Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 246: Sebuah Kejadian


__ADS_3

Arthur mengangguk perlahan, ia tersenyum lembut. "Tapi ... apakah pertemuan kita hanya sesingkat ini?"


Arthur merasa pertemuan dengan orang yang cukup dekat dengannya itu sama sekali tidak terasa, masih banyak hal yang ingin ia bicarakan bersama-sama.


Perlahan namun pasti ruang gelap pada sisi Arthur mulai terisi cahaya yang sama yang menerangi Thor, itu menandakan tujuan Thor untuk menyadarkan Arthur berjalan dengan baik dan setelah tujuannya tercapai sudah tidak ada hal lain lagi untuk diperbuatnya.


"Memang tidak ada tujuan lain lagi selain aku hanya ingin berbicara denganmu Arthur, dan sejujurnya aku cukup senang bisa melihat dan berbicara dengan Arthur yang kukenal."


"A-aku ... berterima kasih padamu Thor, kaulah yang telah memberikanku tujuan dan pandangan baru tentang diriku yang sebenarnya."


"Aku minta maaf karena lambat untuk menyadari hal ini ...."


Thor tersenyum. "Jangan lupa agar tetap menjadi dirimu sendiri."


"Thor- aku-"


Cahaya putih yang perlahan menutupi kegelapan itu berubah menjadi sangat terang, Arthur menutup matanya sendiri karena terlalu silau yang membuat ia harus melindungi matanya dengan lengan kanannya.


****


"Uuh ...."


Matahari terbit, pagi hari yang indah sedang menerangi tempat yang agak berantakan itu saat ini, terlihat Ksatria Suci Arthur tengah tertidur terlentang tanpa baju dan hanya bermodalkan celana pendek saja.


"Su-sudah pagi? Di-dimana ini?"


Arthur mencoba beranjak dari tidurnya namun ia merasa seluruh tubuhnya terasa berat dan pada akhirnya ia memutuskan untuk tetap berbaring sembari mengumpulkan kekuatan.


Ia melihat ke arah samping kanan ia melihat begitu rusaknya area hutan bekas pertarungan kemarin, entah apa yang bisa diperbuat lagi selain memanfaatkan kayu yang masih bisa dipakai dan kembali menanam pohon di area yang pohonnya rusak itu.

__ADS_1


Ia kemudian melihat ke samping kiri, ia melihat topeng iblis yang hancur dan bahkan sampai berkeping-keping sehingga tidak terlihat lagi bentuk topeng iblis yang menyeramkan itu.


Dengan kehancuran topeng itu menegaskan bahwa pertemuannya dengan Thor melalui topeng iblis itu berhasil membuatnya kembali menyadari hal apa yang harus diperhatikannya.


Dan pula Thor telah memberikannya kesempatan untuk kembali memperbaiki apa yang telah salah dilakukannya itu meskipun tidak sampai benar-benar bisa menyelesaikan semua masalah yang ada.


"Thor ...." Arthur ingat jelas akan apa yang telah ia alami sebelumnya, ia bertemu dan berbincang dengan sahabatnya yang telah tiada itu.


Kini Arthur ingat betul akan pesan apa yang telah di sampaikan sahabatnya itu, dan pula telah mengingatkannya akan tindakannya yang salah selama ini.


Rencana Arthur tiada lain adalah untuk meminta maaf pada setiap orang yang telah ia sangka jahat dan belajar untuk mempercayai akan perkataan mereka yang tentu saja mempertimbangkan sikap dan perilaku mereka bahkan suasana emosi hati mereka.


Arthur kini sudah salah menilai segala sesuatu yang hanya bersumber pada pemikirannya sendiri, dan contohnya nyatanya adalah bahwa ia mengakhiri sebuah kelompok yang bahkan telah bersusah payah mengatakan hal yang sebenarnya, namun ia menolak semua itu.


Ia ingin bertemu dengan sang pria yang adalah pemimpin Alliance Fight's yang namanya adalah Yizi, dan begitupula dengan para anggota pria besar lain yang tersisa yang berhasil lolos dari perbuatan kejamnya itu tiga tahun lalu.


