Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 230: Idola Yang Kubenci (3)


__ADS_3

"Menjauhlah Danny, kurasa pria ini hanya ingin menyerangku saja." Arthur memberikan saran yang baik untuk Danny karena tidak ingin anak muda itu terlibat hal seperti ini.


Tanpa bisa melakukan apapun, akhirnya Danny setuju dengan usulan Arthur, ia menjauhi Arthur yang merupakan sasaran utama serangan Yizi.


"Apa yang terjadi padamu Yizi?" Arthur masih ingin berbicara baik-baik pada Yizi.


Yizi tak menggubris perkataan Arthur, setelah sampai di dekat sang ksatria suci itu seketika itu juga ia melancarkan serangan pukulan dan tendangan yang memiliki kekuatan yang besar.


Dapat dilihat begitu besarnya gelombang setiap serangan yang ia gunakan, hempasan angin yang cukup keras muncul seketika saat Yizi mengeluarkan serangan fisiknya itu.


Pria ini ... sebenarnya apa yang terjadi?!


Mengapa ia menyerangku secara tiba-tiba? Apa yang membuatnya melakukan hal ini?


Tunggu ... apakah ini ada hubungannya dengan Alliance Fight's?


Arthur berupaya untuk menghindari setiap serangan dari Yizi, karena kekuatannya berangsur-angsur kembali seperti semula, ia mulai bisa beradaptasi untuk bertarung kembali.


"Yizi! Kita bisa bicara, hentikan seranganmu itu!"

__ADS_1


Yizi lagi-lagi tidak menanggapi ucapan Arthur yang berusaha mengajaknya bicara itu.


Arthur tak punya pilihan lain selain menghindar dan terus menghindari serangan Yizi yang beruntun itu.


Sampai suatu ketika Arthur membuka celah yang cukup untuk Yizi bisa memojokkannya.


Yizi berhasil mengenai tubuh Arthur yang telanjang dada itu dengan mendorongnya sampai ke tanah dengan keras, ia berusaha menahan pergerakan Yizi menggunakan badannya; tangan kanannya yang kuat ia pakai untuk menahan di bagian leher ksatria suci itu.


Yizi masih geram dengan Arthur setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya mengenai keadaan Kibo saat ini.


"Mengapa ... mengapa kau membunuhnya?!"


Arthur tidak berusaha melepaskan diri meskipun ia tahu bahwa dia dapat melepaskan diri dengan mudah.


"Jangan berlagak tidak tahu! Kau membunuh sahabatku sendiri! Kibo! Kau membunuhnya bukan?!"


Arthur mengambil waktu sejenak untuk memikirkan hal yang untuk sekali lagi nampaknya tidak asing baginya.


Kibo ... Alliance Fight's ....

__ADS_1


Organisasi Illegal itu!


Arthur dengan cepat mengerahkan tenaganya yang tertahan karena tekanan yang dilakukan oleh Yizi, hempasan-hempasan angin muncul, nampaknya itu adalah kekuatan fisik yang saling beradu satu sama lain antara Arthur dan Yizi.


Kekuatannya?!


Arthur heran karena mengetahui bahwa kekuatan fisik orang yang sedang menahan pergerakannya itu sungguhlah besar, bahkan ia belum mampu untuk melepaskan diri dari pria bernama Yizi ini.


"Kau! Beraninya membunuh orang tak bersalah!"


"Kibo dan teman-teman Alliance Fight's telah kau akhiri hidupnya dengan semena-mena! Bagaimana kau bisa menyebut dirimu sebagai orang yang adil?!"


"Kau ... hanya bertindak sesuai kata hukum, tidak akan pernah bisa mengerti akan orang yang telah tertindas karena hukum itu bahkan ketika mereka sama sekali tidak melakukan kejahatan!"


Arthur terdiam, raut mukanya yang ramah berangsur-angsur hilang entah mengapa dia seperti terbawa suasana tiga tahun lalu di mana dia hampir berhasil untuk melenyapkan seluruh keberadaan kelompok Alliance Fight's.


"Apakah kau, ada hubungannya dengan Alliance Fight's?" tanya Arthur dengan serius.


Yizi menanggapinya dengan tak kalah serius pula. "Aku ... aku adalah pemimpin dari kelompok Alliance Fight's!"

__ADS_1


Arthur terbelalak ketika mendengar penyataan pria bernama Yizi itu. "Apa? Kau adalah pemimpin Alliance Fight's?"


"Katakan padaku siapa kau sebenarnya!"


__ADS_2