
Gadis itu berhenti berbicara sejenak, "Saya memang telah membaca buku tersebut, tetapi akhir dari buku itupun saya tidak tahu..."
Danny mengerti, memang buku tersebut memancarkan aura menarik dan sekaligus dengan perasaan tersendiri yang berbeda.
"Buku itu bukan fiksi kan?" tanya Danny, ia ingin mengetahui pendapat orang lain mengenai buku yang ia baca itu.
"Tidak Tuan, buku tersebut memang memuat sejarah tentang dunia ini..." jawab Gadis itu, dari sorot matanya yang normal tidak ada indikasi bahwa dirinya tengah berbohong, akhirnya Danny memilih untuk memercayainya
Gadis itu menatap teh yang tadi dibuatnya, terlihat asapnya sudah mulai menghilang, "Ah, silahkan diminum tehnya tuan, maaf gara-gara saya tehnya jadi dingin..."
"Oh, tidak apa... kau tidak mau disini dulu?" tawar Danny, mungkin saja gadis pelayan itu mau menghabiskan waktu lebih banyak di kamarnya.
"Oh tidak tuan, saya ada pekerjaan lagi..." Gadis itupun akhirnya meninggalkan Danny, dan akhirnya ia mencicipi teh yang dibuatkan Gadis itu, aromanya harum dan membuat tubuhnya hangat. Sejauh ini teh inilah yang paling enak menurutnya.
****
Hari sudah mulai sore, Danny segera mempersiapkan diri untuk membersihkan badannya, ia beranjak untuk pergi ke kamar mandi, dan ternyata tidak ada. Yang ada hanyalah pemandian yang begitu luas.
__ADS_1
Danny sama sekali belum terbiasa dengan pemandian seperti ini, lagipula ini terlalu luas namun ketika masuk kedalamnya Danny merasa nyaman karena airnya hangat dan menenangkan.
Ini merupakan pengalaman pertama seumur hidupnya, nampaknya ia harus lebih bersantai sejenak.
"Ini begitu menyenangkan" , Danny menghabiskan beberapa waktu di pemandian pribadi itu, disekelilingnya hanya ada bak dan alat semacam gayung untuk menujang membersihkan badannya.
Setelah beberapa saat akhirnya Danny selesai dengan urusan mandinya itu, ia kembali ke kamar untuk berganti pakaian, dan kemudian malam pun tiba.
Tidak ada yang berbeda dari sejak ia siang sampai malam hari, semuanya nampak tenang dan hening dan lagi ia sama sekali belum bertemu Patricia lagi.
Akhirnya Danny memutuskan untuk keluar dari rumah besar itu, ia ingin menikmati malam di halaman depan yang ditumbuhi rumput hijau dan dua buah air mancur disebelah sisi kanan dan kiri yang dibatasi jalan utama ke rumah itu.
"Indah ya?" tiba-tiba terdengar suara perempuan disampingnya dan kemudian ia duduk menemani Danny yang sedang berbaring.
"Oh, Patricia... Ya bintangnya memang indah" sahut Danny, bintang di langit itu memang lebih bercahaya dan lebih banyak dibanding biasanya, sehingga mereka tidak perlu takut lagi akan kegelapan.
"Membuat tenang ya?", Patricia terus mengomentari bintang itu, memang keindahannya benar-benar tidak bisa dikomentari lagi, atau dalam kata lain tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana indahnya bintang-bintang itu.
__ADS_1
"Ya, kau benar... eh tunggu kenapa kamu disini?" Danny penasaran akan kehadiran Patricia yang secara tiba-tiba.
"Aku menghabiskan waktu di ruang pijat...", gaya bicara Patricia menandakan rasa senang dan emosinya terkesan bagus saat ini.
"Ah kalau aku tahu ada ruang pijat, aku juga pengen dipijat haha.." ucap Danny, mungkin pijat tidak terlalu buruk malah bisa membantu merilekskan tubuh.
"...Dan lagi.. pemijatnya itu cowok pelayan cakep....hmmm.." tambah Patricia dengan suara godaan wanita,
"He...hei...", melihat Patricia seperti itu nampaknya memang dia menikmatinya
Patricia kemudian bertanya pada Danny, "Kau siap untuk besok?", ia terlihat masih memikirkan bagaimana latihannya.
"Tentu.. kau juga harus siap lho...", ucap Danny, ia tidak mau ada yang 'tidak siap' untuk latihan besok.
"Tapi jangan memaksakan dirimu ya..." tambah Danny, ia mengucapkan itu karena memang ia sedikit mengkhawatirkannya
"Oho.. kau khawatir padaku?" suara godaan muncul lagi dari mulutnya, ternyata memang perempuan lebih peka ya?
__ADS_1
"Itu saranku saja.. tidak lebih..." Danny terkesan mempertahankan harga dirinya sebagai pria.
Mereka berdua sedikit menghabiskan waktu dibawah indahnya bintang-bintang sebelum akhirnya beristirahat untuk menjalani latihan mereka esok hari.