Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 404: Bala Bantuan


__ADS_3

"Uhuk! Uhuk!" Danny terbatuk ketika melihat disekitarnya ada debu tanah yang sangat tebal, ia bisa merasakan dengan pasti bahwa ia sendiri sedang berada tepat di atas tanah yang amblas karena tubrukan hebat dengannya tadi.


"Fo- Forhan?" Danny berupaya untuk berdiri, kondisi sekujur tubuhnya agak lecet dan sedikit berdarah, terutama pada bagian tangannya dan serangan tadi sama sekali tidak banyak mempengaruhi kondisinya saat ini.


Bahkan sihir pedang angin masih tetap berjalan, Danny masih memegang pedang besar berwarna biru transparan dan baru menyadarinya sekarang.


Padahal jika saja seseorang sudah tidak memfokuskan dan memerhatikan energi sihirnya sendiri, maka secara otomatis sihir yang dugunakan akan hilang.


Tanpa pikir panjang lagi Danny segera mengibaskan pedang besar sihir birunya itu, dan pada saat yang bersamaan angin yang kuat mengibaskan semua debu tabah yang ada disekitarnya itu.


Danny melayangkan pandangannya ke berbagai sisi, lagi-lagi Forhan kembali tidak dilihatnya, aura jahat yang keluar darinya bercampur aduk dengan aura jahat yang sudah ada di tempat itu yang membuat keberadaannya sulit untuk diketahui.


"Ggggrrrrr ...."


"?!"


Danny mendengar suatu suara yang cukup keras dan bergema di seluruh hutan yang kini sebagian tanahnya telah hancur tidak beraturan itu, dan lagi ia sendiri sepertinya mengenali suara geraman yang sedang terjadi ini.


"Ah sial ...." Danny kini melihat banyak sosok bayangan hitam bermata merah mengintainya dari kejauhan hutan yang suram ini.


Apa lagi kalau bukan para binatang buas yang menjadi penghuni hutan ini? Danny tahu hal ini sangat mungkin terjadi tapi ia tidak menyangka para makhluk buas ini akan cepat mendatanginya seperti ini.


Dan benar saja dugaannya beberapa saat kemudian banyak sekali binatang buas berukuran besar seperti harimau, beruang, ular dan banyak lagi yang penampilannya jauh berbeda dibanding dengan yang seharusnya.


Di tengah banyaknya binatang buas besar yang kini mendekatinya Danny akhirnya menyadari Forhan berada tepat diantara meraka dengan tatapan yang tidak biasa.


Lagi-lagi tatapan puas dan kejam terlihat dari padanya, Danny tidak ingat bahwa temannya ini pernah menatapnya seperti ini dahulu, dan memang pada kenyataannya ia sudah benar-benar terlihat berbeda.


"Forhan?"


"Danny! Kau lihat? Aku punya banyak teman yang akan membantuku untuk mencapai tujuanku, kau masih punya kesempatan Danny!"


"...."


Danny terdiam, ia masih bisa merasa bahwa Forhan masih punya rasa ampun padanya meskipun ia sendiri sudah jauh berbeda sekarang.


Senyum kecil tergurat di wajah Danny sekarang ini, meskipun ia sendiri tahu para binatang buas itu mempunyai kekuatan yang amat besar dan mengerikan namun kini ia tidak lagi merasakan ancaman dari makhluk buas yang berada di sini.


"Hah?! Mengapa kau tersenyum Danny? Apakah kau sudah hilang akal sehatmu melihat apa yang kau hadapai saat ini?!"


Forhan tidak percaya melihat Danny yang masih saja terlihat tenang dan masih sempat-sempatnya untuk sedikit tersenyum, padahal ia memikirkan respon yang jauh berbeda dari yang ditujukannya itu.

__ADS_1


"Kita pernah melihat hal seperti ini, bukanlah hal yang wajar jika aku tidak terkejut?" Danny menjawabnya dengan alasan yang masuk akal namun terdengar tidak serius.


"Danny kau menghabiskan kesabaranku, jika kau masih tidak mau memberikan batu permata mulia itu maka ...."


"Maka apa?" Terdengar suara berat, keras, sekaligus bergema memotong perkataan Forhan yang belum selesai, tentu saja itu membuat pria besar itu terkejut.


"Danny apa suaramu berubah?"


