
Sorot mata Jack melihat tajam ke arah lawannya, dengan kekuatan aura merah yang membara Jack mengambil pedang hitam besar adiknya dan dengan secepat kilas mengibaskannya ke kepala musuhnya.
HUSH!
"!" Dengan jarak yang terpaut begitu dekat, sangat mungkin untuk Jack bisa dengan mudah menebas apapun yang ada di depannya namun sayangnya apa yang terjadi tidak seperti itu.
SYUT!
Shea berkelit cepat, memutar tubuhnya ke belakang dan pedang hitam Jack sedikit lagi saja mengenai wajah cantiknya. Ini seolah dia bisa memprediksi apa yang akan terjadi, atau bisa jadi karena hal lain.
'Cepat!' Jack tidak mengira musuhnya bisa menghindar dari jarak sedekat ini, padahal ia sudah menggunakan kekuatannya dan kecepatannya juga bertambah berkali-kali lipat.
'Seberapa cepat dia bisa bergerak?' Jack penasaran, karena wanita berjubah hijau ini adalah lawan tercepat yang pernah ia temui.
SYUT!
HUSH!
Jack berkelit juga, tidak berhenti di serangan yang gagal tadi, ia mengibaskan pedang besar hitam itu, begitu mudahnya seperti mengayunkan batang lidi.
Padahal pedang yang aslinya di pegang Gill itu punya bobot berat yang tidak semua orang yang memiliki kekuatan fisik besar bisa memakainya, terkadar Gill sendiri jadi lamban ketika memakai senjatanya sendiri.
Namun sekarang Gill yang melihat dari jauh terkesan dengan apa yang dilihatnya.
Jack tahu pedang Gill punya daya rusak dan hancur yang tinggi, namun bukan itu yang dibutuhkan saat ini.
Lawannya sekarang punya kekuatan sihir yang besar dan juga kecepatan yang tinggi, maka dari itu ia hanya peru mengkombinasikan kecepatan dan kekuatan agar serangannya ini bisa berarti bagi lawannya.
SET!
SYUT!
HUSSSHH!
Akibat dari rentetan serangan yang begitu cepat itu, terciptalah hempasan angin kencang yang bahkan Gill pun harus sedikit terseret ke belakang.
"...."
Dan lagi-lagi setiap serangan yang dilancarkan tidak mengenai musuhnya sekalipun, yang ada di malah terlihat sedikit tersenyum yang menandakan dia sama sekali tidak kesusahan dengan serangan seperti ini.
Shea bisa menghindar dengan mudah dari serangan yang kuat dan juga cepat, aura hijau yang disekitaran badannya jadi semakin terlihat.
__ADS_1
"LAMBAN!"
"!"
Shea dengan cepat meninju Jack yang kebetulan mampu menahan serangannya dengan pedangnya.
Seketika itu juga pedang dan tubuh Jack bergetar hebat, dan aura hijau seolah merasuk kedalam dirinya.
DRT!
BUM!
Setelah getaran yang hebat, terdengar juga ledakan seperti bom yang keras, yang membuat Jack harus terhempas ke belakang dengan sangat cepat.
DUAGH!
Dengan cekatan Gill menghentikan kakaknya terhempas yang membuat tubrukan antara kedua orang ini benar-benar keras adanya, sampai-sampai tercipta gelombang udara yang kencang.
Jack terengah-engah, ia tidak menyangka hanya dengan satu serangan saja sudah membuatnya terhempas hebat seperti ini.
'Kekuatannya luar biasa.' Sejauh ini dialah musuh terkuat yang pernah dihadapi manusia bernama Jack ini, dengan semua persiapan singkat yang ia dan adiknya lakukan, masih belum cukup juga untuk mengatasi musuhnya.
Dengan potion kekuatan yang efeknya membuat aura merah ini, tidak cukup kuat untukenandingi kekuatan fisik perempuan berjubah hijau ini.
Dan kini pedang hitam Gill yang dipegang Jack pun terlihat sedikit retak, padahal pedang itu lebih kuat dari miliknya.
Ia sengaja menggunakan senjata yang lebih kuat dengan harapan bisa membuat lawannya kerepotan, namun pada akhirnya tidak seperti itu.
Jika dengan kekuatan besar tidak bisa menandinginya, lantas untuk apa menggunakan sesuatu yang lebih lemah? Jack sadar, teknik menyimpan kartu As di saat terakhir tidak berlaku bagi lawannya saat ini.
