Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 537: Bala Bantuan


__ADS_3

"Haaah!" Seketika itu juga terdengar suara perempuan berteriak keras, dimensi yang retak ini perlahan kembali seperti semula.


"!" Danny melihat ke belakangnya, seorang perempuan dengan gaun bercahaya dan antena kecil di dikepalanya.


"Nona Sophia!?" Danny tidak percaya, mengapa bisa-bisanya dia ada di sini?


HUHS!


Dengan cepat Sophia maju, memegang sebuah pedang sihir terang di tangannya, mengarah langsung pada raja iblis.


BUMMM!


Seketika itu juga terjadilah ledakan energi dashyat yang bahkan membuat Danny terseret jauh ke belakang.


"Kenapa bisa?" Danny tidak henti-hentinya bertanya, sedang ia malah semakin jauh dari kedua makhluk yang berhadapan itu.


Sementara itu Archifer terlihat jelas menahan serangan pedang cahaya hanya dengan satu tangan saja. "Kau." Archifer menunjukkan sorot mata tajam.


"Archifer...." Sementara Sophia juga melakukan hal yang sama, ia melihat musuhnya dengan tajam.


Archifer tidak menyangka ada makhluk lain yang mengganggunya, terlebih lagi malah tepat di saat ia bisa kembali ke dunia nyata.


"Demi human." Sorot mata Archifer menatap tajam, dan angin besar pun tercipta saat itu juga.


HUSSSSHH!


Seketika itu juga Sophia terhempas ke belakang, dan dengan perlahan pedang cahayanya menghilang.

__ADS_1


Ketika dimensi ruang hampa retak, ia bisa menggunakan sihir untuk sementara waktu, dan sekarang dimensi ruang hampa sudah kembali utuh.


Bahkan sang raja iblis sendiri butuh waktu sebelum bisa mengeluarkan kekuatannya lagi. Siapapun yang berada di dimensi gelap ini tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya bahkan ketika sudah keluar dari dimensi ini.


Itulah yang sebabnya Archifer tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya, dan bahkan bisa sedikit terganggu akan kehadiran makhluk tak diundang ini.


Sophia terhempas ke belakang, hanya dengan tatapan mata saja ia terhempas begini. Tidak heran karena dialah pemimpin ras iblis.


Sophia tahu betul bagaimana dimensi ruang hampa bekerja, tidak sia-sia ia belajar banyak soal kekuatan leluhurnya sendiri.


"Masih mau meremehkan kami?" Sophia terlihat percaya diri, sementara hanya dengan sorot mata lawannya saja, tangannya sudah agak gemetaran.


"Hm." Archifer tidak mengantisipasi ini. Ia tidak menyangka akan ada demi human lain yang menghalangi jalannya. Inilah akibat berada di dimensi ini, ia bahkan tidak sadar akan ada yang datang lagi.


Kemampuan pendeteksiannya menurun drastis, dan tentunya tidak bagus.


Kenapa dia bisa muncul di sini? Begitulah pertanyaan yang ada, namun Archifer sendiri sudah tahu mengapa dia bisa ada di sini.


Sungguh cara yang cerdik untuk datang ke tempat ini, mengingat tidak mungkin ia bisa langsung ke sini begitu saja.


Pemuda tadi saja sudah sangat kelelahan mempertahankan tempat ini, lantas apa yang bisa dilakukan demi human biasa?


Sophia senang kali ini ia tepat waktu mengingat sebelumnya ia selalu saja terlambat. Kali ini ia bisa melihat sang raja iblis dengan mata kepalanya sendiri.


Yang impresi awalnya sendiri memang sesuailah dengan apa yang dibayangkan. Dia mengerikan sekaligus menakutkan, melihat sorot matanya saja bak melihat mimpi buruk.


"Nyawa murah yang lain?" Archifer akhirnya menerima kedatangan makhluk lain, itu berarti ia bisa bersenang-senang lebih lama lagi di sini.

__ADS_1


"...." Sophia terdiam, ia mengerti kenapa bisa melihat portal misterius yang tiba-tiba muncul di hadapannya sebelumnya, tak lain tak bukan karena ada pertarungan di dimensi seperti ini.


Sophia pikir dimensi ruang hampa hanyalah mitos belaka, pasalnya tidak pernah ada bukti kuat bahkan dari leluhurnya sekalipun yang bisa membuktikan keberadaan tempat ini.


Namun kini ia sudah melihatnya sendiri. Sebuah ruang hampa abu-abu kosong yang di mana kita bisa melayang-layang. Tidak ada kekuatan apapun dan tidak berlaku hukum alam lain di sini.


Pantas saja ia tidak merasakan keberadaan Danny di mana pun, pada akhirnya dia memang tidak berada di dunia nyata, melainkan di tempat ini.


'Danny hampir mencapai batasnya.' Berkat pengetahuannya tentang dimensi ruang hampa, ia akhirnya bisa masuk ke portal itu dengan cara khusus yang di mana ia menyesuaikan energi miliknya dengan sang pemanggil tempat ini. yand adalah Danny tentunya.


Usahanya membuahkan hasil, yang akhirnya ia bisa sampai tepat waktu. 'Dia bisa melakukan apa yang tidak pernah dilakukan sebelumnya'.


Sophia terkesan dengan kemampuan Danny sekarang, dia bahkan memikirkan cara agar bisa menghadapi raja iblis dengan efektif, dan inilah hasilnya.


Tidak ada cara yang lebih efektif selain apa yang dia lakukan. Menjebak raja iblis di sebuah dunia yang tidak memandang bulu.


Dengan begitu bisa memperkecil peluang kekalahan, membuat sesuatu yang mustahil menjadi mungkin.


HUSH!


Dengan cepat Archifer maju ke depan, dan seketika itu juga melancarkan beberapa serangan fisik, dan hempasan angin kencang tercipta dari setiap serangan yang dilakukannya.


Sophia dengan cekatan menangkis setiap serangan yang datang itu, ia bisa membaca pergerakannya dengan jelas.


BUM!


Namun lagi-lagi ia harus terlempar lagi karena hempasan yang tercipta, begitu kuatnya serangan fisik sang raja iblis.

__ADS_1


'Pantas saja Danny kewalahan.' Sophia mengerti sekarang, bahkan kekuatan fisik sang raja iblis tetap saja kuat.


Archifer terus maju ke depan dan menggempur makhluk yang menganggunya. Ia ingin cepat-cepat menghabisi nyamuk kecil yang menghalanginya ini.


__ADS_2