Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 233: Tidak Boleh Dekat-dekat!


__ADS_3

Maka dari itu ketika melihat Yizi yang terpojok karena Arthur, rasa pedulinya memuncak hingga sampai berani untuk menghalangi jalan Arthur saat ini.


Namun sebenarnya ia di dalam hatinya juga bertanya-tanya, apakah akan baik-baik saja seperti ini?


Apakah tindakan sang ksatria suci itu akan bisa dihentikan olehnya? Semuanya itu masih menjadi misteri sampai tiba saatnya ia menghadapinya secara langsung yaitu saat ini.


Tuan Arthur, aku sama sekali tidak menyangka akan melihat sisinya yang seperti ini.


Aku sependapat dengan Yizi, seseorang yang terlalu sempurna di dunia ini pada kenyataannya bisa berubah kapanpun juga, dan bisa jadi perubahannya itu adalah sifat yang tidak bisa lepas dari sifat yang selama ini ia pakai dan terlihat sehari-hari


Aku ... saat ini, harus melindungi Yizi!


Aku tidak akan membiarkannya mendekatinya lebih dekat lagi!


Dengan tekad yang kuat untuk melindungi Yizi, perasaan percaya diri Danny mulai bertumbuh di samping ia sama sekali tidak bisa meremehkan Arthur akan kekuatannya yang luar biasa itu, namun tetap saja apapun yang terjadi sang ksatria suci ini tidak boleh berjalan lebih jauh lagi!

__ADS_1


Perasaan takutnya mulai terkikis habis karena sikap pedulinya yang memuncak terhadap Yizi, saat ini tak lain tak bukan ia melakukan hal ini demi menjaga keselamatan Yizi yang diincar oleh Arthur.


"Waktu untukmu habis Danny, aku akan mulai pekerjaanku saat ini kuharap kau tidak menyesal memilih keputusan ini," ujar Arthur sembari berlari dengan cepat menuju arahnya.


Danny bersiaga memerhatikan dengan seksama pergerakan Arthur, namun sayangnya matanya tidak cukup cepat untuk bisa melihat pergerakan sang ksatria suci itu.


Yang kini dapat ia lakukan hanya memperkirakan akan seperti apa pergerakan Arthur selanjutnya.


Pergerakan Tuan Arthur sangat cepat! Aku hanya seperti melihat kilatan-kilatan bayangan saja, bagaimana ini?!


Tak ada waktu untuk bimbang, ayolah buat keputusan!


Tanpa berlama-lama lagi Danny mulai mengikuti instingnya dengan cepat, ia mengarahkan tinju kosongnya itu ke arah depan, padahal lawannya sama sekali tidak terlihat di sana.


Namun ia tidak meragukan keputusannya itu, cahaya merah tiba-tiba muncul bersinar pada tangan kanan Danny yang hendak menyerang ke arah sembarang itu.

__ADS_1


A-apa ini?


Untuk sesaat Danny merasa terkejut melihat kejadian ini, tangan kanannya tiba-tiba bercaya ketika hendak melancarkan serangannya itu, namun Danny tidak berencana untuk menghentikan serangannya itu hanya karena ada cahaya misterius yang keluar dari tangannya itu.


Dengan sesaat Danny bisa merasakan kekuatannya berkumpul di satu titik, semakin kuat dan lebih kuat lagi, ia mengarahkan tinju tangan kanannya itu dengan penuh harapan prediksinya itu tidaklah salah.


Setelah Danny melancarkan tinjunya, untuk beberapa sesaat belum terjadi apapun, namun pada saat selanjutnya angin besar tiba-tiba muncul dengan keras akibat serangan tangan kanan Danny itu.


Para pria besar Alliance Fight's juga sudah menyingkir dahulu ke daerah yang aman menghindari merisikokan keselamatan mereka jika terlalu dekat dengan orang yang sedang bertarung.


Hempasan angin besar yang tidak terduga itu bahkan sampai merobohkan banyak pohon yang kokoh di sana, dan tentu saja Arthur juga terlempar ke belakang akibat serangan tinju kanan Danny yang memiliki kekuatan yang besar dan daya jangkau yang luas.


Hempasan angin akibat tinju Danny itu masih terasa untuk beberapa saat selanjutnya, efeknya sungguh bertahan cukup lama untuk ukuran sebuah serangan fisik.


Danny melihat tangan kanannya sendiri dan perlahan cahaya merah itu memudar dari pergelangan tangan kanannya itu.

__ADS_1


Danny tidak setuju bilamana ini hanyalah kekuatan fisiknya semata, kekuatan seperti ini jauh melebihi ekspektasinya.


__ADS_2