Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 288: Luka Tidak Lama


__ADS_3

Brock jadi merasa bersalah karena tidak mengerti dan mudah tersulut emosi karena kekonyolan temannya itu, namun pada saat ini ia merasa harus melakukan sesuatu agar Vincent yang tengah berada di kondisi yang kurang bagus itu bisa segera ditangani.


"Sial! Seharusnya aku sadar dari awal! Tidak seharusnya aku terus-terusan memarahinya karena sikap konyolnya itu!" Brock merasa apa yang telah dilakukannya itu tidak mencerminkan teman sebagaimana mestinya.


Danny memegang bahu Brock untuk menenangkannya. "Tenanglah Brock, kita pasti bisa mencari jalan keluar agar Vincent bisa kembali seperti semula ...."


Danny tahu Brock sebenarnya punya hati yang baik, namun sifatnya yang sensitif itu ia mudah menilai sesuatu menurut pandangannya sendiri dan kalau sudah begitu pada akhirnya ia akan terus mempertahankan pendapatnya itu dan sulit untuk mengalah.


Di sisi lain sifat Vincent yang terkadang konyol memanglah tidak dibuat-buat, dia memang sudah seperti itu dan ia tetap bangga menjadi dirinya sendiri, namun di saat berhadapan dengan Brock, ia juga sama saja sering berselisihpaham dan tidak mau mengalah juga darinya.


Meskipun ada perselisihan namun pasti ada titik temu tidak lama kemudian, Danny bisa tahu karena memang sudah beberapa waktu bersama dengan mereka, jadinya Danny bisa menilai bagaimana hubungan pertemanan mereka itu.


Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Vincent dan Brock meskipun mereka sering berselisih seperti itu; hal itu bukanlah hal yang perlu terlalu dikhawatirkan dari mereka berdua.


Danny tahu Brock memang peduli pada Vincent, dan begitupula sebaliknya, dan saat ini Danny bisa melihat Brock begitu cemas dan pucat ketika melihat Vincent yang saat ini tidak berdaya itu.


"Aku- aku tahu Danny, tapi bagaimana dengannya saat ini? Dia mungkin saja menghabiskan sisa kekuatannya hanya untuk membalas perkataanku ... dan itu aku sama sekali tidak menyadarinya."


Danny tahu apa yang dikatakan Brock memang benar, Vincent memang nampak baik-baik saja, namun pada kenyataannya tidak seperti itu; kedoknya untuk bersikap kuat dan biasa-biasa saja pada akhirnya terbongkar.


"Mengapa kau tidak mengatakan kondisimu yang sebenarnya Vincent?! Mengapa kau malah meladeni ucapanku?!"


Brock benar-benar tidak menyangka akan melihat temannya tidak berdaya saat ini, ia pikir Vincent berada di dalam kondisi yang bagus, namun sekali lagi kenyataannya memang tidak seperti itu.


Danny bisa melihat Vincent memang berhasil menyembunyikan apa yang sebenarnya ia rasakan, yaitu luka bekas serangan Yizi yang ada pada tubuhnya itu yang saat ini telah menumbangkan tubuhnya.


Vincent tidak menunjukkan tanda-tanda ia sakit atau apapun yang mencurigakan, Danny juga tidak habis pikir mengapa Vincent menyembunyikan lukanya seperti ini dan terus bersikap biasa-biasa saja; Danny tidak bisa menemukan alasan yang tepat mengapa pria berambut sebahu itu melakukan hal sepertu itu

__ADS_1


Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Danny bisa melihat Vincent berada di kondisi yang kurang bagus saat ini; tubuhnya terlentang dan ia seperti kehilangan kekuatan pada tubuhnya itu, ia masih sadar dan masih berusaha terlihat melawan rasa sakitnya itu, namun saat ini Danny dapat melihat Vincent sudah kewalahan dalam menghadapi rasa sakitnya itu dan sepertinya kesadarannya tidak bisa bertahan lebih lama lagi.


Sial! Hari ini aku benar-benar sial! Mengapa tubuhku bisa lemah seperti ini?! Bukankah aku sudah bersikap keren pada ketiga orang ini?! Lantas mengapa aku harus menujukkan kelemahanku saat ini?!


Vincent masih bisa sedikit membuka matanya, ia meringis kesakitan, nafasnya terasa sesak dan ia merasa tidak mau bergerak saat ini.


Sepertinya aku malas gerak di sini ... bukan karena aku seperti itu, hanya saja tubuhku ini semakin lemas saja, haaah ini benar-benar tidak bagus ....


Vincent bisa melihat sekelebat bayangan tiga orang yang terlihat sedang berada di dekatnya saat ini, ia juga tahu sudah pasti mereka bertiga khawatir akan keadaannya itu.


A-aku tidak berhasil mengatasi rasa sakit akibat terkena serangan Yizi itu, aku tidak tahu salahku apa tapi saat ini aku harus menganggung derita karena serangan nyasar itu, ini sama sekali tidak bagus.


Haaah ... aku benci mengakuinya, tapi memang kekuatan si Yizi itu benar-benar mengerikan! Aku sampai terpental jauh dan mendarat di pohon yang tidak rata permukaannya, ini benar-benar kesakitan double yang kurasakan saat ini ....