Jack menyerahkan pedang hitam besar itu pada adiknya, sedang perhatiannya tidak teralihkan dari musuhnya.
Jack tidak berekspektasi musuhnya akan seperti ini, ia tahu di dunia ini memang banyak orang kuat, hanya saja kali ini semua yang ia dan adiknya persiapkan tidak berguna sama sekali.
Musuhnya ini selalu saja satu langkah di depan mereka, dari kekuatan sihir sampai kekuatan fisik sekalipun.
Gill mengeratkan pegangan pedangnya, aura pertarungan tak biasa ini membuat adrenalinnya terpacu ke tingkat yang tidak terpikirkan.
Dengan tidak adanya Danny di sini, tidak ada gunanya mereka bertarung dengan makhluk yang kuatnya minta ampun ini, meskipun begitu tetap saja Jack dan Gill masih berada di tempat ini.
Perubahan misi yang terjadi ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, mereka tidak bisa dengan mudah menghadapi sesosok perempuan berjubah hijau ini.
__ADS_1
Misi yang bertajuk, 'mengalahkan musuh Danny dan menemukan Danny' ternyata tidak semudah yang dipikirkan.
'Telinga yang panjang... ras Elf, kekuatannya tidak terukur.' Setelah bertarung sampai detik ini, Jack masih sempatnya menganalisis musuh, dan selama ia masih punya kesempatan melakukannya, maka itulah yang dilakukan.
Karena informasi mengenai musuh adalah hal yang berharga, tidak ada yang mengumbar kelemahan seseorang dengan percuma, dan demi mengetahuinya, maka ada harga yang harus dibayar.
Jack tidak tahu banyak soal ras lain, karena memang dulu keadaannya tidak seperti ini. Konflik memang ada, namun hanya sekedar antar manusia saja.
Namun kini semua berubah, seiring dengan berjalannya waktu keadaan kini sudah berubah drastis dari apa yang terjadi dahulu.
Jack tidak tahu fakta lain selain musuh yang sekarang berada di hadapannya dan adiknya ini sungguhlah kuat adanya.
Hssshhhh....
Jack tahu kekuatan seperti ini sudah bukan tandingan manusia lagi.
Tes.
Tanpa disadarinya, darah segar keluar dari hidung pemuda berkulit putih alias Jack, padahal ia sendiri yang menyerang secara beruntun tadi, namun malah kini ia juga yang terluka.
'Dia serius.' Jack mengelap darahnya, sadar bahwa satu serangan tadi yang membuatnya seperti ini, padahal sudah jelas-jelas menahannya, apa jadinya jika serangan itu masuk sepenuhnya?
"Kak, apa kau ingin mengubah rencana?" Gill terdengar serius, meski ia begitu tertarik ingin melihat akan seperti apa pertarungan ini, namun hasil akhirnya seolah sudah ia ketahui lebih awal.
"Danny tidak ada di sini, mati di sini artinya misi kita gagal." Gill punya alasan kuat untuk mengatakan pendapatnya, toh lagipula dari dulu juga cara kerja mereka semata hanya berpaut pada keberhasilan misi saja.
Namun kali ini Gill merasa berbeda, setelah alur misi diubah, ia merasa kakaknya akan melakukan apapun yang menurutnya benar, bukan lagi misi yang menuntutnya.
"Tidak sampai dia tahu siapa sebenarnya kita." Jack tersenyum di tengah kesulitan yang begitu terasa ini.
"...." Siapa yang mengatakan hal kuat ditengah situasi yang sulit, dia sudah menang di pertarungan yang ada dalam dirinya sendiri. Gill menutup matanya....
Sreg.
"Ada apa?" Perempuan berjubah hijau itu menatap kedua pemuda itu dengan heran. Seolah ia berharap akan sesuatu yang lebih lagi.
"Sihir Api: Pedang Api." Perlahan Jack mengangkat kedua tangannya, seperti hendak memegang pedang, dan seketika itu juga pedang berwujud kobaran api tercipta.
Pedang api yang memancarkan kekuatan yang hebat, membuat hawa panas yang membuat siapapun disekitarnya menjadi kepanasan, lebih daripada api yang biasa.
"Baiklah!" Gill terpacu dan mengarahkan pedangnya juga ke depan, ia sudah mendapat jawaban yang jelas sekarang. Tidak ada kata 'mundur', bahkan mati sekalipun bukan masalah di sini.
__ADS_1