
Kejadian lama yang tidak bisa dilupakannya dengan mudah, begitulah Danny melihat tentang tempat berbahaya seperti ini, kejadian yang sungguh mengerikan itu malah kini diingat dengan jelas kembali.
Danny tidak tahu seberapa luas daerah hutan Dawn Forest ini, mengingat sebelumnya ia pernah masuk ke tempat ini juga, satu-satunya hal yang bisa dia dan teman-temannya lakukan hanyalah waspada dan memerhatikan sekitar.
Auman binatang buas sebelumnya sudah terdengar dengan jelas, tidak diketahui asalnya di mana yang itu membuat situasi tidak bertambah menjadi lebih baik.
"Groagh!!"
"Apa itu?!" Patricia melihat sekitarnya dan akhirnya menemukan seekor serigala berukuran sangat besar, bahkan dua kali lipat dari ukuran beruang yang besar.
"Datang!" Danny mengarahkan pandangannya dengan cepat memfokuskan pikirannya saat itu juga dan seketika itu juga menggunakan kekuatan batu permata mulia fisik.
"Shhhh!"
Tubuh Danny mulai diselimuti aura merah yang membara, matanya berubah menjadi merah berapi-api juga yang menandakan suksesnya ia menggunakan kekuatan ini dengan stabil.
Tap!
Danny melompat cepat mengarah pada kepala serigala dengan taring besar tajam dan air liur yang menetes itu, serigala ini bukanlah serigala biasa melainkan hewan yang hidup di hutan sihir negatif ini.
Buakkk!!!
Danny mengarahkan pukulannya tepat di wajah serigala itu, tanpa butuh waktu yang lama serigala itu terhempas karena pukulan Danny, jauh- jauhhh sekali sampai-sampai mengabaikan apapun yang ada di depannya ranting tajam dan lainnya, yang pasti serigala sangat besar itu sudah terpental jauh sebelum Danny benar-benar mengetahui apa yang terjadi padanya.
__ADS_1
Gelombang angin keras muncul saat itu juga sesaat setelah Danny mengarahkan pukulan biasanya itu, benar-benar angin yang hebat sampai-sampai membuat Patricia sedikit terjatuh di sana.
Husssshhhhhh!!!
"Astaga!" Vincent malah sedang sibuk untuk merapikan rambut sebahunya yang acak-acakan itu, pandangan matanya jadi terhalang karena begitu kacaunya angin yang berhembus di sini.
Brock menghadapi semuanya dengan tenang, meskipun ia cukup terkejut dengan apa yang dilakukan oleh temannya itu, responnya yang cepat membuatnya hanya bisa terdiam menyaksikan begitu hebatnya kekuatan pemuda itu.
"Baiklah, aku serahkan padamu Danny," kata Brock dengan gemetar, yang tadinya hendak mengeluarkan sihir yang berada di tangannya itu akhirnya tidak jadi dilakukannya.
Hempasan angin yang begitu kencang itu butuh beberapa saat untuk kemudian reda, Patricia, Brock dan Vincent dibuat kagum oleh kekuatan Danny sekarang.
"Hah!" Danny merasakan kekuatan berlimpah dalam tubuhnya, namun sayangnya mengendalikannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, ketika kekuatannya menguasainya saat ini, rasa untuk menghancurkan dan menghantam apapun dengan kekuatannya meningkat dengan drastis.
Danny menjadi gregetan ketika perasaan seperti ini muncul, namun ia tidak bisa berhenti di sini karena memang ancaman binatang buas yang memiliki energi sihir tidak berhenti di sini.
"Kalian! Berpeganglah yang erat pada badanku!" Danny hendak bergerak cepat, namun tidak menggunakan kekuatan kecepatan melainkan menggunakan kekuatan batu permata fisik saja, itu dilakukannya agar bisa melawan setiap gangguan yang bisa terjadi nantinya.
"Itu tidak diperlukan Danny." Vincent berkata dari belakang dengan nada membanggakan, seolah ia memiliki kepercayaan diri yang luar biasa di sini.
Brock mengangguk kecil, ia juga sepertinya mendukung apa yang telah dikatakan temannya ini, yang itu membuat Danny heran dengan mengapa kedua temannya ini tidak mau bersamanya?
"Saatnya tunjukkan hasil latihan kita bersama Tuan Housen!" Vincent berkata dengan kencang, beriringan dengan itu perubahan mulai terjadi dalam tubuhnya, yakni adanya aura kuning yang bersinar darinya, begitupula dengan Brock mengeluarkan aura kuning yang sama.
__ADS_1
Danny baru pertama kali melihat perubahan pada kedua temannya ini dan tentu saja ia sedikit terkejut karena mereka berdua bisa mengeluarkan aura berwarna kuning dari tubuhnya seperti itu, yang katanya adalah hasil dari latihan mereka bersama dengan Tuan Housen.
Danny yang belum pernah tahu bagaimana cara mereka berlatih atau tipe kekuatan seperti apa yang akan ditunjukkan oleh teman-temannya ini kini akan segera melihat bagaimana kekuatan kedua temannya itu.
Sesudah melihat kedua temannya itu mengeluarkan aura kuning yang bercahaya dari sekujur tubuhnya, Dannynterkaget karena tidak memerhatikan sedari tadi teman perempuannya itu terduduk diam dan tidak terlihat dalam keadaan yang baik.
"Patricia?!"
Patricia terdiam tidak melakukan apapun, ia terlihat pucat dan terpaku pada keadaannya, ia tidak sadar kembali dan pada akhirnya terjebak dalam ketakutannya akan kejadian sebelumnya.
Dengan segera Danny mengangkat tubuh Patricia, tidak ada waktu lagi, ia sudah mulai merasakan ancaman bahaya yang akan datang pada mereka, instingnya yang sudah pernah merasakan bahaya di tempat ini aktif dengan cepat.
Danny selesai memangku Patricia dengan kedua tangannya; ia sedang beraura merah yang membara saat ini.
"Apakah kalian siap Brock, Vincent?" Danny bersiap untuk bergerak secepat mungkin menggunakan kekuatan batu permata mulia fisik, meskipun tidak secepat kekuatan kecepatan namun setidaknya ia mencari aman dengan menggunakan kekuatan batu permata fisik saja.
"Hisssh!!!" Tanpa bisa diduga siapapun juga ada laba-laba di belakang mereka yang sudah sampai di sana, dan makhluk itulah yang Danny rasakan aura jahatnya tadi kini belum sempat ia beranjak dari tempat ini makhluk yang dihindarinya ini sudah sampai di dekat mereka.
"Astaga!" Untuk sekali lagi Vincent terkejut melihat apa yang didepannya, bagaimana tidak ia melihat seekor laba-laba, namun bukanlah laba-laba kecil yang biasa di lihatnya dan diperhatikannya ketika kecil.
Laba-laba itu berukuran sangat besar, bahkan lebih besar dari serigala yang tadi telah dihempaskan oleh Danny, tentu saja melihat laba-laba raksasa dengan sorot delapan mata berwarna merah darah bukanlah pemandangan yang indah untuk dilihat.
"Kita terlambat." Brock hanya bisa terdiam sembari mengomentari akan apa yang memang tengah terjadi saat ini, lagipula ia juga tidak bisa sepenuhnya menyembunyikan kekagetannya itu, matanya melotot dan seketika itu juga nyalinya tidak sejalan dengan tubuh besar yang dipunyainya itu.
__ADS_1