Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 487: Dapat Dipercaya


__ADS_3

Arthur melihat kini sosok iblis itu benar-benar mati, tidak ada lagi hawa kehidupan yang bisa dirasakan darinya.


Shhh....


Mayat Domer perlahan menghilang jadi abu, bersamaan dengan pedang cahaya kuning Arthur.


Arthur menatap Danny. “Padahal kau bisa mengakhirinya sendiri.” Sang ksatria suci ini masih membahas mengapa Danny tidak mengakhiri langsung iblis ini.


Danny terdiam, apa yang ia katakan sebelumnya ternyata belum cukup memuaskan sang ksatria suci ini.


Bibir Danny sedikit naik ke atas, pandangannya terasa penuh makna. “Maaf Tuan, ini seharusnya pertarungan Tuan.”


Danny sudah sadar dari awal, perbuatannya ini tidak lebih dari sekedar egonya sendiri, apa yang ia percaya harus mengorbankan pendapat orang lain.


Arthur terdiam, pada akhirnya Danny masih menyerahkan urusan ini padanya, bahkan apa yang ia pikirkan sebelumnya jadi kenyataan.


“Tuan Thor tidak akan senang bila aku yang melakukannya.” Danny menambah penjelasannya, nada suaranya terdengar lembut dan apa adanya.


Ini bukanlah tentang pembuktian kekuatan, melainkan untuk apa mereka bertarung.


Arthur sebelumnya berpikir Danny bertarung untuk dirinya sendiri yang pada akhirnya percekcokan pun terjadi.


Arthur ingin menyelesaikan masalah ini sendiri, namun pada tidak terjadi sesuai yang ia inginkan.


Tapi jikalau ia sudah benar-benar membunuh iblis itu demi Thor, apa bedanya? Lagipula sejak awal itulah tujuannya.


Lantas bagaimana dengan perjuangan Danny yang sudah membuat iblis itu tidak berdaya dan hanya tinggal mengakhirinya saja?


‘Ini batasanku....’ Danny mengakui dalam batinnya, yang pada kenyataannya ia sudah mengerahkan semua yang ia bisa dalam satu serangan, dan ternyata itu belum cukup.


Ia tidak bisa mengerahkan tenaga yang cukup besar lagi untuk mengakhiri sang iblis itu, yang pada akhirnya Arthur-lah yang paling cocok untuk tugas ini.


Tapi bukankah Arthur sudah kehilangan banyak tenaga juga pasca pertarungan sebelumnya? Bukankah ada orang lain yang bisa melakukan tugas ini juga?


Tidak ada lagi, meski Arthur sudah kehilangan banyak tenaga, namun kekuatan aslinya masihlah tidak tergantikan.


Kekuatan unik yang begitu kuat, yang menjadikannya jadi seorang yang layak jadi pemimpin para ksatria suci.

__ADS_1


Kekuatan yang bisa menekan kekuatan asing sampai pada batas maksimal, yang tidak heran Domer yang sudah lemah bisa langsung lenyap seperti itu.


Dengan begitu bukankah mereka bekerja sama demi momen sekarang ini? Danny berhasil membuktikan tekadnya dan Arthur berhasil membalaskan dendamnya.


“Thor....” Sementara itu Hellen terlihat menunduk, ia merasa lega karena bisa melihat musuh yang jadi mimpi buruk itu akhirnya lenyap juga. Kini Thor bisa beristirahat lebih tenang setelah tahu makhluk jahat ini sudah tiada.


“Baiklah....” Raven tidak mau mengganggu momen ini, namun pada akhirnya ada yang ingin ia bicarakan juga.


“Ah.” Danny langsung ingat akan tujuan mereka bertemu dengan orang-orang hebat ini, sementara ia malah melamunkan hal lain.


Raven maju mendekat dan menjelaskan apa yang jadi tujuannya, alasan mengapa dirinya dan Danny menemui para ksatria suci.


“Kalian ingin kerja sama?” Worther bisa memahami penjelasan makhluk hitam itu, yang memang membahas hal itu juga.


“Kita tidak bisa mengalahkan para iblis itu sendiri.” Danny menatap orang-orang hebat ini dengan penuh arti.


Tidak ada gunanya mementingkan diri sendiri, yang pada akhirnya tidak akan ada kesatuan yang bisa membuat manusia jadi tambah kuat.


