rumahku tanpa izinku, bahkan tanpa mengetuk terlebih dahulu." Pria itu nampak mengomentari sikap Danny yang menurutnya kurang sopan sebagai tamu yang datang ke rumahnya itu.


Mendengar hal ini Danny memang tidak bisa menyangkal dia melakukan hal salah tadi, memang langsung membuka pintu rumah orang lain bukanlah hal yang sopan untuk seseorang dari luar.


Namun bukannya Danny bermaksud tidak sopan seperti itu, Danny hanya memerhatikan rumah tua yang usang ini dan kemudian langsung percaya bahwa memang rumah itu sudah ditinggalkan pemiliknya, karena akan masuk akal bilamana tidak ada orang yang tinggal di tempat tidak terawat seperti ini.


Lagi-lagi ketidak-masuk akalan terjadi saat ini, Danny yang menyangka rumah ini kosong harus terkecoh karena penampilan rumah yang tidak terawat ini, dan pada akhirnya sikap Danny dianggap tidak sopan oleh seseorang yang ternyata adalah penghuni sekaligus pemilik rumah ini.


"Sa-saya tidak bermasuk begitu Tuan! Saya pikir rumah ini telah kosong maka dengan itu saya membuka pintu ini." Danny mengungkapkan apa yang sebenarnya dilakukannya, ia tidak tahu akan adanya orang di rumah ini yang tersinggung karena perbuatannya.


"Hmph." Terdengar suara berat pria itu seperti mendengus kesal setelah mendengar pembelaan Danny tadi, ia nampak tidak mau memahami dan mengerti tentang ketidaksengajaan yang diperbuat Danny itu.


"Aku akan berkata hal yang telah kukatakan, meski aku benci untuk melakukannya ... kau pasti heran mengapa hanya kau yang menyadari keberadaanku bukan?" Si Pria misterius bersuara berat itu kembali mengatakan hal yang sama, ia memaksa Danny untuk mengakui bahwa memang dia heran mengapa teman-temannya tidak menyadari apa yang dirasakannya saat ini.


Pada akhirnya Danny hanya bisa jujur, karena memang dia saat ini bertanya-tanya mengapa hanya dia sendiri yang merasakan aura begitu busuk memuakkan ini, sedangkan rekannya yang lain tidak.


"Me-mengapa bisa begitu?"


"Aku senang kau langsung menanggapi ucapanku, aku malas mendengar tanggapan yang tidak sesuai dengan ucapanku." Pria bersuara berat itu lagi-lagi menjabarkan apa yang ia ketahui tentang dirinya; ini memberikan Danny sedikit informasi yang saat ini kurang begitu berguna.


"Aku tidak menyalahkan atas sikapmu yang tidak sopan itu, namun konsekuensi yang ada muncul akibat perbuatanmu saat ini." Suara berat dari pria itu sepertinya akan mulai menjelaskan mengapa Danny tidak bisa melepaskan diri dari pintu rumah itu.


"Rumah ini bukanlah rumah biasa ... ini adalah rumah kecilku yang di mana beberapa waktu lalu melindungiku dari sebuah insiden."


"Kau akan bertanya-tanya mengapa aku membangun rumah di tempat seperti ini? Tidakkah ini terlihat aneh dan tidak umum? Ada alasan di samping tempat tinggalku yang berada di sini."

__ADS_1


"Itu karena aku punya suatu kebiasaan yang benar-benar membuatku bersemangat."


Danny yang mendengar ucapan si pria misterius itu, saat ini merasa penasaran apa yang sebenarnya pria misterius itu sampaikan? Tidak melihat wajah ketika berbicara menyulitkan Danny untuk menilai seperti apa orang yang tengah berbicara dengannya itu.


"Ke-kebiasaan?" Namun Danny bisa tahu pasti, suara dari pria misterius itu menekankan pada kata 'kebiasaan' seolah-olah ia menjadi senang ketika melakukan 'kebiasaannya' itu, dan ketika mendengarnya Danny seketika itu juga tahu bahwa 'kebiasaan' yang dia maksud bukanlah sebuah kebiasaan yang biasa.


"Ya ... ketika aku hidup di kota, aku sama sekali tidak bisa menikmati kebiasaanku itu, begitupula dengan ketika hidup di desa- kedua tempat yang penuh orang-orang itu ... aku tidak bisa menikmatinya."


Sebuah kebiasaan yang di mana tidak boleh ada yang mengetahuinya? Sesuatu yang disembunyikan, apa lagi jika bukan hal yang buruk?


Danny makin yakin dengan dugaannya tadi, kebiasaan pria misterius pemilik rumah ini sudah pasti tidak biasa!