"Bukan aku yang berbicara, tapi dia ...." Danny menjawab pertanyaan Forhan dengan menunjuk ke sampingnya, tanpa disadari pria besar itu muncul binatang anjing raksasa berkepala tiga yang ukurannya jauh lebih besar dengan binatang buas lain yang bersama dengan Forhan.


"Cerberus ...." Danny melihat disebelahnya ada sesosok binatang yang baru saja dikenalinya, kini ia bertemu kembali dengannya dengan waktu yang singkat.


"Tuan Danny." Makhluk anjing berkepala tiga raksasa itu sedikit menundukkan semua kepalanya, kemudian melihat dengan serius semua makhluk binatang buas lain yang merupakan bawahannya itu.


"Aku datang kemari karena merasakan energi Tuan, dan lagi energi lain yang jahat mirip dengan hawa para makhluk binatang di sini, apakah pria di sana kenalan anda?"


Danny mengangguk dan menjawab, "Ya ...."


Forhan melihat dengan tidak percaya dan terlebih lagi ia kehabisan kata-kata, kini ia merasa terdesak, padahal sebelumnya ia merasa percaya diri.


"Forhan, kita hentikan saja pertarungan ini, kau harus percaya padaku, kini ada masalah yang jauh lebih buruk dibanding dengan perebutan kekuatan batu ini." Danny lagi-lagi mencoba menyakinkan Forhan, mengingat ia sendiri dapat melihat dengan jelas ekspresi temannya itu yang masih saja terkejut dan tidak percaya.


Seketika itu pula para makhluk buas pun langsung menuruti perkataan Forhan, dengan serentak mereka maju bersamaan hendak menyerang Danny dan Cerberus.


Melihat hal itu Danny masih tetap tenang bahkan sama sekali tidak melakukan apapun.


"Tuan Danny, anda memerintahkanku untuk menghabisi bawahanku sendiri?"


Cerberus merasa tertantang, meskipun ia adalah yang paling kuat dan merupakan pemimpin dari hutan Dawn Forest ini, kejadian seperti ini umumlah terjadi di mana ada banyak makhluk buas lain yang ingin menjadi penguasa di tempat ini.


Namun Cerberus tidak benar-benar selalu serius menanggapi makhluk buas lain, pasalnya dari perbedaan kekuatan saja sudah jauh berbeda.


"Lakukan apa yang ingin kau lakukan Cerberus." Danny menanggapinya dengan tenang, ia sendiri dari awal tahu akan keberadaan Cerberus yang tiba-tiba muncul itu, beruntung ia sudah berdamai dengan sang pemimpin hutan ini.


"Tapi aku tidak merasa kasihan dengan siapapun yang melawanku, kupikir mereka ini hanya akan menghalangi Tuan Danny saja, heh." Cerberus semakin merasa tertantang, ia tidak pikir panjang lagi berlari seorang diri menghadapi begitu banyak makhluk buas yang melawannya.


Dan pertarungan antar Cerberus dan binatang buas lain tidak terhindarkan, makhluk buas lain menyerang dengan berbagai cara, mencakar, melilit, mengigit dan lain sebagainya.


Namun Cerberus bisa membaca serangan mereka itu dan dengan lihai dan cepat melawan balik dengan mengigit tanpa ampun hingga akhirnya tubuh setiap binatang buas bisa tercerai-berai dengan mudah.


Melihat momen berdarah yang sedang terjadi ini, Danny bisa melihat bukti jelas bahwa memang Cerberus adalah sosok pemimpin hutan yang sebenarnya, kekuatannya jauh berbeda dibanding dengan yang lain; seolah-olah pertarungan ini tidak seharusnya terjadi karena berat sebelah.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama pertarungan Cerberus dan makhluk buas lain berakhir dengan kemanangan yang mutlak, seluruh makhluk buas lain yang berusaha untuk melawannya mati dengan kondisi yang mengenaskan dan tidak beraturan.


"Hmph ...." Cerberus terdiam, ia yang tadinya berpikir untuk mengasihani yang melawannya itu, pada akhirnya harus memilih keputusan yang tepat, yaitu membantu Danny.


Forhan melihat semuanya, kini ia seorang diri masih berdiri di sana dengan ekspresi yang tidak menyenangkan, ia terlihat kesal karena melihat serangan para makhluk buas yang ada dipihaknya itu dengan mudah dihentikan oleh makhluk anjing besar berkepala tiga itu.


Cerberus menyadari tatapan tajam dari seorang pria besar yang memerintahkan para binatang buas lain menyerangnya ini.


