Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 244: Mulai Terbuka


__ADS_3

Thor memandang Arthur dengan penuh arti. "Apakah kau bisa mendengarkan dan mengerti maksudku sekarang Arthur? Atau kau masih tetap belum menyadarinya?"


Arthur menggelengkan kepalanya sembari tertunduk, lalu kemudian melihat kedua telapak tangannya sendiri. "A-apa yang telah kulakukan?"


"Mengapa aku hanya bertindak sesuai dengan yang kuingini saja? Tidakkah ini ... sama saja aku ini adalah seorang yang jahat?"


"A-aku bahkan ... telah membunuh banyak orang yang kukira telah berbuat jahat ...."


Arthur tersungkur jatuh, ia tidak dapat lagi menerima fakta bahwa memang dirinya itu sudah terbelenggu dengan keinginan dirinya sendiri dan menjadi tidak terhentikan.


"Mengapa ... mengapa aku bisa menjadi seperti ini?! Tujuan macam apa yang telah membuatku seperti ini?!"


"Aku ... aku pikir aku melakukan hal yang benar ... bahkan aku menutup telingaku untuk mendengar fakta yang sesunguhnya!"


"Bodoh sekali aku ini!"


"Bodoh! Sungguh bodoh! Amat Bodoh!"


Arthur meraung-raung meninju-ninju tempat hampa itu sembari mencucurkan air matanya, ia saat ini akhirnya sadar akan segala sesuatunya tidak bisa ia putuskan dan lakukan sendiri.


Thor berjongkok melihat Arthur yang sedang meneteskan air matanya itu, ia hanya bisa diam ketika mengetahui sahabatnya itu sudah menyadari semua yang ia lakukan itu; Thor merasa senang sekaligus sedih ketika melihat Arthur seperti ini, senang karena Arthur telah sadar akan kesalahannya dan sedih karena meskipun sahabatnya itu telah sadar, Arthur terlambat dalam menyadari kesalahannya itu.


"Apakah itu berati aku bukanlah penegak hukum bagi semua orang?" Arthur nampak kehilangan arahnya saat ini, ia sudah mulai bisa memandang dari sisi yang sama sekali belum terpikirkan olehnya.


"Kau bisa menilai apa yang kau perbuat di masa lalu benar atau salah, aku hanya membantumu meluruskan- tidak bukan meluruskan, aku hanya membantumu melihat dari sudut pandang yang lain, yang aku senang akhirnya kau menyadarinya, Arthur."


"Maafkan aku Arthur yang tidak bisa membuatmu sadar ketika aku masih hidup, memang aku sudah berusaha semampuku, namun hasil tidak sesuai dengan harapanku."


Arthur memandang Thor dengan sedih yang mulai ada di dalam dirinya itu. "Tidak Thor, itu bukanlah salahmu ... itu sepenuhnya kesalahanku karena memang pemikiranku sudah salah dari awal."

__ADS_1


"Pengandaian yang kuberikan tidaklah menurut pendapatku Arthur, semua orang pun bisa salah dalam memikirkan dan memutuskan sesuatu, tidak terkecuali dirimu saat ini."


Thor mulai berbicara pada Arthur.


"Sikapmu ini memang bisa dilihat dari sisi baik, yaitu keinginanmu menegakkan keadilan untuk hidup masyarakat yang lebih baik, namun sebenarnya itu juga tidak lebih baik karena memang orang yang bersalah pun memiliki pengakuannya sendiri yang memang patut untuk kita dengarkan, maka ketika kita mampu mendengarkan mereka, disitulah kita kita menjadi penegak hukum yang adil."


Arthur mulai melihat samar-samar semua tindakan berlebihannya itu, ia saat ini bisa melihat dengan jelas tindakan kejamnya itu sama sekali bukanlah hal yang patut untuk dibenarkan.


Keinginan untuk bebas menegakkan hukum yang ia singgung itu hanyalah kedok agar ia mampu melakukan apapun terhadap orang yang bersalah, dan itu sama sekali bukanlah hal yang adil; saat ini Arthur sadar dan semakin sadar akan hal ini.


Ia mulai memikirkan akibat dari apa yang telah dilakukannya itu, dan ketika memikirkannya berbagai pertanyaan muncul dalam pikirannya itu.


Bagaimana dengan keluarganya? Mungkin ada seseorang yang membutuhkannya di rumah? Bagaimana perasaan orang terdekatnya?


Berbagai pertanyaan yang belum bisa ia jawab itu muncul seketika ketika pencerahan Thor mulai mencerahkan pemikirannya itu.


"Kau ... kau benar Thor, aku hanyalah seorang yang peduli pada pendapat dan tindakanku saja, sama sekali tidak memikirkan mereka yang telah melakukan segala cara dan bahkan menjelaskan apapun yang sebenarnya untuk meyakinkanku agar bisa lepas dari kejahatan ... namun astaga ...."


Arthur melihat Thor. "Me-mengapa kau melakukannya?"


