Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 93: Kuncian


__ADS_3

Danny hanya fokus untuk pertarungan secara berdiri saja, di atas lantai, maka ia sedikit kaget di serang menggunakan teknik kuncian seperti ini.


Karena K.O tidak akan terjadi maka Danny tidak perlu khawatir harus di hitung mundur karena 'jatuh' sebab dalam kasus ini peraturan seperti ini tidak akan ditetapkan.


Meskipun Danny mempunyai waktu, namun lima belas menit adalah waktu yang cukup lama, apalagi jika harus terus menerus di kunci, ia bisa-bisa kehabisan tenaga karena hal itu.


Ditambah lagi dengan stamina Danny yang sedang naik turun, hal ini benar-benar mempengaruhi saat ia bertarung kali ini.


Tubuh mereka masih menempel dengan Danny yang berada di bawahnya, berada di bawah tubuh pria berbulu dada lebat membuat Danny kegelian, namun ia harus bisa memendam rasa, di mana memang ia ingin sekali tertawa saat ini.


Danny mulai mencoba untuk mencari celah agar ia bisa untuk melepaskan diri dari kuncian pria itu, namun agaknya Yizi sudah memperhitungkan hal tersebut, celah yang di buatnya sangat sedikit, Danny hanya bisa melihat samar-samar tanpa bisa melakukan apapun agar bisa lepas dari kuncian itu.


Tangan kanan Yizi mulai diayunkan ia hendak mengincar wajah Danny.


BUK!


Satu pukulan yang cukup keras mendarat dengan mulus di wajah Danny, ini membuatnya sedikit terguncang.

__ADS_1


Seketika itu juga Danny langsung mengarahkan tangan kirinya untuk menghentikan tangan kanan Yizi, namun ternyata masih ada tangan lain yang belum di perhatikan lebih lanjut.


DUAG!


Pukulan kedua dari tangan kiri Yizi lebih keras dibanding pukulannya yang pertama, Danny masih saja belum bisa menghindar meskipun semenjak dari tadi ia berkelit-kelit melepaskan diri dari kuncian Yizi.


Wajah Danny mulai memerah dibalut dengan keringat yang bermunculan, yang dilihatnya saat ini adalah seorang pria yang tengah menguncinya dan tidak membiarkan Danny untuk lepas.


Ia mulai sadar bila terus begini, maka ia akan terkena Knock Out dan bisa pingsan di tengah pertarungan yang membuat dirinya harus kalah.


Kuncian pria ini hebat, bahkan aku sama sekali tidak bisa melarikan diri, pendiri dari kelompok 'Aliance Fight's memang hebat sekali.


"Aaaah!" Danny berteriak seketika itu juga, teriakkannya itu benar-benar sejalan dengan usaha yang sedang dilakukannya itu.


Ia berusaha untuk membalikkan kuncian itu dengan membanting Yizi ke belakangnya, dan itu berhasil namun hanya sampai pada tahap ia berdiri dan di sana pula Yizi masih bisa mengunci dengan membelakanginya, ia memegang dengan erat leher Danny.


Danny merasa kesakitan karena hal itu, dilihatnya dengan jelas Vincent dan Brock sendiri tengah khawatir dengan keadaannya sendiri.

__ADS_1


***


"Vincent, apakah Danny bisa mengatasi ini? Ia terlihat terdesak sekarang ini ...." Brock merasakan keterdesakan Danny, hingga ia juga merasa ingin memberhentikan saja pertarungan ini.


Keringat Vincent sudah perlahan menetes juga, melihatnya bertarung sekeras ini membawanya terhanyut, ia juga merasa lelah dan gemas melihat pertarungan ini, "Aku tidak tahu Brock, segala hal bisa terjadi, lagi-lagi kita hanya bisa percaya pada Danny." Vincent sendiri mengelap keringatnya yang menetes dengan kain sapu tangan yang melilit di lehernya itu.


***


"Danny, kau harus ingat satu hal bila kau dikunci lawanmu, kau tidak mungkin bisa langsung lepas dari kunciannya itu, namun jangan menyerah pada keadaan itu! Jangan biarkan musuh terus mengendalikanmu seperti itu, jangan biarkan staminamu habis hanya karena terus bertahan, tetaplah siaga karena celah pasti akan selalu ada!"


"Begitukah Kek Sam? Aku akan terus mengingatnya, lagipula memang ini kan yang harus juga dikuasai oleh kita? Melepaskan diri dari kuncian musuh?"


***


"!"


Seketika itu juga Danny ingat akan latihan fisiknya bersama kakek sam selama berbulan bulan. Itu ditunjukkan dengan berlatih dan menguatkan tubuhnya sendiri, bahkan sampai batas dan melampauinya.

__ADS_1


Memang benar Danny sudah menguatkan dirinya, buktinya ia mampu menerima batu permata sihir fisik, ia tahu benar bahwa ia sudah bersiap untuk mengalami ujian fisik / tubuh apapun.


Danny kembali mengingat begitu kerasnya latihannya waktu dulu ditengah cekikan yang dilakukan oleh Yizi itu, ia sampai lupa akan letih dan lelah.


__ADS_2