
‘Astaga, apa aku membuat pilihan salah?’ Danny bergumul dalam batinnya sekarang, apakah dengan menggunakan batu permata mulia dengan kekuatan penuh adalah hal yang salah?
Apakah ini adalah akibat dari keputusannya itu? Kekuatan leluhur demi human ini begitu misterius, bahkan Danny yang sudah memegang empat di antaranya pun tidak tahu apa yang bisa terjadi dengan kekuatan ini.
‘Tunggu sebentar, apa yang dikatakannya tadi?’ Danny disadarkan oleh batinnya.
“Kau bilang tidak boleh?”
Danny memaknai perkataan pertama yang keluar dari gadis dengan setelan serba hitam ini. Tidak terdengar kalimat yang menegaskan dia adalah musuhnya.
Malahan gadis misterius itu seolah tahu keadaannya yang terdesak dan kemudian mengatakan hal tadi.
Gadis itu masih terlihat serius, sedang Danny masih belum tahu appaun dari kemunculannya yang tiba-tiba dan pengetahuannya yang luas itu.
“Kenapa kau bisa tahu?” Danny mengulang lagi pertanyaannya, mau bagaimanapun ia tidak akan tahu kebenaran kecuali gadis itu yang mengatakannya.
“Ini bukan kali pertama kita bertemu Danny.” Gadis itu menyilangkan kedua tangannya.
“!”
“Kau tahu namaku?” Danny terkejut lagi, mengapa orang asing ini tahu lebih banyak dari yang seharusnya?
Bukan pertemuan pertama? Bagaimana mungkin bisa seperti itu? Sudah jelas-jelas ini adalah pertemuan pertama mereka, Danny masih punya ingatan yang cukup bisa diandalkan, yang menegaskan apa yang dikatakan gadis itu berlawanan dari kenyataan.
Seberapa banyak yang gadis itu tahu tentangnya? Danny tidak begitu mempermasalahkannya mengingat ia terbiasa dengan kejadian aneh seperti ini, namun pernah bertemu dengannya? Danny tidak bisa langsung percaya.
Bisa saja gadis itu mengorek informasi tentangnya dari pihak ketiga dan kemudian bersikap seolah dia sudah bertemu dengannya, yang sekali lagi Danny tidak tahu akan hal itu.
“Aku tidak mengenalmu,” kata Danny dengan singkat dan jelas.
“....” Gadis itu terdiam beberapa saat, dan kemudian ekpresinya seidkit berubah.
“Ah, bagaimana kalau begini?”
Shhhhh....
Perlahan namun posti wujud dari gadis berpakaian serba hitam itu seolah menyatu jadi kegelapan, kini seluruh tubuhnya gelap dan terlihat seperti armor hitam yang beraura dan dari matanya terpancar sinar merah yang menyala.
“Kau ... Dark Shadow?!”
__ADS_1
Danny tidak bisa menahan keterkejutannya, bagaimana tidak? Ia bertemu kembali dengan makhluk hitam yang dulunya menjalankan organisasi tanpa izin.
“Makhluk hitam itu ternyata... wanita?” Danny baru tahu akan fakta ini, otaknya butuh waktu untuk memproses informasi seperti ini.
SYUT.
“Benar.” Makhluk hitam yang menyeramkan tadi kembali berubah ke wujud gadis cantik lagi.
Danny terdiam, rasanya sudah lama ia tidak bertemu dengan makhluk hitam ini, dan mengetahui fakta dibaliknya membuat perasaannya jadi aneh.
“Dark Shadow, apa kau pemimpinnya?” Mata Danny menatap serius pada lawan bicaranya sekarang.
Gadis berambut pendek itu mengangguk kecil, wajahnya serius juga yang menandakan ia sudah menjawab pertanyaan yang diajukan padanya.
Siapa sangka pemimpin organisasi besar ini adalah seorang wanita? Kenyataan ini cukup mengejutkan, namun adalah kenyataan yang sesungguhnya.
Danny memperkuat hawa sihirnya, berusaha untuk mendeteksi lebih lagi pada lingkungan sekitarnya.
Danny tahu ia tidak bisa merasakan hawa kehadiran dari gadis ini, namun setidaknya ia perlu melakukan pencegahan.