"Aku pertama kali bertemu dengan kelompok Alliance Fight's ketika di gerbang kota sewaktu penyelanggaraan kompetisi tiga tahun lalu di tutup, mereka sangat ingin mengikuti kompetisi ini, maka dari itu setelah melihat kesungguhan dari mereka, aku membiarkan mereka masuk untuk mengikuti kompetisi yang sangat ingin mereka ikuti itu."


"Kau bertemu dengan kelompok Alliance Fight's sebelumnya?" Arthur baru mengetahui soal hal ini.


Thor mengangguk. "Kami sempat berbincang-bincang sebentar, aku akhirnya tahu mereka adalah sebuah kelompok kecil yang sering berkelana bersama dengan tujuan untuk kelompoknya sendiri, mereka bercerita tentang susah payahnya ingin mengikuti kompetisi itu karena memang mereka berasal dari tempat yang cukup jauh."


"Aku pikir keputusan untuk membiarkan mereka masuk adalah suatu hal yang bagus, yang di mana mereka punya kesempatan untuk mewujudkan impian kelompok mereka dengan mengikuti kompetisi itu."


"Ja-jadi tujuan utamanya hanyalah demi kelompok saja?"

__ADS_1


Thor kembali mengangguk. "Setelah kutahu mereka jadi tersangka kelompok Illegal, hatiku cukup sedih karena pernah melihat dan saling berbincang meskipun hanya sebentar."


"Aku sudah mempercayai kelompok Alliance Fight's dari awal, namun sayangnya aku tidak bisa memberikan pembelaan berarti apapun pada kelompok itu."


"Setelah mendengar kelompok mereka itu akan dihukum mati, tentu saja aku kaget dan tidak bisa membiarkannya begitu saja, aku menyamar sebagai topeng iblis dan berusaha untuk membawa mereka keluar namun pada akhirnya berujung dengan kegagalan, aku tidak bisa menyelamatkan semua orang dari kelompok itu."


Thor bercerita cukup panjang, namun berkat cerita yang disampaikannya itu membuat Arthur tahu akan tindakan apa yang dilakukan Thor untuk menyelamatkan kelompok itu.


"Semua itu berakhir gagal karena aku menghentikannya." Arthur melengkapi cerita yang diceritakan Thor itu.


"Namun, kau sama sekali belum menjelaskan lebih jauh soal keputusanmu untik memercayai mereka ...."


Thor mengambil nafas untuk menjawab pertanyaan Arthur itu.


"Entahlah, aku hanya berpikir bahwa mereka sama sekali tidak bersalah, ... dan kau pasti akan selalu menentangku ketika aku berpendapat seperti itu, maka dari itu aku memutuskan untuk memercayai mereka lebih jauh dengan berusaha membantu dengan melarikan diri."


"Kau benar-benar mempercayai mereka?"


Arthur masih punya sedikit sifat lamanya yang masih melekat karena memang ia lebih suka melihat fakta secara data dibanding dengan berusaha untuk percaya pada perkataan orang lain.


Thor tersenyum, ia menepuk pundak Arthur. "Aku bisa merasakannya melaui raut wajah mereka, pengakuan mereka, sikap mereka saat itu, ketika melihat semua itu aku tidak perlu bukti lain lagi bukan? Untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah?"


Arthur terkejut, ia tahu Thor memang pandai bertemu dan cepat untuk mengetahui apa yang orang lain pikirkan dan sekaligus dengan menganalisa kebenaran yang orang lain katakan, jiwa sosialisasinya itu lebih kuat dari siapapun yang berada di kelompok Lima Ksatria Suci Kerajaan Barat.


Arthur kini tahu kejadian lengkap yang menaungi masalah penegakkan hukum yang timpang ini, setelah mendengar hal ini Arthur semakin yakin apa yang dilakukannya dahulu adalah suatu kesalahan yang belum ia sadari sampai hari ini sebelum ia bertemu dengan Thor di alam bawah sadarnya itu.


Arthur sudah tidak memiliki apapun lagi untuk dikatakan, semua kebanggaan akan pencapaiannya untuk membuat warga merasa aman dengan penegakkan hukum 'ala dia' itu seakan sirna seketika karena memang tidak ada hal yang benar yang ia lakukan ketika menyadari kenyataan yang sebenarnya.


Arthur masih berlutut sambil tertunduk lesu, sudah tidak ada yang bisa ia katakan karena kenyataan yang sudah terungkap itu seakan membungkam mulutnya untuk kembali berkata-kata.

__ADS_1


Sudah tiada lagi pembelaan semuanya sudah jelas, Arthur akhirnya memiliki pemikiran yang baru yang belum pernah ia coba pikirkan.


Thor kemudian mengajak Arthur yang berlutut lesu itu untuk berdiri kembali. "Apakah kau tahu alasan lain mengapa aku katakan aku terkejut ketika bertemu denganmu di sini?"


__ADS_2