
Bahkan dari awal pun ia sudah bertemu beragam musuh kuat yang membuat nyawanya selalu saja terancam.
Namun pada akhirnya nyawa yang terancam bukanlah masalah, toh 'kematian' saja tidak menerimanya.
Jadi hal terburuk apapun yang bisa terjadi padanya tidak akan mengubah kenyataan ia tidak bisa 'meninggalkan' dunia ini.
Seolah takdirnya sudah ditentukan dari awal.
'Tapi kenapa aku tidak tahu asal usulku sendiri?' Danny tidak pernah penasaran soal masa lalunya, tapi mendengar ia datang dari kuil suci yang hancur itu sungguh mengejutkan.
Dari pandangannya sendiri ia hanyalah seorang anak desa yang diurus kakeknya sejak kecil, tidak punya harta, atau apapun, apalagi kekuatan spesial.
Tidak pernah terpikir terjun ke dunia luar yang dipenuhi banyak hal. Semua yang terjadi diluar perkiraannya.
'Siapa aku ini?'
"Danny, kamu adalah anak terpilih, kamu datang dari dunia langit."
"HAH?" Danny terdiam, apa ia salah dengar?
'Tu-tunggu dulu....'
"Tuan Gaberl, aku hanya anak yatim piatu yang diurus kakek, mana mungkin aku datang dari langit?"
Danny tahu ia tidak begitu ingat masa lalunya, tapi apa yang didengarnya tidak masuk akal sama sekali!
Ia yang jelas-jelas hidup damai di desa kecil adalah seorang dari dunia langit? Apa Tuan Gaberl bercanda?
Gaberl bisa melihat kebingungan dari pemuda ini. Yah mendengar kenyataan yang sesungguhnya tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi ia tetap harus memberitahukannya.
Danny sudah berada di penghujung misinya dan tidak mungkin terus membiarkannya tak tahu apapun.
__ADS_1
Gaberl memberi Danny waktu untuk tenang. Tidak perlu tergesa-gesa.
Danny berusaha mengingat seluk beluk kehidupannya sampai saat ini, pada akhirnya ia juga tidak menemukan petunjuk apapun di masa lalu.
Yang ia tahu ia bisa selamat dari rangkaian maut yang menjemputnya, dan menghadapi kenyataan dunia akan hancur oleh sang kegelapan.
Ia berlatih dan punya kekuatan untuk membela apa yang ia percaya, itulah pengalaman yang dialaminya.
'Mana mungkin aku dari dunia langit! Tidak mungkin!' Danny menolak apa yang dikatakan tadi, ia tidak mengerti apapun!
"Danny, ini semudah kamu tak mengerti kenapa 'kematian' menolakmu." Gaberl membuka mulutnya. Ia tidak meyakinkan pemuda itu, namun hanya membantunya berpikir jernih.
'Kenapa 'kematian' menolakku?' Danny merenung, ia terus melihat ke relung hatinya yang terdalam.
'Itu karena... aku belum selesai dengan... tujuanku....' Batin Danny berkataa sendiri, hanya inilah yang bisa ia mengerti.
"Itu benar. Takdir tidak mampu menghentikanmu, kamulah yang mengendalikannya."
"...." Danny menatap Gaberl dengan seksama, tahu soal masa lalunya tidak membuatnya bangga. Malahan dibuat bingung, kenapa ia tidak tahu asal usulnya sendiri?
'Mengutus?'
"Sejarah manusia dengan ras lain, kamu sudah tahu Danny?" tanya Gaberl memastikan.
Danny mengangguk pelan, sudah bukan rahasia lagi perjanjian manusia dengan iblis, yang tentu saja melibatkan semua ras yang ada di masa lalu.
"Archifer melanggar perjanjian dengan ras malaikat."
"!" Danny baru tahu, selain perjanjian manusia dengan ibli,s ternyata ada perjanjian yang lain juga?
Ia belum pernah mendengar ini sebelumnya, dengan sorot mata penasaran ia ingin tahu soal ini.
__ADS_1
"Ras iblis dan ras malaikat adalah dua ras dari luar Hello, kami tidak bisa mencampuri urusan dunia ini kecuali dengan perjanjian."
"Ras manusia yang mengandalkan bantuan iblis demi bebas dari ras lain. Bagaimana menurutmu?" Gaberl penasaran dengan pendapat anak muda ini.
"...." Danny terdiam, tentu ia ingin menyalahkan ras manusia yang gegabah dengan mendatangkan iblis ke dunia ini, yang jadi sebab akibat ras iblis yang ingin menguasai seluruh dunia sekarang.
Namun di sisi lain Danny banyak mendengar penderitaan manusia hidup dengan ras lain dahulu, yang akhirnya mereka tidak punya pilihan lain selain minta tolong agar dibebaskan, yang juga hanya ras iblis-lah yang bisa dimintai bantuan.
Semua ras yang di dunia ini memerangi dan menyiksa manusia, tidak mungkin terjalin perdamaian, maka manusia mengambil pilihan terakhir dengan harapan mereka bisa hidup layak sebagaimana mestinya, meski dengan risiko besar, yakni membiarkan iblis tinggal bersama mereka.
Inilah akibat dari keputusan mengadakan perjanjian itu. Manusia generasi awal memang menikmati hidup baru mereka tanpa tirani semena-mena ras lain, dan ras iblis pun terlihat puas dengan imbalan yang diterima.
Namun kedamaian itu tak bertahan lama, mau bagaimanapun ras iblis bukanlah ras yang tunduk pada ras lain, sifat dasar mereka yang ingin menguasai, menjadi yang terkuat dan memerintah adalah mutlak.
Ribuan tahun berlalu dan tepat di generasi Danny ras iblis menunjukkan taringnya juga. Membuktikan mereka tidak menepati perjanjian dengan nenek moyang ras manusia.
Apa itu alasan dibalik perjanjian ras malaikat dan iblis?
"Benar Danny." Gaberl tersenyum, ia tidak perlu bicara panjang lebar soal kejadian masa lalu.
"Wah!" Danny belum terbiasa pikirannya dibaca begini, terasa cukup aneh!
"Jadi kamu pikir manusia tidak salah?" Gaberl terdengar memojokkannya, tapi apa boleh buat Danny sendiri tidak tahu harus memihak siapa.
Hidup menderita dengan ras lain dan hidup menderita dengan iblis, keduanya sama-sama buruk. Tidak ada yang lebih baik sama sekali.
"Aku tidak tahu." Danny mengatakan apa adanya, ia tidak bisa menghakimi.
Kalau manusia tidak membuat perjanjian pun tidak berarti perlakuan para ras lain akan membaik. Ini situasi yang sulit dicerna.
Kenyataan hidup ini terlalu berat! Danny jadi pusing.
__ADS_1
"Kamulah 'perwakilan' ras malaikat Danny." Gaberl mengatakannya juga.
"Perwakilan?" Sepertinya Danny butuh penjelasan lebih lanjut deh.