
Begitu Danny tergeletak gelombang berwarna kuning muncul kembali yang dalam pandangan pemuda itu dan karena gelombang itu muncul kembali, kini situasi kembali normal seperti biasanya.
Burung-burung diudaran yang tadinya bergerak sangat lambat sudah kembali bergerak dengan normal dan juga Tuan Housen yang sedang tersenyum sempurna saat ini menyelesaikan senyuman yang belum selesai tadi.
"Sepertinya pemuda itu butuh sedikit istirahat." Tuan Housen tetap menaruh tangannya di dada sambil tersenyum, kini ia tahu potensi dari anak muda yang dilatihnya ini memang besar dan sepertinya dalam waktu tidak lama muridnya ini akan segera menguasai apa yang sedang berusaha dipelajarinya ini.
"Haaah! Akh!" Danny akhirnya bisa kembali menghirup nafas sebelum benar-benar kehilangan kesadarannya.
Tubuhnya yang terkelungkup melihat ke arah Tuan Housen yang sedang memperhatikannya itu Danny tidak bisa melihat gurunya itu dengan jelas namun setidaknya ia tahu ada perbedaan dari senyuman yang belum selesai yang dilihatnya tadi di saat semuanya bergerak lambat.
"Hah!" Danny kaget mengetahui semuanya normal tanpa diduganya, ia berusaha untuk berdiri karena kesadarannya sudah kembali padanya begitupula dengan kekuatannya.
Setelah berdiri Danny segera mengucek matanya agar ia tidak salah lagi melihat dan merasakan apakah ini sudah normal ataukah waktu masih berjalan lambat.
"Tu- tuan Housen?" Danny memastikan Tuan Housen yang masih saja tersenyum padanya itu bergerak lambat atau tidak, ia sendiri tidak memerhatikan burung-burung di udara tadi melainkan hanya gurunya saja yang lagi-lagi memberikan perubahan kecil dalam pergerakan.
Perlahan namun pasti Danny bisa merasakan hilir angin yang dingin menerpa tubuhnya sekarang yang tadinya tidak bisa dirasakannya ketika semua bergerak lambat.
"Ah!" Danny akhirnya sadar semuanya sudah kembali normal seperti sedia kala, entah mengapa ia bisa keluar dari situasi membingungkan itu, namun untungnya ia bisa kembali lagi menghirup nafas dan dadanya tidak lagi sesak pula.
"Cukup bagus Danny." Pak tua itu mengangguk-angguk mengomentari anak muidnya itu, ia tadi bisa melihat dengan jelas dan juga merasa bagaimana cepatnya pemuda yang sedang dilatihnya.
Danny yang mendengar ini kebingungan, belum ia mengerti dengan kejadian yang sebelumnya ditambah sikap gurunya ini membuatnya bertanya-tanya pula, jadinya apa yang sebenarnya terjadi di sini?
__ADS_1
"Sa-saya tidak mengerti Tuan." Danny yang tiba-tiba menerima latihan yang seperti tadi tanpa mendengar penjelasan apapun belum mengerti dengan pasti apa yang sebenarnya Tuan Housen lakukan padanya.
"Hm? Baiklah, akan kujelaskan, apa yang kulakukan padamu tadi adalah pengetesan akan kekuatan batu permata mulia kecepatan Danny, aku menggunakan sebagian kecil kekuatan batu ini padamu dan mentransferkan sedikit energinya, jadi sebelumnya untuk sesaat kau mendapat gambaran mengenai kekuatan batu permata mulia ini."
Penjelasan Tuan Housen yang cukup panjang tidak membuat Danny langsung mengerti, masih ada pertanyaan di benaknya mengenai latihan sebelumnya itu.
"Saya sebelumnya merasakan semuanya berjalan lambat, dan setelah beberapa saat kemudian dada saya menjadi sesak dan terasa sakit dan tidak bisa bernafas ketika masih dalam kondisi lambat seperti itu." Danny ingat bagaimana tadi kondisinya mulai berubah setelah mengalami pengalaman waktu dan suasana kejadian yang melambat itu.
Pak tua itu yang mengetahui semuanya karena telah membuat anak muda ini merasakan kekuatan batu permata mulia kecepatan, yang memang ini adalah awal yang bagus bagi Danny yang sedang berlatih itu.
"Kondisi di mana semua hal disekitarmu menjadi lambat bukanlah dalam arti yang sebenarnya Danny."
"Bukan dalam arti yang sebenarnya?" Danny menjadi penasaran akan apa yang dimaksud oleh gurunya saat ini.
