
Brock juga tahu sebelumnya ia pernah mendengar beberapa pendapat dari Vincent dan itu memang soal masa depan, dan di beberapa kesempatan ucapan Vincent itu memang menjadi kenyataan, kini Brock berpikiran yang sama; Vincent akhirnya kembali melakukan hal yang sama seperti dahulu, dengan alasan yang tidak diketahui ia bisa tahu masa depan dimana seharusnya tidak ada siapapun yang tahu.
Memang sulit untuk membedakan Vincent sedang serius atau tidak, terkadang keseriusannya itu bercampur, ada kalanya ia bercanda namun serius ada kalanya juga ia serius namun bercanda dan kali ini, ia terdengar sepertinya keduanya, lebih mirip campuran antara serius dan bercanda.
Namun di kasus ini karena melihat kejanggalan yang ada, pada akhirnya ia bisa mengetahui apa yang sebenarnya coba Vincent sampaikan, dengan hal tidak biasa dan pula ucapan Vincent yang tidak biasa pula, otomatis keduanya akan terhubung satu sama lain dan menghasilkan satu kesimpulan yang jelas: Vincent sedang serius saat ini!
"Vincent, kau ...." Brock melihat Vincent semakin pucat dan makin banyak juga tetesan keringat yang muncul dari kepala dan tubuhnya itu.
Vincent menatap dengan raut wajah cemas seakan tidak tahu akan kedepannya seperti apa pada Brock. "Ini sudah terlambat Brock."
"Te-teman-teman, a-aku ... tidak bisa melepaskan gagang pintu rumah ini." Danny seketika itu juga memberi tahu kondisinya yang mengejutkan itu.
"A-apa?! Apa kamu berkata serius Danny?!" Patricia kemudian menghampiri Danny dengan tujuan ia ingin tahu lebih dekat bagaimana kondisinya saat ini.
"Ja-jangan mendekat Patricia!"
Seketika itu juga Patricia yang hendak mendekati Danny itu menghentikan langkahnya. "Ke-kenapa Danny?!"
"Ada sesuatu yang aneh dengan rumah ini! Aku terlambat menyadarinya! Andai saja kita mendengar apa yang akan diceritakan Vincent sebelumnya!" Danny menyesal mengapa ia telah memandang biasa hal aneh yang seharusnya ia lebih bisa waspada itu.
"Jangan salahkan dirimu Danny! Hal akan tetap terjadi dan tidak memandang keadaannya bagaimanapun juga bukan?!" Vincent membela Danny yang nampak menyalahkan diri itu, ia tahu perkataan Danny tentang 'tidak bisa mengendalikan situasi' itu memang benar adanya.
__ADS_1
Danny berusaha untuk melepaskan tangan kanannya yang menempel itu, ia sudah mencoba mengarahkan tubuhnya ke berbagai arah dengan menggunakan kekuatan fisiknya, namun yang terjadi adalah kini tangan kanannya mulai memerah karena terlalu dipaksa melakukan hal yang tidak bisa dilakukannya itu.
Ti-tidak bisa lepas! Rumah ini?! Apakah ada musuh yang menjebak kami dengan menggunakan tempat ini?! Apakah rumah ini memiliki kekuatan sihir atau semacamnya?!
Danny berusaha untuk memikirkan segala kemungkinan yang ada, namun pada kenyataan yang ia lihat saat ini, rumah itu hanyalah terlihat layaknya rumah kosong yang ditinggalkan oleh pemiliknya pada masa lalu.
Tangan Danny yang memerah itu adalah tanda bahwa dengan kekuatannya saat ini, ia sama sekali tidak bisa melepaskan diri dari jeratan tangannya itu yang tidak mau terlepas dari gagang pintu rumah itu, padahal pintu rumah ini yang sudah kotor dan berdebu terlihat rapuh dan mudah sekali lepas dan rusak, namun ternyata kenyataan tidak seperti yang dipikirkan sebelumnya.
Sempat terbesit dalam pikiran Danny, apa jadinya apabila ia menggunakan sihir untuk memotong gagang pintu yang berbentuk bulat itu, apakah hal ini mungkin untuk dilakukan?