Setelah beberapa saat Arthur akhirnya punya cukup kekuatan untuk bisa membuatnya berdiri dan ia dikagetkan dengan suara teriakan yang cukup keras dari arah hutan.


Terarah pada bagian hutan yang tidak rusak dan masih cukup rimbun, Arthur masuk ke area pepohonan banyak itu, banyak semak dan pula ranting-ranting berduri yang cukup menyulitkannya, namun meskipun begitu ia tetap berjalan masuk ke arah hutan itu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Danny!"


"Danny! Bangun!"


Akhirnya setelah berhasil melewati semak hijau yang cukup tinggi, ia melihat dua pria yang sedang memanggil satu pria yang tersandar di pohon dengan luka darah yang cukup banyak pada mulut dan badannya.


"Danny!"


Ketika melihat wajah pria yang tengah tersandar pada pohon itu dengan seketika sang ksatria suci itu tahu siapa identitas pria itu.

__ADS_1


"Danny?" Arthur memutuskan untuk berbicara.


Kedua pria yang tengah mengkhawatirkan Danny ini terkejut ketika mendengar seseorang yang berbicara, mereka menoleh dan terkaget melihat apa yang mereka lihat itu.


"Tu-tuan Arthur?" Salah satu pria besar dan berotot berbicara, ia mirip dengan pria besar kelompok Alliance Fight's, namun raut mukanya terlihat lebih serius.


Salah satu pria lain adalah pria dengan berpenampilan sedang pada ukuran tubuhnya, ia masih muda dan terlihat bersemangat hanya saja hal itu tertutupi karena kekahwatirannya pada Danny dan juga memiliki ciri khas lewat rambutnya yang sebahu itu.


Mereka berdua kaget dan seketika itu juga merasa takut akan kehadirannya itu.


"To-tolong jangan ambil nyawa kami Tuan Arthur, kami bukanlah orang yang berbuat jahat, hanya saja memang pria ini Danny adalah teman kami, maka dari itu kami bersama dengannya sekarang, benar bukan Vincent?" ujar pria besar itu.


"Be-benar Tuan Arthur, kami baru saja bebas dari penjara yang telah mengurung kami bertahun-tahun, kami sama sekali tidak berbuat jahat seperti yang telah dikatakan Brock, kami mengenal anak muda yang bernama Danny ini, dan dia sama sekali tidak berbuat jahat juga."


Brock dan Vincent? Mereka adalah teman Danny ....


"Tenang saja Brock, Vincent, aku bukanlah diriku yang semalam kejam dan jahat, kalian bisa mempercayaiku." Arthur berusaha untuk menenangkan dua pria yang masih takut dengannya itu.


"A-anda Tuan Arthur yang lain?" Pria berambut sebahu itu sedikit kebingungan akan apa yang telah dikatakannya itu.


"Aku tidak akan menyakiti siapapun lagi, ataupun berusaha untuk menangkap siapapun, aku ada di sini untuk memperbaiki perbuatanku itu, lalu mengapa Danny masih bersandar di pohon sana? Apakah dia masih tertidur?"


Pria bernama Brock akhirnya menjawab, "Ti-tidak Tuan ... Semalam memang ia masih tertidur, namun beberapa saat yang lalu ...."


Pria besar itu nampak sedih ketika melihat Danny tertidur, Arthur cukup heran mengapa jika ia hanya tertidur lalu mengapa ia harus bersedih ....


Tu-tunggu dulu ....


Arthur berusaha untuk memfokuskan tenaganya lebih dalam lagi, semenjak ia sadar tadi aliran kekuatan sihir dalam dirinya jadi kacau ketika ia sadar tadi dan ia belum mampu untuk merasakan energi kehidupan orang lain (yang umumnya bisa dideteksi lewat aura sihir)

__ADS_1


Dan untuk sesaat Arthur telah kembali mendapatkan kontrol sihirnya secara penuh, ia kemudian melihat Danny perlahan yang kondisinya tidak terlalu bagus itu.


"Ti-tidak mungkin ...."


__ADS_2