
Lalu mereka semua memastikan kuda mereka kembali untuk sedikit mendekat ke arah bangunan penginapan itu, mencegah mereka tidak bergeser terlalu jauh, sang pemilik memperhatikan mereka sedang mengurus kudanya itu.
Ia menunggu mereka semua sampai selesai.
"Mari masuk ke dalam," ajak pemilik penginapan itu, diikuti oleh Kibo dan seluruh orang yang lainnya.
Begitu masuk ke dalam bangunan ini, suasananya terkesan remang-remang, masih ada cahaya namun tidak begitu membantu.
Klek ....
Tiba-tiba keadaan sekitar menjadi terang, dapat terlihat banyak meja bundar kayu lengkap dengan tong nya yang berfungsi untuk tempat duduknya.
Ternyata area makan dan minum yang cukup luas di sini, seluruh desain ruangan berwarna coklat dan terbuat dari kayu yang kuat, termasuk pada lantai yang sedang mereka pijaki.
Terlihat lampu utama yang berbentuk bundar ada di langit-langit atap di atas mereka, sinarnya cukup terang untuk menerangi seluruh bagian ruangan ini.
__ADS_1
Dan di sekeliling dinding juga ada semacam obor kecil yang menggantung, sepertinya itu digunakan untuk penerangan darurat bila listrik sedang tidak menyala.
Meja bundar yang tidak terlalu tinggi dan tempat duduknya tertata rapi, sehingga masih memungkinkan orang bisa lewat dengan mudah.
Ada semacam counter di ujungnya, mirip seperti meja resepsionis untuk menyambut tamu yang datang ke tempat ini dan juga berfungsi sebagai tempat memesan dan pula membayar akan apa yang kita pesan di sini.
Di atas bagian resepsionis terdapat pula menu makanan dan minuman yang bisa di pesan, sedangkan tarif untuk menginap tidak tertera di sana.
Dan seseorang muncul dari ruangan khusus yang nampaknya hanya boleh di lewati oleh pemilik dan keluarga penginapan ini, nampaknya ruangan itu adalah ruangan kamar dan dapur mereka yang terpisah antara ruangan ini.
"Silakan duduk saja dulu tuan-tuan sekalian," ucap pemiliknya itu.
Lalu semua orang mengambil tempat duduk yang tersedia di sana, dan ternyata sangat pas, semua dapat duduk dengan nyaman beserta dengan meja coklat yang kosong di depan mereka.
Setiap meja menampung sekitar lima orang, karena meja bundar itu lumayan besar dan ke-lima orang yang duduk pun masing-masing mendapat tempat di sisi meja bundar tersebut.
__ADS_1
Semua duduk dengan rapi, sepertinya sang pemilik akan menjelaskan tentang tempat ini pada mereka semua.
"Terima kasih atas kepercayaan tuan sekalian telah memilih tempat kami untuk persinggahan anda."
"Ini merupakan ruangan bar, makanan dan minuman ada di sini, menu terpampang di atas meja kasir tempat pembayaran itu, menu yang ada di sana sudah pasti dapat kami layani."
Kibo sudah mengetahui hal ini karena memang sedari tadi ia mengamati semua bagian dan titik dari ruangan ini.
"Untuk kamar tuan, ada di atas, di lantai dua, hanya perlu menaiki tangga ini untuk sampai ke atas dengan cepat," ujarnya sambil menjulurkan tangan ke sebelah kiri tepat di mana tangga itu ada.
"Kebetulan belakangan ini kami sama sekali tidak mendapat pesanan kamar, maka dari itu saat ini seluruh kamar di tempat ini kosong dan bisa dipakai oleh tuan sekalian ...."
"Mengapa begitu tuan?" Kibo penasaran mengapa tidak ada petualang yang menginap di sini, padahal hanya inilah bangunan yang mandiri berada di sini, seharusnya banyak peminatnya, begitulah pikirnya.
"Soal itu ...."
__ADS_1