“Tidak usah melakukan itu, aku hanya sendiri.” Gadis berambut pendek itu mencegah Danny seolah sudah tahu apa yang akan dilakukannya.
“....” Danny terdiam, ia tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang dikatakan gadis itu.
“Aku tidak perlu menunjukkannya, Dark Shadow adalah aku, tidak ada yang lain.”
“Apa?” Danny mendengar hal yang tidak biasa dari pernyataan gadis ini.
“Harus kubuktikan lagi?”
Syut!
Syut!
“!” Seketika itu juga muncullah banyak bayangan hitam di samping gadis itu, begitu banyak dan membuat Danny ingat akan masa lalu.
Danny tidak menyangka para makhluk hitam itu ternyata hanyalah bagian dari gadis ini saja, padahal sebelumnya ia pikir Dark Shadow adalah organisasi besar dengan kepengurusan yang kuat.
Syut.
__ADS_1
“Sudah percaya?” Gadis itu terdengar siap untuk menjawab apapun, jika lawan bicaranya masih penasaran tentunya.
Danny terdiam, dengan waktu yang singkat ia bisa tahu akan kenyatan tentang makhluk hitam yang dahulu menjeratnya.
Masih banyak pertanyaan yang ada dalam benak Danny, mengenai makhluk hitam Dark Shadow ini, namun ini bukanlah saat yangg tepat untuk itu.
“Jadi kau yang membawaku ke sini, mengapa?” Danny langsung bertanya pada intinya di sini.
“Terpaksa, karena lawanmu itu berbahaya.” Gadis itu terdengar peduli padanya.
“Kau membuntutiku selama ini?” Danny tidak dapat memikirkan alasan lain selain ini. Lagipula bagaimana caranya dia tiba-tiba bisa ada pusat Kerajaan Timur?
“Setiap orang kuberikan tanda, tidak sulit bagiku pergi ke tempat mereka.”
‘Tanda?’ Danny tidak tahu tanda macam apa dan tidak tertarik mengetahuinya juga, yang pasti ia sudah tahu ternyata begitulah keberadaannya bisa diketahui dengan mudah saat ini.
“Kenapa kau peduli dengan batu permata mulia ini?”
Danny tidak melihat alasan yang jelas dibalik perbuatan Dark Shadow ini, untuk apa dia ikut campur dalam urusan seperti ini?
“Jikalau kau berakhir, maka tidak ada lagi keadilan yang sesungguhnya.”
“Keadilan....” Danny terdiam, ia sedikit tahu memang Dark Shadow tidak sepenuhnya jahat, hanya saja caranya yang berbeda. Mendengar tentang keadilan ini membuat Danny berpikir sejenak.
“Iblis akan menang, itulah sebabnya aku membawamu kemari.”
Danny mengerti sekarang, ia diselamatkan oleh gadis ini di tengah situasi genting tadi, yang pada akhirnya membuatnya berada di tempat yang sekarang ini.
“! Patricia!” Danny terperanjat lagi, bagaimana mungkin ia berada di tempat tenang seperti ini dan membiarkan teman-temannya dalam situasi sulit itu?
“Teman-temanku masih ada di sana, kembalikan aku!” Danny tidak peduli dengan pertolongan sekarang ia terima, yang lebih penting itu teman-temannya yang malah ia tinggalkan.
“Tenangkan dirimu Danny, aku kenal dengan teman-temanmu.” Gadis berambut pendek itu berusaha menenangkan Danny.
Danny paham maksud dari perkataan gadis itu, mengingat ia bertemu dengan Vincent dan Brock di tempat Dark Shadow, sudah jelas-jelas gadis ini lebih tahu soal mereka berdua.
Namun hanya tahu tidak akan cukup untuk membantu mereka dalam keadaan yang genting di pusat kota Kerajaan Timur.
“Kalau begitu apa yang bisa kita lakukan?” Danny merasa setiap detikny jadi begitu berharga mengingat ia terbeban pada keadaan teman-temannya sekarang.
__ADS_1
“Kita harus-“
“Wah- wah- wah....” Tiba-tiba terdengar suara pria berat dari kejauhan, suaranya nyaring dan keras membuat Danny dan gadis berambut pendel alias Dark Shadow itu menoleh ke arah suara itu berasal.