“Tapi kau mengalahkannya sendiri.” Jessica menatap Danny dengan heran, yang secara garis besar dia tidak salah juga sih.


“Aku beruntung bisa melumpuhkannya.” Danny merasa tersanjung, namun untunglah ia bisa memendamnya.


Apa itu pengakuan atau pujian atau apa?


Jika seperti itu kapan lagi ia bisa mendapatkan pujian dari anggota ksatria suci? Ini seperti mimpi saja.


Peran ksatria suci selain Arthur memang tidak terlalu terlihat, namun itu bukanlah tolak ukur yang dilihat. Lagipula fakta bahwa bisa saja terjadi hal buruk tetap ada.


‘Aku sendiri beruntung bisa mengeluarkan semua kekuatan dalam satu serangan....’ Danny sadar akan hal ini, keberuntungan yang sungguh terjadi di saat yang tepat.


Danny sama sekali tidak meragukan para ksatria suci jikalau ia tidak bisa mengalahkan Domer dalam satu serangan, lagipula para ksatria suci bukanlah orang-orang yang harus dikhawatirkan.


Fakta Domer yang mengalahkan Tuan Thor memang tidak terelakkan, namun itu sudah lama. Kini Danny yakin para ksatria suci datang dengan persiapan matang demi menghadapi apapun yang terjadi.


Dengan banyaknya kerja sama yang dibentuk, maka secara otomatis akan menambah kepercayaan antar sesama dan harapan bagi manusia melawan para iblis.


Saatnya mengabaikan perbedaan dan bersatu demi masa depan yang lebih baik.

__ADS_1


“Kami butuh bantuan kalian.” Raven menegaskan kembali apa yang jadi dasar ia dan Danny ada di tempat ini.


Shhhh....


Sementara itu angin kencang berhembus di padang pasir ini, untuk beberapa saat kedepan tidak ada yang terdengar selain bunyi pasir tertiup angin.


Arthur terdiam, ia mengerti dengan baik maksud dan tujuan makhluk hitam dan Danny. Tujuan yang didasarkan oleh semangat juang tinggi yang memberikan harapan baru bagi umat manusia.


Sudah cukup banyak perbedaan di antara kerajaan yang berdiri di dunia ini, dengan masalahnya masing-masing. Dengan rencana dan masa lalu mereka juga.


Daris sejak dahulu pun sukar sekali rasanya untuk percaya satu sama lain, mereka terlalu sibuk dengan urusan masing-masing dan tidak punya waktu untuk saling mendengarkan satu sama lain.


Beragam pertemuan kerajaan dan acara lainnya hanyalah sekedar rutinitas saja dan belum ada yang terealisasi, terutama yang menyangkut kerja sama.


Dan sebelum umat manusia bersatu sepenuhnya, ras iblis mulai melakukan urusannya, tidak peduli apa yang sedang dilakukan manusia.


Dan sekarang ada tawaran dari pemuda dengan kekuatan aneh yang bahkan bisa membantunya membalaskan dendam temannya sendiri.


Yang di mana bisa saja pemuda itu percaya diri dengan kekuatannya dan tidak perlu mengandalkan orang lain. Atau bahkan melakukan hal yang ekstrim sekalipun.


Namun ternyata tidak begitu, dia tetap rendah hati dan mau untuk bekerja sama, tidak peduli dengan kekuatan yang dia miliki.


“Bagaimana Tuan?” Danny sadar ia memang tidak bisa memaksa agar para ksatria suci itu mau bekerja sama.


Ia tahu mereka ber-empat adalah dari kalangan elit yang tidak memutuskan sesuatu dengan sembarangan.


Maka dari itu menurunkan ekspektasi adalah hal yang bisa dilakukannya sekarang.


Mengingat ia sudah melakukan kesalahan dengan hanya mementingkan egonya sendiri. Danny pada akhirnya hanya bisa menerima apapun risikonya,


Dihukum karena menentang ksatria suci? Hal itu tidak mustahil terjadi.


Sementara itu Worther, Hellen dan Jessica terlihat serius dan tidak ada satupun yang mengatakan sepatah kata.


Arthur menutup matanya sebentar dan kemudian memandang Danny serius.


“Apa yang bisa kami lakukan untukmu?”

__ADS_1


__ADS_2