
Kuncian yang diterima dari lawannya itu membuatnya berada dalam kondisi sekarang ini, mungkin saja memang Danny terlalu lama di kunci olehnya hampir seluruh jalannya pertandingan babak pertama.
Meskipun di akhir babak Danny bisa membalikkan keadaan, itu belum memberikan keuntungan yang cukup baginya, bahkan saat ini untuk memikirkan kemenangan saja sudah merupakan hal yang sulit baginya.
Kuncian itu telah menimbulkan cidera yang lumayan berat pada tubuh bagian dalam daripada Danny, cidera yang tidak terlihat oleh mata telanjang.
Sekujur tubuh Danny terasa sakit dan berat, ditambah dengan nafasnya yang cukup sesak, itu benar-benar menunjukkan kekuatan seorang Yizi yang benar-benar hebat dalam 'meremukkan' lawannya itu.
Helaan nafas yang berat ini membuat Brock tidak tahan melihat bahkan ikut merasakan apa yang dirasakan Danny, "Sudahlah hentikan saja pertarungan ini ...."
"!" Brock terkaget dengan apa yang dilakukan Danny dan tidak berekspektasi ia akan melakukan hal itu.
Danny yang masih bernafas berat itu memegang Brock yang tengah berada di sisi kirinya dengan mengacungkan telapak tangan kiri padanya, seakan mengatakan dengan jelas 'aku baik-baik saja'.
Jelas-jelas Brock tidak bisa langsung percaya akan tindakan yang dilakukan oleh Danny ini, "Tapi kau-"
Vincent berkata dengan cepat, "Aku percaya pada Danny, Brock bagaimana denganmu?" Vincent lagi-lagi bertaruh pada Danny.
__ADS_1
Pikiran Brock diliputi oleh kegelisahan, di sisi ia tidak ingin Danny mendapat cidera lebih banyak lagi, namun tetap saja ia tidak tega menghentikan Danny yang masih saja ingin berjuang itu.
Pikiran Brock berkecamuk dengan keadaan di sekelilingnya itu, ia sudah kenal dekat dengan Danny, ia tidak mau berlagak seperti orang asing yang tidak peduli pada sesamanya.
Melihat Danny mirip seperti melihat diri Brock yang dulu, yang selalu percaya akan suatu hal yang dipegangnya, namun pada akhirnya kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan harapannya.
Brock hanya tidak mau kenyaatan itu terjadi pada Danny, namun meskipun begitu ia tidak berkuasa untuk menentukan pilihan dan keputusan yang akan diambil oleh Danny, "Kalau begitu ... terserah kau saja." ujar Brock lemas, nampaknya memang ia benar-benar peduli pada Danny, tetapi ia berkehendak menyumbangkan sedikit 'harapan' padanya dengan mengizinkannya kembali bertarung.
Telapak tangan kiri Danny yang masih terangkat itu, diubahnya menjadi sebuah jempol pada Brock, seakan berkata 'aku akan baik-baik saja'. Melihat hal itu Vincent hanya bisa sedikit tersenyum mengingat perasaannya sendiri kurang lebih sama seperti yang dirasakan Brock.
***
Aku ... bersyukur bertemu dengan kalian, berbagai kenangan diukir, kalian selalu bersabar dan membimbingku untuk beradaptasi di sini, yang di mana memang kukira ini hanyalah penjara manusia yang mengerikan.
Pandangan yang kalian ubah itu membuatku masih berada di sini, bahkan waktu-waktunya tidak terasa saking banyaknya hal baik yang terjadi antara aku dan kalian.
Seperti yang kalian tahu, tujuanku itu untuk menjadi nomor satu, dan alasannya adalah agar aku bisa keluar dari tempat ini, alasan yang sederhana dan mudah ditebak kan?
__ADS_1
Haha, memang begitu, aku ... seperti yang pernah kubilang aku punya tujuan lain, yang maaf aku belum ceritakan sampai saat ini.
Tapi nanti suatu saat pasti kalian tahu apa yang menjadi tujuanku, dan asal kalian tahu, pertemuanku dengan kalian membuatku lupa akan beban pikiran, masalah, dan kesedihanku, bahkan semua hal negatif yang kuingat semuanya terasa menguap di kepalaku dan ingatan buruk itu perlahan makin kabur, itu semua berkat kalian.
Saat ini, aku berjuang, alih-alih hanya mengambil predikat 'menang' aku lebih suka agar aku bisa melakukan yang terbaik, seperti yang telah pernah kau singgung vincent.
Saat Ini, jika memang aku masih punya sedikit kekuatan ... itu tidaklah masalah, sebenarnya itu saja yang aku perlukan.
Aku tidak bisa menjanjikan kemenangan bagi diriku sendiri, apalagi diharapkan secara langsung oleh kalian, itu ...
Yah, saat ini tidak ada jalan mundur, apapun yang terjadi aku tidak bisa lari, dan asal kalian tahu saja, aku ...
Menyayangi kalian ....
***
TENG!
__ADS_1