Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 122: Munculnya Tawaran


__ADS_3

"Apa?! Kau yakin Danny dengan rencanamu itu?" Vincent hanya bisa melongo mendengar rencana yang telah dijelaskan oleh Danny, ia tidak mengira rencananya itu tidak semasuk akal itu.


Brock sama pula tertegunnya setelah mendengar rencana Danny, nampaknya memang ia sepemikiran dengan Vincent. "Danny kau tahu kan kita tidak bisa keluar dari sini tanpa mengikuti kompetisi itu? Lantas mengapa kau ingin agar kita melarikan diri saat kau suruh nanti? Meskipun kita bisa keluar dari sel namun pelarian kita hanyalah akan menjadi aksi yang sia-sia karena Dark Shadow tidak mungkin membiarkan ini."


Vincent ambil bicara juga, ia mendukung argumen Brock, ia mengira rencana Danny terlalu tidak masuk di akal.


"Benar apa yang dikatakan Brock Danny, aku juga tidak yakin kita bisa keluar dengan cara gegabah seperti itu, kemungkinan untuk sukses sangat kecil sekali."


"Vincent, dengarkan aku dulu, aku yakin kita dapat keluar dari sini- tapi memang kita harus cerdik, para Dark Shadow mungkin saja tidak sekejam yang kita kira, pasti ada celah bagi kitu untuk kabur!"


Brock berkata dengan keras seketika untuk menanggapi Danny yang bersikeras pada pemikirannya sendiri. "Danny! Dengarkan aku! Bila memang kau bisa untuk keluar dari sini bersama kami, bagaimana dengan dua temanmu yang lain?! Apa kau akan meninggalkan mereka?!"


"!" Perkataan keras Brock benar-benar membuat Danny sadar akan pemikirannya yang benar-benar kurang terbuka saat ini, bahkan akibat dari cara berpikirnya itu ia sampai melupakan temannya sendiri.


TEEET!


Bel makan malam memecah pembicaraan mereka. Saat itu, Brock dan Vincent masih saja merasa tidak percaya pada Danny, mereka tidak menyangka Danny akan merencanakan hal yang gegabah seperti ini.

__ADS_1


Danny hanya bisa terdiam, ia benar-benar telah kehilangan pemikiran jernihnya, saat ini tidak ada hal lain yang dapat ia pikirkan selain merenungkan kembali perkataan Vincent dan Brock padanya, karena ia yakin dua temannya itu memberikan penolakan yang tepat untuk menghindari Danny berbuat seperti yang telah dipikirkannya dulu.


Makan malam berjalan seperti biasanya, tenang dan damai, namun perasaan Danny sedang gundah saat ini, ia tidak bisa berpikiran bagaimana cara keluar dari sini sekaligus menyelamatkan teman-temannya yang lain.


Memang hal itu terlihat mustahil, keheningan ini membuat Danny semakin menyadarinya.


Makanan yang ia makan pun terasa hambar, entah mengapa ia jadi kehilangan rasa percaya dirinya- misi yang akan diembannya itu seakan akan berakhir di sini.


Para iblis akan menguasai dunia, manusia berada dalam bahaya, banyak korban yang akan berjatuhan, kini semua pikiran negatif berkecamuk di dalam pikirannya saat ini.


Setelah makan malam selesai, Danny mengambil waktu di dalam toilet, ia hendak merenung entah mengapa ia memutuskan untuk berada di sana namun nampaknya memang ia ingin sendiri dahulu untuk sementara.


Sebagian besar orang telah kembali selnya, Danny tidak bisa melihat seorang pun ketika melewati ruangan makan itu kecuali dirinya, mungkin saja memang orang-orang lebih suka berada di selnya itu.


Danny tidak habis pikir, itukah yang diharapkan oleh orang yang berada di sini? Apakah mereka tidak mau untuk pergi dari sini?


Ah ... benar juga, karena mungkin memang karena kemungkinannya yang terlalu kecil, berharap pun hanya akan membuat hati sakit karena tidak pernah tercapai.

__ADS_1


Jadi lebih baik menyerah saja begitu? Apakah ini jalan yang terbaik? Apakah tidak ada jalan lain yang bisa di tempuh?


SYUUT ...


"Danny ...."


"WUAAAH!"


Danny kaget tiba-tiba ada makhluk bayangan yang bermata merah tiba-tiba muncul di depannya di ruangan makan itu, mungkin saja dia hantu?


"Han-"


"Cukup, aku bukan hantu, aku adalah pemimpin dari Dark Shadow," ucapnya dengan nada suara yang sama sekali tidak terdengar seperti manusia.


"Aku punya kabar gembira bagimu," ucap pemimpin Dark Shadow itu pada Danny


"Kabar gembira?" Danny menjadi penasaran, kabar gembira macam apa yang ia maksud?

__ADS_1


"Aku bisa mengeluarkanmu dari sini ...."


__ADS_2