"Jadi anda melihat saya bergerak cepat ke belakang?" Danny akhirnya mulai bisa mengikuti apa yang dijelaskan gurunya itu padanya, ternyata lambat dalam pengertiannya sedikit kurang tepat, yang tepat adalah satu hal: ia bergerak sangat cepat sampai-sampai keadaan di sekitarnya dilihatnya menjadi lambat seperti itu.
"Benar sekali, itulah yang akan kuajarkan padamu Danny." Tuan Housen berhenti menghilangkan tangannya di dada, dan kemudian menunjuk pada tangan kanan Danny yang memang sedang bercahaya sekarang ini.
"Coba lihat apa yang sedang kau genggam di tangan kananmu Danny."
"Tangan kanan?" Danny tidak merasakan ada apapun yang aneh dalam genggaman tangannya itu, namun mengingat ini adalah perintah dari gurunya sendiri, ia segera mengecek dan membuka kepalan tangannya itu.
Tanpa bisa diduga pemuda itu, ada semacam cahaya yang bersinar dari dalam telapak tangannya sendiri, sebuah hal lain yang tidak dimengerti dan membuatnya penasaran sekarang, mengapa tangannya mengeluarkan cahaya merah dan coklat yang bersinar terang dan juga ada satu sinar lain berwarna kuning yang lebih redup daripada kedua sinar tadi?
__ADS_1
"Mengapa ada sinar-sinar seperti ini ditelapak tangan saya Tuan?" Danny butuh penjelasan yang benar mengenai apa yang terjadi pada tubuhnya itu, ia tidak merasakan sesuatu hal yang aneh namun melihat adanya cahaya di telapak tangan kanannya itulah yang membuatnya penasaran.
"Itu adalah cahaya kekuatan dari batu permata mulia Danny, kedua warna batu pertama mulia? Masih ingat bukan?" Tuan Housen menjelaskan dengan singkat, yang memang cahaya yang keluar dari anak muda itu adalah kekuatan batu permata mulia yang sudah dimiliki olehnya.
"Ah, benar juga, cahaya merah ini menunjukkan kekuatan batu permata mulia fisik dan cahaya coklat ini menunjukkan kekuatan baru permata mulia daya tahan, bukankah begitu Tuan?!" Danny meninggikan nada bicaranya, ia sebegitu yakinnya apa yang dikatakannya itu benar, karena apa lagi yang menyebabkan tangannya mengeluarkan cahaya seperti itu selain memang kekuatan batu permata mulia yang telah berada di dalam tubuhnya itu?
"Benar Danny, itu adalah kekuatan batu permata mulia yang berada dalan tubuhmu, meskipun belum menguasai sepenuhnya kekuatan mereka menunjukkan dirinya pada kita, kekuatan batu permata mulia itu membantumu dalam berlatih saat ini," jelas Tuan Housen.
Danny mengerti bilamana memang kekuatan batu permata mulia sebelumnya yang sudah dipegangnya saat ini membantunya untuk berlatih saat ini, namun ia melihat satu cahaya redup berwarna kuning yang sama sekali tidak dikenalinya.
"Cahaya kuning redup ini, apa Tuan?"
"Itu adalah sebagian kekuatan batu permata mulia kecepatan yang kupinjamkan padamu Danny, kekuatan itu kau pakai tadi Danny, kusalurkan melalui tubuhmu pertama tadi."
Akhirnya Danny mengerti, ternyata cahaya kuning redup ini adalah sebagian kekuatan pinjaman Tuan Housen yang tadi dialaminya, kekuatan batu permata mulia kecepatan.
Yang ini membawa informasi baru baginya, ternyata kekuatan batu permata mulia juga bisa dipinjamkan seperti ini, ini menarik sekali untuk dibahas lebih lanjut lagi.
"Jadi siapapun bisa menerima pinjaman kekuatan batu permata mulia ini Tuan?" Jika bisa maka Danny berpikir ini sangat hebat dan kekuatan ini juga bisa membantu meminjamkan kekuatan pada orang lain ketika dalam keterdesakan.
"Bisa saja, kelima batu permata mulia itu bisa saja dipinjamkan pada seseorang, namun ada risiko yang harus ditanggung oleh penerima kekuatan ini." Tuan House kembali menjadi serius, raut matanya menegaskan bahwa apa yang dikatakan anak muda ini tidak terlalu baik untuk dikatakan, tentang pertanyaan yang dianukannya mengenai peminjaman kekuatan batu permata mulia.
"Risiko? Memangnya risiko seperti apa Tuan?" Danny kira peminjaman kekuatan seperti ini tidak begitu memerlukan risiko, karena memang kekuatan yang dipinjamkan bukankah akan jadi keuntungan bagi penerimanya?
__ADS_1