
'Sial!'
GUSRAK!
Sementara itu Raven berusaha berhenti terhempas oleh kekuatan alam lawannya.
Namun apa daya, ia benar-benar terlempar jauh sekali ke arah pepohonan rindang. Kekuatan alam itu seolah hidup dan terus mendorongnya.
Shh...
Raven berusaha menahan badannya dengan kekuatan gelap, namun pada akhirnya tidak berhasil juga.
'Kenapa serangannya jadi kuat begini!?' batin Raven, kekuatan sang setengah elf itu berkali lipat lebih kuat.
Padahal sebelumnya serangan pedang gelapnya hampir berhasil!
Ia hampir jadi tokoh utama yang mengalahkan antagonis, namun sayangnya tidak jadi.
Padahal kalau saja Raven bisa mengakhiri sang setengah elf itu, maka sudah pasti ia bisa membuktikan diri.
'Apa dia hanya pura-pura lemah?' Raven memikirkan ini. Untuk mengusir kebosanan karena ia masih terhempas, maka cara terbaik adalah memanfaatkan waktu.
Menganalisa lawan! Bukankah itu lebih berguna ketimbang melamun saja?
'Sebelumnya dia sangat bangga dengan akar sialan itu.' Memang tidak dapat dipungkiri, serangan akar itulah yang merepotkan.
Kuantitas akar pohon sebelumnya melebihi apa yang dibayangkannya, maka dari itu sulit untuk mengatasinya.
Namun tidak ada serangan yang sempurna, pada akhirnya dia juga tidak mengandalkan teknik itu saja.
'Aura kekuatan Danny meningkat banget! Aku nggak nyangka!' Sebelumnya Raven pikir Danny hanyalah mengeluarkan aura kekuatan biasa.
Namun ternyata lebih dari itu.
__ADS_1
Meski fakta anehnya dia masih terjebak dengan akar pohon sialan, namun selanjutnya ia bisa bertahan dari serangan alam yang jauh lebih kuat dari akar pohon.
Kenapa bisa begitu ya? Apa yang bisa menjelaskan ini ya?
Sebelumnya Raven memang sudah mentransferkan sebagian besar kekuatan gelapnya pada Danny.
Karena ia sendiri tahu, kekuatan alam musuhnya bisa menetralkan dan mengungguli semua jenis sihir manusia.
Dan meski tidak direncanakan sekalipun itu berhasil! Sungguh pencapaian assist yang keren bukan?
Raven merasa bisa memberi alasan mengapa ia bersanding dengan tokoh utama. Keberadaannya jadi berarti.
Dengan begitu Danny bisa mengalirkan kekuatan gelap ke setiap serangan yang dilancarkannya.
Serangannya memang jadi lebih berdampak dan itu bagus adanya.
'Mungkin kekuatan gelapku tidak beraksi sempurna pada Danny.' Raven terpikir akan kemungkinan ini.
Berharap semuanya sempurna di satu kali percobaan? Sepertinya tidak semudah itu.
Danny bisa menerima kekuatan gelap saja sudah bagus, maka rasanya tidak perlu dituntut lebih lagi.
Raven sudah memikirkan dari awal, tidak terlalu lama juga sih. Mempertimbangkan apakah ia harus mentransferkan kekuatannya atau tidak.
Karena ia sendiri tahu perkara memberikan kekuatan asing pada tubuh orang lain bukanlah perkara sederhana.
Perlu banyak pertimbangan dan analisa mendalam agar bisa memutuskan apa yang terbaik.
Tapi Raven tahu, tidak mungkin melakukan itu di saat seperti ini.
Mana ada orang yang dalam pertarungan malah berpikir lama dan diam saja? Yang ada malah lawannya sudah maju duluan dan mengincar kemenangan.
Memang di tengah pertarungan harus mengatur srategi terbaik agar bisa menang juga sih. Karena di tengah pertarungan banyak hal yang bisa terjadi dan untuk menang tentu saja butuh strategi terbaik.
__ADS_1
Maksudnya si Raven ini lebih pada strategi yang harus dipikirkan matang di awal. Karena kadang ketika melakukan sesuatu orang akan berpikir dan memperhitungkannya dahulu.
Kekuatan gelap bukanlah kekuatan biasa, melainkan kekuatan yang sudah ada dahulu kala, bahkan sebelum manusia mulai menggunakan teknik kekuatan mereka sendiri.
Jadi mentransferkan kekuatan ini merupakan perkara yang harus dipikirkan baik-baik olehnya,
Beragam hal bisa terjadi dan itu termasuk plus dan minusnya.
Mentransferkan kekuatan gelap pada sesama penggunanya adalah biasa, kepada makhluk yang jauh lebih kuat? Sangat mungkin, tapi pada manusia? Masih menjadi misteri jawabannya.
Meskipun begitu Raven tahu, ia tidak punya waktu seharian untuk memikirkan ini. Yang ada malah betapa sempitnya waktu yang ia punya.
Apakah ia akan melakukannya, atau tidak, keduanya sama-sama punya konsekuensi.
Main aman? Raven bisa saja tidak ikut campur dengan kekuatan Danny, maka dengan begitu ia tidak perlu khawatir soal kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.
Namun apa dampaknya? Berkaca dari yang terjadi sebelumnya, fakta bahwa sihir alam adalah sihir kuat yang bisa menaklukan jenis sihir di bawahnya, maka sudah pasti Danny akan kelabakan mengatasinya.
Taruhlah dia memang punya kekuatan besar yang tidak terpikirkan, namun apa gunanya jika kekuatan musuh tetap saja ada di atas awan?
Seperti kejadian sebelumnya, energi kekuatan gelap yang tidak stabil membuat sebesar apapun kekuatan yang dikeluarkannya, tetap tidak bisa mengungguli kekuatan alam lawannya.
Itu dibuktikan dengan bagaimana akar pohon tetap saja mengikat pemuda itu meski ia kekuatannya sudah berkobar.
Jadi situasi kurang lebih tidak akan menguntungkan bilamana Raven tidak mentransferkan kekuatannya.
Dan bagaimana jika ia mentransferkannya? Tentunya akan terjadi hal berbeda bukan?
Yang pada akhirnya sudah terlihat hasilnya sebelumnya.
Raven memutuskan cepat, tanpa berlama-lama, dan langsung pada poinnya, yakni ia mentransferkan kekuatan gelap pada seorang manusia.
Raven tidak biasanya segegabah ini, namun ia tidak punya pilihan lain.
__ADS_1