Meskipun ada kemungkinan yang belum dicobanya, Danny tidak mau mengalami kesalahan yang sama yaitu ia terlalu menganggap sederhana dan biasa terhadap rumah ini.
Namun Danny sadar ia harus tidak menganggap semua hal bisa dilakukannya saat ini, dan menganggap rumah ini adalah rumah biasa yang jika dilakukan sesuatu maka tidak akan terjadi apa-apa.
Danny sudah tahu rumah tua kecil ini bukanlah rumah biasa, buktinya bisa terlihat di mana ia tidak bisa melepaskan genggamannya tangannya itu dari gagang pintu yang berada di rumah tua ini.
Rumah ini sudah tidak bisa dibilang sebagai rumah pada umumnya lagi, ditambah dengan pernyataan Vincent yang menegaskan bahwa ada yang tidak biasa dari rumah tua yang kosong itu.
Danny sudah berhenti mencoba melepaskan diri dengan cara berusaha menarik tangannya itu dari gagang pintu itu, ia tidak mau kehilangan pergelangan tangan kanannya hanya karena tidak bisa melepaskan tangannya itu dari gagang pintu itu; jika ia terus memaksa tangan kanannya untuk melepaskan genggamannya dengan sekuat tenaga, maka ada kemungkinan kepalan tangan kanannya bisa terlepas dari tempatnya dan itu adalah hal yang tidak bagus untuk dialami.
Me-menggunakan sihir memang belum kucoba, tapi jika ceroboh lagi aku tidak akan tahu apa yang akan terjadi padaku, rumah tua ini bukanlah rumah tua biasa, ada hal yang aneh di sini!
__ADS_1
Jika aku mencoba sihir dengan sembarangan pada rumah tua yang tidak biasa ini, sepertinya hanya akan membahayakanku saja ....
Danny masih berpikir bagaimana caranya ia bisa terlepas dari situasi sulit itu dan kembali pada teman-temannya, namun untuk saat ini ia memilih untuk berusaha kembali menenangkan dirinya sendiri dan tidak mengambil keputusan dengan gegabah, karena itu akan lebih merugikannya lebih dari apa yang telah terjadi saat ini.
Danny tahu ia ternyata sudah masuk ke jebakan yang benar-benar sempurna untuknya, dan setelah ini ia yang masih belum tahu apa-apa mengenai rumah ini; tidak seharusnya terlalu percaya diri dan merasa bisa melalui hal ini dengan mudah.
Perasaan terdesak sedang dialami oleh Danny saat ini, di tengah ia sudah tidak lagi terpikirkan akan bagaimana cara melepaskan diri, ia juga terpikir akan bagaimana kondisi teman-temannya yang melihatnya saat ini.
Danny melihat sekilas Patricia, Brock, dan Vincent dengan ekspresi yang kurang lebih sama, yaitu sedang cemas dan mengkhawatirkannya saat ini.
A-apa yang harus kulakukan saat ini?! Apa yang perlu kulakukan agar aku bisa terbebas dari jebakan ini?!
"Mudah saja, kau tinggal tinggalkan pergelangan tanganmu saja di gagang pintu itu, dan setelahnya kau akan bebas ... mudah bukan?" Terdengar suara seorang berbicara dari dalam rumah tua itu, Danny bisa mendengar dengan jelas suaranya dari dekat pintu itu.
Danny yakin ia mendengar suara pria yang sedikit berat telah berbicara padanya saat ini, dan ini bukanlah halusinasi atau karena pikirannya sendiri- ternyata rumah tua ini tidak kosong!
Sebuah hal yang tidak diantisipasinya sebelumnya, karena penampilan rumah itu usang dan nampak tidak terawat Danny percaya saja bahwa kemungkinan besar rumah tua ini sudah ditinggalkan.
Namun saat ini ia telah mendengar sendiri suara yang terdengar berat dari dalam rumah tua ini, yang sudah pasti seorang yang berbicara dari dalam rumah itu tidak lain tidak bukan adalah pemilik rumah ini sendiri.
Tidak kusangka rumah ini masih dihuni oleh pemiliknya! A-apa yang harus kulakukan saat ini?!
__ADS_1