Setelah beberapa saat Cerberus akhirnya tahu bahwa pria besar berbulu yang beraura gelap ini adalah seorang demi human, entah mengapa setiap makhluk buas di tempat ini memang bisa membedakan berbagai macam ras yang ada di dunia ini.


"Demi human, kekuatanmu besar juga." Cerberus sekarang berbicara pada Forhan.


Makhluk anjing besar berkepala tiga itu bisa merasakan kekuatan yang berkobar dalam diri Forhan, dan dalam kekuatan gelapnya itu terdapat adanya tekad yang besar demi mencapai tujuan yang dipunyainya itu.


Forhan sendiri masih acuh tak acuh dan hanya memasang wajah kesalnya saja, ia kini tidak bisa lagi bersikap seolah ia telah mendesak lawannya, yang terjadi saat ini malah sebaliknya.


"Hmph ...." Setelah beberapa saat Cerberus melihat Forhan, ia kemudian beranjak ke belakang melangkahi mayat para makhluk buas lain yang berserakan di bawah dan kembali ke sebelah Danny.


"Tuan Danny maafkan aku, aku tidak bisa melawan atau bahkan membunuh siapapun dari ras demi human." Perkataan Cerberus terasa berat, seakan ia memang sudah selayaknya tidak melakukan hal yang seperti itu.


Danny sepertinya sudah tahu alasannya, mengingat Cerberus sebelumnya telah menjelaskan dirinya sendiri, yang identitasnya adalah sebagai makhluk peliharaan Sophia yang juga merupakan demi human, tidak heran Cerberus tidak ingin menyakiti ras yang sama dengan pemiliknya itu.


"Aku mengerti, lagipula aku tidak menghendaki hal seperti itu." Meskipun Cerberus memutuskan akan menyerang Forhan, namun sudah pasti Danny akan menghentikannya juga.


Kedatangan Cerberus adalah suatu keuntungan bagi Danny, seharusnya ia tadi sudah mengeluarkan banyak kekuatan sihir dan kekuatan tiga batu permat mulia untuk mengalahkan makhluk buas yang berada di pihak Forhan, namun hal itu tidak perlu dilakukannya.


Perlahan namun pasti Danny bisa merasakan tiga kekuatan batu permata mulia kembali bergejolak dengan hebat; hal ini bukanlah yang pertama kali, efek samping dari penggunaan batu permata mulia kembali dirasakannya.


Danny memegang kepalanya sendiri, seolah ada yang memerintahkannya untuk menghabisi setiap hawa jahat yang berada di sekitarnya, namun yang pasti seluruh area hutan ini memang dipenuhi hawa jahat yang menyengat, terlebih lagi masih banyak binatang buas lain yang menghuni tempat ini, dan juga tidak lupa dengan adanya dua kekuatan hawa jahat yang kuat, Cerberus dan Forhan.


Penggunaan kekuatan tiga batu permata mulia sekaligus bisa dibilang 50:50, dalam kondisi tertentu Danny bisa mengendalikannya dengan mudah karena memang ia sendiri sudah banyak terbiasa menggunakan kekuatan ini, namum di satu sisi yang lain, sepertinya kekuatan ras demi human ini memang didesain untuk mengalahkan setiap orang atau makhluk yang memiliki kekuatan jahat.


Danny berusaha untuk melawan apa yang ada di dalam benaknya itu, ia tidak bisa menghentikan pengendalian kekuatan batu permata mulia, atau jika ia memutuskan untuk menghentikannya maka pengendalian keduanya akan semakin sulit lagi.


Kekuatan batu permata mulia selalu kugunakan sekali pakai dalam beberapa waktu, memakai ketiga kekuatan batu ini sudah hal yang berat, aku tidak boleh berhenti, tidak boleh!


Danny lagi-lagi berperang dengan benaknya sendiri, di satu sisi ia begitu terganggu dengan kekuatan batu imi yang berbicara padanya untuk menghapuskan setiap energi jahat yang ada di sekitarnya, di sisi lain ia tidak bisa menghentikan kekuatan ini untuk menghilangkan setiap 'suara' yang ada di kepalanya itu.


Cerberus sedikit melihat pada Danny yang terlihat diam dan masih memegangi kepalanya itu, seolah ia sendiri bisa menebak mengapa Danny bertingkah seperti itu.


Seseorang yang memiliki tiga kekuatan sangat besar? Bukankah itu terlalu berlebihan untuk seukuran manusia?

__ADS_1


__ADS_2