Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 516: Kerja Bagus


__ADS_3

Sret.


Arthur melihat dengan seksama amplop putih itu. Matanya agak membesar ketika melihat tulisan ‘untuk Hellen’.


“....” Arthur terdiam, sedang dalam batinnya ia bertanya-tanya akan hal ini.


Mengapa ia bisa membawa benda dari masa lalu seperti ini? Arthur pikir kilas balik yang ia lihat itu adalah sesuatu yang biasa dilihat ketika sudah diujung kehidupan.


Namun jika hanya itu, tidak mungkin ia bisa membawa amplop dari masa lalu.


Lantas bagaimana bisa amplop itu bisa ada padanya?


Dugaan sementara dan yang paling mungkin terjadi ini adalah efek dari teknik yang digunakannya.


“Berikanlah surat itu kepada siapa itu ditujukan.” Sophia memberikan saran yang masuk akal.


Arthur sedikit menggelengkan kepalanya. “Aku harus membantu Danny.”


Memberikan surat pada seseorang bisa dilakukan nanti. Masakan ia mengabaikan apa yang penting demi hal ini?


Arthur tahu surat ini milik rekannya yang tidak sempat diberikan, otomatis surat ini penting.


Tapi apakah lebih penting daripada apa yang sekarang terjadi?


Sudah jelas-jelas keadaan tidak baik-baik saja, masakan ia tidak mengerahkan apa yang ia bisa lagi?


“Tugasmu sudah selesai. Tidak akan ada kesempatan lagi nanti.” Entah mengapa Sophia jadi terdengar serius ketika mengganti topik sederhana seperti ini.


Kenyataannya adalah Sophia merasakan suatu energi unik dari surat yang dipegang Arthur. Jika terlalu lama dibiarkan maka benda itu cepat atau lambat akan menghilang.


Sophia tidak tahu surat berenergi unik itu berarti apa bagi sang pria pirang ini. Namun yang pasti ia hanya memperingatkan saja.


Terkadang ada hal kecil yang sepele, namun sebenarnya itu sangat berarti.


Sophia tidak tahu isi amplop putih itu. Dari awal ia menunggu sang pria pirang itu menyadarinya, namun pada akhirnya terlalu lama.


Bukan tanpa alasan juga Sophia mengatakan hal ini, karena ia sendiri tahu bagaimana kondisi Arthur saat ini.


Ia memang memulihkan kondisinya dari situasi gawat, namun bukan berarti dia sudah benar-benar pulih juga.

__ADS_1


Sophia bisa merasakan ketidakstabilan aura sihir yang ada padanya. Dan itulah sebabnya mengapa pria pirang ini tidak kunjung sadar akan benda yang dipegangnya sendiri.


Memaksakan diri dengan kondisi itu tidaklah baik adanya.


Sophia menghargai akan semangat dari sang ksatria suci ini, namun memang lebih baik lagi jikalau dia beristirahat dahulu.


“A....” Arthur tidak meneruskan perkataannya, padahal kata-katanya sudah hampir di ujung mulutnya.


“Selama aku... masih ada....” Arthur menatap sang gadis cantik ini dengan penuh arti. Ia merasa masih belum cukup melakukan sesuatu.


Yang di mana rekannya sudah benar-benar melakukannya. Karena itulah sangat berat berhenti di tengah seperti ini.


“Jangan mati sia-sia.”Sophia menatap balik dengan tajam, bahkan dari nada suara lembut dan raut wajah cantik pun. Ketegasan yang berati sangat terasa dari sang demi human ini.


“....” Sementara itu Arthur terdiam dan perlahan sadar, melawan iblis tidak cukup hanya dengan tekad besar saja.


Apakah ia bisa menjamin akan bisa membantu di tengah kondisinya yang seperti ini? Arthur tidak yakin.


Apa yang dikatakan sang gadis cantik itu adalah kebenaran.


Seolah apa yang dimaksudkannya adalah sama dengan yang ia maksudkan pada teman-temannya ketika meminta mereka mundur. Kemungkinan besar ia hanya akan merepotkan rekannya tanpa bisa membantu apapun.


Untuk beberapa saat ke depan Sophia tidak mendengar adanya pemaksaan dari pria pirang ini yang ingin melanjutkan usahanya. Sepertinya dia sudah mengerti, dan baguslah kalau begitu.


