Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 489: Olivia


__ADS_3

‘Hmmm....’ Sosok perempuan itu memandang sekitar dengan seksama, ia tidak merasakan hawa kekuatan yang dicarinya.


‘Tuan Domer tidak ada di sini?’ Seorang berjubah merah itu bertanya dalam batinnya sendiri, yang memang ia datang ke mari untuk tujuan itu.


Ia hendak melihat bagaimana salah satu prajurit iblis tingkat atas bersiap menguasai daerah Kerajaan Barat.


‘Entah apa yang dipikirkan Raja Archifer, mengapa Shea malah dialih tugaskan untuk menguasai daerah Kerajaan Barat sekarang?’


‘Apa tugasnya menguasai Kerajaan Timur selesai lebih awal?’ Sosok perempuan berjubah merah ini masih menanyakan hal ini dalam hatinya.


Jika memang benar begitu maka itu berarti apa yang diperintahkan Raja Archifer juga tidaklah salah.


‘Mungkinkah dia bisa menguasai daerah besar itu dalam waktu sesingkat ini?’ Sosok perempuan berjubah merah itu tahu kekuatan sang setengah elf itu memanglah besar, tapi tentu saja rencana menaklukan suatu kerajaan bukanlah pekerjaan sederhana, bagaimana dengan halangan yang mungkin saja dihadapi selama rencana itu berjalan?


‘He...heh, seharusnya aku dapat promosi lebih, siapa lagi yang bisa mengajak setengah elf itu?’ Perasaan bangga ada pada sosok perempuan berjubah merah ini.


Dengan adanya sang setengah elf itu, rencana iblis bisa dilakukan dengan cepat dan efisien, memudahkan pekerjaan raja iblis jadi terwujud.


‘....’


Dan setelah memikirkan berbagai macam hal ini, tetap saja jawaban atas pertanyaan awalnya belum diketahui.


‘Jika Tuan Domer pergi ke tempat lain, pasukannya seharusnya di sini.’ Logika itulah yang bisa terjadi di sini, yang pada kenyataannya ia tidak melihat dan merasakan hawa kekuatan besar dari yang dicarinya ini.


Yang ada hanyalah sekumpulan manusia yang berdiri saja menatapnya.


‘Apa mungkin daerah gurun ini ditinggalkan iblis?’ Sosok iblis perempuan itu tidak berhenti memikirkan kemungkinan apa yang bisa terjadi di tempat ini.


‘Jika begitu, Raja Archifer seharusnya memberitahukan hal ini.’


Namun ia tidak mendengar kabar apapun dari pemimpinnya itu yang menyebabkan ia datang ke tempat ini dengan tujuan menemui Tuan Domer.


Apa alasan masuk akal yang bisa menjelaskan kejadian ini? Bukankah rencananya adalah menguasai dunia ini? Lantas mengapa malah menarik komandan besar iblis dan pasukannya dari tempat ini?


Bukankah itu malah bertentangan dengan rencana awal mereka yang ingin menguasai setiap wilayah di dunia ini?


Sosok berjubah merah itu tahu bisa saja tiba-tiba ada perubahan rencana yang terjadi, ia akhirnya perlahan menghentikan dugaannya itu.

__ADS_1


Sekarang, siapa sangka ia kini bertemu dengan seorang yang dicari-cari oleh ras iblis? Siapa lagi kalau bukan pemuda bernama Danny itu?


Sudah susah dilacak keberadaannya, dan kini tiba-tiba bertemu dengannya, rasanya seperti menemukan durian runtuh.


Dan sebelumnya ia juga mendengar kabar soal Shea yang berhasil menemukan dan bahkan bertarung dengan pemuda targetnya itu, ia pikir dengan pertemuan itu maka berakhirlah juga riwayat pemuda bernama Danny itu.


Yang pada akhirnya tidak sesuai dugaannya, lantas apa yang terjadi di antara pertarungan mereka berdua sebelumnya?


‘Mengapa Shea tidak menghabisinya saja?’ Pertanyaan itulah yang kini ditanyakan batinnya sekarang.


Jika sang setengah elf itu bisa menaklukan suatu kerajaan dengan mudah, lantas mengapa mengakhiri satu orang pemuda saja tidak bisa?