"Bukan berarti aku tidak butuh orang lain- aku tentu membutuhkan mereka sebelum akhirnya kebiasaan yang kumiliki ini menjadi sebuah kepuasan!"


"A-apa?!" Danny tahu pembicaraan ini mengarah pada apa yang telah dilakukan oleh pria asing itu, namun karena gaya bicaranya yang tidak langsung ke intinya membuat Danny jadi sulit untuk mengartikan apa yang sebenarnya dia maksud.


"Ko-koleksi?! Apa yang sebenarnya kau bicarakan?"


"Aku sebenarnya menunggu kau pergi dari sini, agar 'sesuatu' milikmu bisa menjadi koleksiku haha."


Danny terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh pria misterius itu, apa yang dikatakannya itu benar-benar membingungkan, lagipula 'sesuatu' seperti apa yang ingin ia koleksi darinya?


"Kau ingin melepaskan dirimu dari sana bukan? Mengapa butuh waktu lama sekali? Bukankah kau ini pengguna sihir? Dapatkah kau menemukan cara untuk membebaskan diri dari sana?" Pria misterius itu mendesak agar Danny dapat memahami sendiri apa yang ia maksud, yaitu dalam hal 'kebiasaan' dan 'koleksi'.


Karena Danny tidak mendapat jawaban yang lugas dan jelas dari pria misterius itu, pada akhirnya ia harus menemukan sendiri apa yang dia maksud tadi.

__ADS_1


Danny tahu kebiasaan si pria pemilik rumah tua ini bukanlah kebiasaan yang pada umumnya, Danny tahu akan hal itu, dan kedua 'koleksi', ia berkata tentang hal seperti itu yang berarti dia punya banyak barang disukainya dan lagi ia melibatkan orang lain dalam kebiasaan dan koleksi yang ia maksud.


Itu berarti? Dia mempunyai kebiasaan melukai orang lain dan menjadikan mereka sebagai koleksi? Apa dia ini pembunuh berantai yang tidak diketahui keberadaannya dan terus berbuat jahat seperti itu hingga akhirnya auranya berubah menjadi segelap dan sebusuk ini?


Danny hanya bisa memikirkan hal itu, di mana ia punya kebiasaan yang buruk pada orang lain dengan kemungkinan terburuk ia adalah pembunuh banyak orang dan koleksi yang ia maksud berhubungan dengan korban yang ia eksekusi itu.


"K-kau ... pembunuh?"


"Pada akhirnya kau tahu siapa aku, namun kau belum tahu akan kebiasaan dan koleksiku yang sesungguhnya, bukankah kau tidak tahu?"


"Kau pembunuh berantai yang membunuh korban dengan tanpa diketahui siapapun bukan?!"


Brock, Vincent dan Patricia terkejut mendengar Danny berteriak seperti itu, mereka semakin cemas akan keadaan Danny saat ini, mereka tidak tahu dengan siapa Danny berbicara dan pula tidak mengerti apa yang dibicarakannya.


"Aku hanya ingin hidup tenang di rumah ini dengan semua koleksiku, namun semuanya jadi terganggu karena kehadiranmu, maka dari itu kau harus menebus kesalahanmu dengan menjadi salah satu dari koleksiku."


"Aaah, lihat ... tangan kananmu yang merah itu terlihat bagus sekali, lihat semua bagian mulus itu, aku ingin melihatnya dari dekat ...." Pria misterius itu mulai berbicara tentang tangan kanan Danny yang memerah karena ia memaksa dirinya sendiri agar tangannya bisa lepas.


Ta-tangan kanan memerah ini dia perhatikan?! Bukankah ini?! Tunggu dulu! Dia pertama tadi bilang mengapa aku tidak cepat-cepat pergi dari sini ... itu berarti ia ingin agar aku lepas dari sini, tapi karena tidak bisa lepas maka aku tetap berada di sini.


Satu-satunya hal yang bisa melepaskanku dari situasi ini adalah, pikiranku pertama tadi! Dia juga bilang sesuatu tentang sihir, ia menyuruhku menggunakan sihir agar aku bisa terlepas ....


Jadinya aku tahu, satu-satunya jalan agar aku bisa lepas ... aku harus memotong tanganku!


Apakah dia tidak berniat membunuhku ... tapi dia menginginkan pergelangan tanganku?!

__ADS_1


Ti-tidak salah lagi, saat ini aku telah sepenuhnya mengerti, dia adalah penjahat yang senang mengoleksi pergelangan tangan!


Aku tahu ini mengerikan tapi saat ini aku benar-benar mengalami hal ini, apa yang harus kulakukan saat ini?!


__ADS_2