Aku mendengar dia, sebagai pemimpin kelompok yang anggotanya sudah berbadan besar seperti itu, ternyata kekuatan dia juga tidak main-main, meskipun ia tidak bertubuh besar namun tetap saja serangannya itu benar-benar tidak bisa kuduga sama sekali.


Aku bukan orang yang tidak teliti, hanya saja serangannya yang tiba-tiba mengarah padaku itu terlalu cepat dan aku lambat menyadarinya, aku tidak menemukan alasan mengapa ia menyerangku selain daripada itu adalah serangan yang meleset yang mengenaiku.


Untungnya selama aku berada di sel itu, aku rajin mengikuti kompetisi para pria yang kemudian selalu berakhir dengan babak belurnya diriku, mungkin itu bisa dijadikan pengalamanku sebelum ketika aku menerima serangan Yizi, dan sejujurnya serangan Yizi mungkin saja merupakan gabungan serangan dari orang-orang kuat yang pernah kulawan di kompetisi penjara itu dahulu.


Meskipun telah kubandingkan, rasanya memang serangan Yizi itu sangat berbeda dari apa yang telah serangan yang pernah ia terima dari kompetisi di penjara itu.


Memang kalau menerima luka dia adalah ahlinya; Vincent berhasil tetap bangkit meskipun luka terus terukir di tubuhnya, namun untuk kasus yang sekarang ia tidak memiliki kekuatan untuk bisa bangkit kembali.


Vincent merasa kejatuhannya itu tidak hanya pada tubuh fisiknya saja melainkan pada harga dirinya juga; padahal sudah susah-susah bersikap keren namun akhir yang tidak diharapkan malah terjadi.


Tapi aku sendiri bersyukur karena memang aku sudah berlatih menerima rasa sakit; meskipun rasa sakit yang kuterima ini lebih besar, setidaknya aku masih bisa hidup sampai sekarang ini.

__ADS_1


Vincent tidak bisa membayangkan akan bagaimana jadinya jika serangan tidak sengaja Yizi itu adalah penanda akhir hidupnya; kini ia malah memikirkan akan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi selain apa yang telah ia alami ini.


Misalnya, bagaimana kalau ia sampai langsung meninggalkan dunia akibat serangannya itu? Atau dengan cara mengerikan seperti: ia meninggal dengan kepala yang terlempar karena terlepas dari tempat asalnya akibat serangan Yizi itu.


Bayangan mengerikan mulai muncul, padahal ia mulai kehilangan kesadaran saat ini, namun setidaknya ia bersyukur hal mengerikan itu tidak terjadi padanya.


Pikiran apa ini? Apakah ini semacam kilas balik kehidupanku? Atau apakah ini hanya bayangan mengerikan yang bisa saja kualami? Lantas mengapa tiba-tiba aku membayangkan hal ini?


Vinceng mulai berpikir yang macam-macam saat ini, ia malah berpikir ini adalah akhir hidupnya karena ia mulai membayangkan kilas masa lalu hidupnya.


Tidak ... tidak ada yang menarik di hidupku, dan tidak ada yang perlu tahu tentang ceritaku ... semua itu tidak penting ....


Vincent tahu ia tidak suka mengingat suatu hal yang sudah berada di belakangnya; ia bukan tipe orang yang masa lalu kemudian hidup di dalamnya di masa sekarang, Vincent adalah seorang yang menatap masa depan dan tidak membiarkan dirinya terikat masa lalu.


Aku tahu aku masih diberikan kesempatan ... untuk hidup, namun sepertinya ini akan menjadi akhir dari perjalananku ....


Vincent mulai tidak bisa mendengar apa yang temannya katakan padanya, telinganya berdengung dengan cukup keras dan ia tidak tahu apa yang saat ini dibicarakan oleh ketiga temannya saat ini.


Hawa dingin tiba-tiba dirasakan olehnya, keringat mulai bercucuran deras, nafasnya semakin tidak beraturan.


Pada akhirnya Vincent sudah tidak bisa melihat dan mendengar apapun, ia sudah sampai pada batasnya; ia sudah berjuang sekuat yang ia bisa.


Kupikir serangan tadi malam tidak akan begitu menggangguku, namun ternyata aku salah ... aku terlalu meremehkan dan berpikir aku kuat ... haaah, semua itu hanya menghasilkan sesuatu yang buruk seperti yang saat ini kualami ....


Mengapa aku tidak jujur saja dari awal pada mereka? Bukankah jujur akan membuatku merasa lebih baik? Mengapa aku tidak melakukannya?


Ti-tidak bukannya seperti itu, aku tahu kondisiku memang tidak baik-baik saja, hanya saja memang aku tidak punya cukup waktu untuk memberi tahu mereka mengenai kondisiku, aku benar-benar tidak sempat ....

__ADS_1


Alasan terutama adalah aku ingin tetap menjadi diriku sendiri, lagipula aku akan meninggalkan dan akan mengubah arah jalan hidupku saat ini ... padahal baru saja aku memutuskan hal ini ....


Menyedihkan sekali!


__ADS_2