Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 518: Pengalihan!


__ADS_3

"AHAHA!" Shea terlihat bersenang-senang melihat kedua musuhnya.


Bagaimana tidak? Apalagi yang lebih menyenangkan daripada melihat orang yang kesusahan?


Tidak peduli seberapa banyak ia menggunakan teknik yang sama, tidaklah masalah.


Asalkan musuhnya binasa, kenapa tidak?


Hanya dengan menunggu para musuhnya ini kelelahan, maka kemenangan pun sudah ada di tangannya.


Namun jika terus begitu rasanya membosankan juga.


Bagaimana kalau ditambah dengan bumbu lain juga?


Shea berdiri di atas salah satu pohon yang tinggi, melihat penderitaan lawannya yang berusaha untuk melarikan diri.


"Energi Alam: Monster Alam."


DDDRTTTT....


Seketika itu juga salah satu pohon besar bergerak, dan malah muncul mata dan gigi tajam.


Sulit dipercaya namun begitulah kenyataannya.


Shea bisa melihat kedua lawannya sadar ada yang berbeda.


"Nah, begini 'kan jadi lebih menarik." Shea duduk santai di dahan pohon besar itu, tidak sabar melihat lebih banyak penderitaan lagi.


Di sisi lain, Danny dan Raven terdiam melihat pohon besar yang tiba-tiba hidup seperti itu.


Entah mengapa melihat monster ini membuat Raven ingat akan suatu tempat mengerikan.


Yang di mana tempat mengerikan itu penuh dengan pohon hidup yang mengerikan dan siap untuk memangsa siapa saja yang berani dekat-dekat.


Kurang lebih sekarang pun sama, hanya saja lebih besar dan lebih mengerikan lagi.


"Kau familiar dengannya?" Danny menatap Raven. Tidak disangka Danny ternyata punya kemampuan memerhatikan yang baik juga.


Bukan tanpa alasan Danny menanyakan hal ini karena bisanya si Raven ini selalu berisik saat ada sesuatu, namun kali ini tidak.

__ADS_1


"... Apapun yang terjadi jangan sampai dimakan." Sorot mata merah Raven mengisyaratkan ia mengatakan ini serius.


"...." Danny mengangguk kecil. Entah mengapa ia tidak merasa harus mendengar itu.


Karena tidak usah diberi tahu sekalipun, siapa juga yang ingin masuk ke mulut besar pohon raksasa hidup?


"GGRRRR...."


Pohon hidup itu mengeluarkan suara nyaring, sementara itu dengan cepat akar-akar pohon langsung menancap pada pohon hidup.


"YEAH! AKHIRNYA TIDAK DIKEJAR LAGI!" Raven mengangkat kedua tangannya ke atas, karena ia sendiri capek lari dari kehidupan, ah maksudnya dari kejaran akar pohon hidup.


"...." Sementara itu Danny tidak berekspresi sama dengan Raven, malahan ia terlihat makin serius.


Raut wajahnya seolah mengatakan 'ada yang tidak beres'.


KRAK!


KREK!


Dan seketika itu juga getaran hebat dan retakan dari dalam tanah muncul, membuat Danny dan Raven memerhatikannya dengan seksama.


"...." Danny mengangguk kecil, ia berpendapat sama, memang yang muncul dari tanah itu bukanlah akar pohon, melainkan anak pohon kecil yang hidup.


"Griiii!" Makin banyaklah anak pohon kecil yang muncul dari tanah, mengeluarkan suara juga, dan harus diakui suaranya lebih enak didengar dibandingkan pohon besar.


Tak lama kemudian ada sekitar sepuluh anak pohon, mereka hidup punya mata dan juga mulut. Penampilan mereka tidaklah selucu suaranya.


Danny dan Raven masih menunggu apa yang akan mereka lakukan. Sementara itu mereka bersiaga.


SHHH....


"Sihir!" Danny bisa merasakan kekuatan aneh dari mereka!


Para pohon kecil ini mengeluarkan sihir hijau terang masing-masing dan tidak tanggung-tanggung kekuatannya benar-benar tidak terkira.


Glup.


"HEH." Raven melihat ke bawah, sementara itu ia mulai tenggelam seakan ditelan tanah.

__ADS_1


"BUKANNYA ILUSI!?" Raven tidak menyangka si Danny ini malah salah menilai serangan musuh.


"!" Danny melihat ke bawah, dan tubuhnya juga merosot, tersedot ke bawah.


Benar saja,para anak pohon itu ternyata tidak melancarkan serangan jarak jauh, melainkan teknik kejutan seperti ini!


Di sebagian besar area di mana Danny dan Raven berpijak, kini sudah berubah menjadi lumpur yang bisa menyedot siapapun yang ada di atasnya.


"GRWAAAH!" Kini suara sang pohon besar kembali terdengar, dan seketika itu juga Danny dan Raven merasa tubuhnya malah jadi semakin sulit digerakkan.


"ASTAGA!" Raven sadar, atau lebih tepatnya terlambat menyadari. Apa yang ia khawatirkan dari awal malah jadi kenyataan!


"Ugh!" Danny bisa merasakan separuh tubuhnya kini sudah benar-benar kaku.


Ini menandakan mereka tidak hanya tersedot ke bawah, melainkan juga mengeras di saat bersamaan.


Lumpur ini tidak menenggelamkan! Malahan mengeraskan!


Pohon-pohon hidup ini mengeksekusi serangan yang tidak terduga, dan jikalau dilihat dari sisi netral cukup mengesankan juga sebenarnya.


Danny berusaha menguatkan aura sihirnya, sudah dari awal ia melakukan ini.


Namun tepat ketika tubuhnya mulai tersedot ke bawah, energi sihir dalam dirinya jadi tidak stabil.


Entah mengapa bisa begitu, namun kemungkinan besarnya adalah karena teknik pohon kecil yang misterius itu yang mengacaukan aura sihir.


Dan sekarang tubuhnya mengeras bak batu.


Dengan kekuatan sihir yang terganggu seperti ini, bagaimana bisa melepaskan diri?


Apakah ini membuat pertanyaan baru? Tentu saja! Mengapa Danny dan Raven malahan tetap bersantai menunggu lawan saja? Bukankah mereka punya kesempatan besar untuk mengakhiri musuh yang muncul itu!?


Pada akhirnya Raven dan Danny sadar sekarang, bahwa menunggu musuh bukanlah pilihan terbaik di saat ini.


"Heheh...." Sedang Shea melihat situasi makin menarik di bawah sana.


Tidak lama lagi mereka akan berubah jadi patung batu dan menjadi makan bagi pohon hidup induknya itu.


Strategi pengalihan dengan pohon-pohon hidup kecil nan imut juga tidak buruk, malah terbukti efektif.

__ADS_1


Bukankah dimakan pohon hidup akan jadi akhir mengesankan? Shea tidak sabar melihatnya.


__ADS_2