Arthur mengambil nafas, ia menurunkan tekad serendah-rendahnya, menyadari posisinya sekarang.


“Percayalah pada rekanmu.” Sophia mengangkat tangan kanannya, dan seketika itu juga aura sihir biru langsung menyelimuti tubuh Arthur.


“!?” Arthur tidak mengerti mengapa sang gadis cantik itu malah menggunakan sihir teleportasi pada dirinya.


SYUT!


Keberadaan Arthur pun pada akhirnya menghilang dari padang gurun ini.


Sophia tidak mengatakan sama sekali ke mana ia mengirimkan Arthur.


Pembicaraan yang terlalu panjang tidak diperlukan. Sophia tahu keadaan Arthur butuh lebih banyak lagi pemulihan.


Jadi dia tidak perlu menghabiskan waktu lebih banyak lagi dengan menjelaskan ke mana ia akan mengirimnya.

__ADS_1


Sophia melihat ke arah timur, ia yang sudah beberapa kali ada di sana dan memilih untuk mengirimkannya ke sana.


‘Ada kekuatan besar di sana.’ Sophia sebelumnya sudah melihat sekilas bagaimana keadaan pusat kota Kerajaan Timur, keadaannya sesuai dengan apa yang diprediksikannya.


Kehancuran yang tidak bisa dihindari. Tanda inilah yang membuat Sophia tidak punya pilihan lain selain menunjukkan eksistensinya.


Energi kekuatan yang terpancar dari Kerajaan Timur itulah yang membuat Sophia memilih memindahkannya ke sana, karena dia bisa mendapatkan pertolongan lebih banyak di sana.


Tidak mungkin mengeksekusi rencana ‘serangan kejutan untuk iblis’ mengingat Danny belum selesai mengumpulkan apa yang dibutuhkannya.


Setelah mengamati bagaimana keadaan Kerajaan Timur. Selanjutnya pilihan Sophia hanyalah untuk mengikuti jejak kekuatan besar yang bisa dilacak, dan karena hal itulah ia bisa berada di sini.


Jikalau begitu mengapa bisa-bisanya sang penjaga hutan sihir butuh waktu lama sekali untuk sampai ke padang gurun ini?


Bukankah ia bisa berteleportasi dengan cepat? Dan dengan begitu tentunya ia bisa membantu para mantan ksatria suci dan bertemu Danny lebih cepat?


‘Untunglah aku masih sempat menyelamatkan seseorang.’ Sophia tidak menyangkal fakta bahwa memang ia terlambat.


Pada kenyataannya ia memang mengumpulkan informasi dari hutan tempatnya beroperasi. Ia tidak mengumpulkan informasi dengan intensif sampai ke berbagai tempat juga.


Hal ini membawa fakta bahwa teknik teleportasi adalah suatu teknik yang mengharuskan penggunanya setidaknya ‘pernah’ berada di tempat itu.


Syarat itu tidak disanggupi Sophia. Karena ia baru pertama kali juga datang ke area terbuka seperti ini.


Bahkan bagi seorang demi human penjaga hutan sihir, memakai teknik teleportasi tanpa pernah ke tempat yang ingin dituju, tidak berarti jadi mudah.


Yang alhasil memakai teknik teleportasi seperti itu membuat energinya terkuras hebat, dan juga butuh waktu yang cukup lama.


Itulah yang sebabnya ia tidak bisa memulihkan lebih lanjut sang pria pirang bernama Arthur ini, karena tidak mungkin ia menghabiskan energinya hanya untuk hal ini saja.


Berbeda dengan mengirim Arthur ke Kerajaan Timur, ia dapat dengan mudah melakukannya.


Sophia melayangkan pandangannya ke area padang gurun. Sekarang tidak banyak yang bisa ia lakukan di sini.


Sophia menguatkan aura sihirnya, dirinya jadi makin bercahaya. mencari petunjuk apa yang akan ia lanjutkan setelah ini.


Tidak ada pilhan lain selain bergerak cepat. Sophia tahu rencana awalnya tidak akan sempat.


‘Aku harus mencari Danny,’ batin sang gadis bercahaya. Ini

__ADS_1


adalah prioritasnya.


*


__ADS_2