Sosok perempuan berjubah merah itu masih menganalisa apa yang dilihatnya, dan apa yang ia tahu sekarang adalah ia berhadapan dengan lima orang dan satu makhluk aneh.


Yang keempat di antaranya punya penampilan mewah dan juga elegan, menunjukkan kasta mereka lebih dari orang biasa. Aura kekuatan mereka juga tidak terasa biasa-biasa saja.


Yang satu adalah pemuda yang sulit dilacak dan terkadang menghilang dengan cepat, dengan kekuatan aneh yang merepotkan.


Dan yang terakhir adalah makhluk hitam dengan sorot mata merah menyala.


‘Hm?’ Sosok berjubah merah itu sadar ada yang aneh dengan makhluk hitam itu.


‘Aku tidak pernah melihat iblis berpenampilan sepertinya.’ Sosok perempuan berjubah merah itu tahu betul ras iblis bisa mengubah penampilan mereka dengan mudah, namun pada kenyataannya ras iblis lebih suka memakai penampilan asli mereka.


Karena makhluk hitam itu berada di golongan pemuda dan orang berpenampilan mewah itu, maka dapat beramsumsi aman bahwa dia itu musuh.


Meski ada hawa kekuatan gelap yang ada pada makhluk hitam itu, namun bukan berarti dia adalah rekannya sekarang.


‘Orang-orang itu yang disebut ksatria suci.’ Bahkan sosok perempuan berjubah merah ini tahu siapa identitas dari empat orang yang sedang menatapnya ini.


Ketenaran tentang mereka bahkan jadi buah bibir bagi ras iblis yang ada di dunia ini.


Namun semuanya itu redup ketika beredar kabar salah satu diantara mereka tumbang oleh Tuan Domer.


‘Jika saja Tuan Domer ada di sini, dia pasti bisa mengakhiri semuanya sekaligus.’ Sosok perempuan berjubah merah itu yakin dengan pendapatnya itu.


Kekuatan komandan besar iblis tentulah sangat besar dan tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan iblis biasa, maka dari itu tidak heran Tuan Domer bisa membuat pamor manusia yang disebut ksatria suci itu meredup.

__ADS_1


Pastia ada alasan mengapa sang komandan besar iblis itu tidak ada di sini, dan mengapa pula ada ksatria suci dengan pemuda itu, dan makhluk aneh hitam juga.


Hanya ada satu cara untuk memastikan apa yang terjadi di sini, sekaligus memastikan target iblis ini benar-benar musnah kali ini.


*


“Nah.” Jessica memasang wajah seriusnya dengan cepat, seketika itu juga kebosanannya terusir seketika.


Mengingat kini muncul sosok berjubah merah dengan wujud perempuan yang berada tak jauh dari antara mereka.


Sret.


Syut!


Seketika itu juga Jessica memanah sosok perempuan itu, tanpa aba-aba apapun, reflek cepat.


Bahkan saking cepatnya sampai membuat siapapun tidak sadar sampai panah itu melesat mengenai targetnya.


Srrr....


“....” Panah yang melayang cepat itu terhenti tepat di depan wajah sosok perempuan itu.


“Kekuatan gelap.” Arthur mengomentari apa yang dilihatnya, karena memang begitulah kenyataannya, aura kekuatan yang dipancarkan sosok itu tidak jauh berbeda dengan sosok iblis yang sudah ditumbangkan tadi.


Itu berati ada satu iblis lagi yang ingin membuat masalah.


“Kau tidak asing.” Danny penasaran mengapa sosok iblis perempuan berjubah merah itu mengatakan sesuatu tentang Shea.


“Hm? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Sosok iblis perempuan itu malah bertanya balik.


“....” Tidak bisa dipungkiri Danny bisa merasakan hawa kegelapan yang begitu melekat dengan Victoria, mau seberapa lama ia mengamati pun tidak berubah juga.


“Victoria.” Danny mengatakan nama iblis yang ia tahu sebagai pancingan.


“Ah, kau kenal guruku ya.”


“... Kalau begitu kau ini....” Danny merasakan hawa kekuatan berbahaya yang sulit dijelaskan dari iblis satu ini.

__ADS_1


“Olivia.” Iblis perempuan itu tersenyum kecil, dan seketika itu juga tanah bergetar hebat.


__ADS_2