Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 451: Fleksibel


__ADS_3

“Hmm?” Shea cukup terkejut ketika melihat pemuda yang hampir tidak sadarkan diri kini malah bersinar terang.


Padahal Shea yakin kecil kemungkinan pemuda itu akan melakukan sesuatu yang berarti, mengingat kondisinya sudah tidak memungkinkan seperti itu.


‘Apa yang dia lakukan?’ Shea masih menunggu sembari menyilangkan tangan di dadanya.


Sorot mata Shea makin tajam saat ini, begitu memerhatikan apa gerangan yang terjadi pada pemuda yang adalah targetnya itu.


‘Dia masih mau bertarung?’ Shea merasakan aura kekuatan pemuda itu mulai pulih kembali, dan Shea masih berdiam terus memerhatikan.


SYUT!


....


‘Bayangan hitam?’ Shea sekilas ada bayangan hitam yang lewat begitu cepat, mirip seperti bayangan manusia.


Di tengah kegelapan malam di kota yang hancur ini, melihat bayangan hitam yang tiba-tiba muncul adalah hal yang cukup aneh, dan ia tidak merasakan hawa kekuatan atau ancaman apapun dari bayangan yang muncul tadi.


Shea tidak mengangap bayangan tadi adalah sesuatu yang harus begitu diperhatikan, meski memang ia menyadarinya tadi.


“!”


Trang!


Slash!


Di tengah kelengahannya tiba-tiba datang serangan dari dua pria besar yang cukup membuatnya harus mundur sekarang.


Shea berhasil menangkis serangan pertama dari pria besar putih, namun serangan kedua dari pria besar agak hitam itu menebas tepat dilehernya.


Tes....


Darah menetes dari lehernya, lukanya lumayan dalam, namun tidak membuat kepalanya terpisah dari badannya, namun tetap saja jika manusia biasa yang mengalami luka seperti itu, sudah pasti dia sudah menemui akhirnya.


“Sial, sedikit lagi.’ Pria agak hitam itu mengibaskan darah yang ada di pedangnya sembari menunjukkan ekspresi kurang puas.


Shea merasa seperti teriris pisau tepat di bagian lehernya, setelah pertarungan dengan pemuda tadi, ia akhirnya terluka juga.


Ia membiarkan dirinya lengah dan diserang dua pria besar yang muncul tiba-tiba.


‘Dia bisa menembus aura pertahananku.’ Shea tahu meski ia lengah, tapi seharusnya aura pertahanan alamnya setidaknya bisa membuat luka yang diterimanya lebih ringan.

__ADS_1


Namun jelas-jelas serangan pedang hitam pria besar agak hitam itu berhasil mengarah pada titik vitalnya, bahkan tanpa hambatan sedikitpun.


Mengapa bisa begitu? Shea merasa ia harus tahu akan hal ini.


‘Hm....’


Sring....!


Tiba-tiba muncul cahaya hijau terang pada luka yang ada pada lehernya itu dan perlahan namun pasti luka parah di sana mulai tertutup kembali.


‘Siapa mereka?’ Shea merasakan aura yang berbeda dari kedua manusia yang baru datang ini.


Aura kekuatan yang unik, setelah beberapa saat menyadari kehadiran dua pria besar ini, ia bisa merasakan kekuatan yang tidak biasa terpancar dari mereka berdua.


“Lumayan!” Shea mengangkat kedua tangannya, ia tidak menyangka akan mendapat kejutan yang manis seperti ini, padahal ia pikir sebelumnya pertarungan ini akan sangat membosankan.


Namun kini semuanya berubah setelah dua pria asing -entah darimana datangnya- tiba-tiba muncul, perasaan bosan yang tadi ada padanya sirna dengan instan.


Siapa yang akan sangka setengah elf terkuat kalah hanya karena satu tebasan pedang saja? Shea merasa tertantang dan itu adalah hal yang bagus.


“Hampir saja!” Seorang pria berpenampilan agak hitam dengan pedang besar ini tak lain tak bukan adalah Gill, sedang yang menyerang pertama tadi tentu saja adalah Jack.


“Apa kita tepat waktu?” Jack melihat ke sekelilingnya dengan kehancuran yang hebat dan juga satu gadis yang tergeletak di tanah diselimuti aura kekuatan yang hebat.


“Padahal aura kekuatannya terasa sangat jelas di sini.’ Gill tidak paham mengapa ia tidak menemukan seorang yang dicarinya.


“Gadis ini mungkin tahu sesuatu.” Jack berjongkok dan kemudian mengarahkan tangan kanannya, seketika itu juga cahaya hijau ada menyelimuti gadis itu.


SING!


Cahaya coklat menyilaukan membuat apa yang tengah dilakukan Jack jadi terhenti dan ia tidak meneruskan apa yang telah dilakukannya itu.


“Aku tidak bisa memulihkannya.” Jack merasakan kekuatan aura berwarna coklat itu mencegahnya melakukan hal ini.


“Kalau begitu kita tidak bisa bertanya padanya.” Gill memperjelas situasi yang sekarang terjadi. Kini mereka tidak bisa menggali informasi dari gadis yang tergeletak ini mengenai keberadaan Danny.


“Tidak perlu.” Jack perlahan beranjak berdiri, tepat setelah mereka datang, ia merasakan seorang yang mereka cari, Danny tiba-tiba menghilang.


‘Apa ini adalah triknya?’ batin Shea, ia mulai memperkuat kekuatannya dan tidak lagi terlalu santai sebelumnya.


‘Kedua orang ini, apakah rekan pemuda itu?” Kini Shea punya satu kemungkinan yang bisa menjelaskan mengapa mereka menyerangnya.

__ADS_1


Shea dengan kekuatan alamnya berusaha untuk mendeteksi target utamanya, yang sudah pasti adalah Danny, siapa tahu keberadaannya masih berada di sekitaran area ini.


‘Tidak ada, dia berada di luar jangkauanku.’ Shea kini tahu target utamanya malah melarikan diri dan diganti dengan kedua orang yang ada di depannya.


Shea tidak mengira ini akan terjadi, dengan ini sudah jelas ia harus kembali menemukan target utamanya lagi. Dan tentunya butuh waktu lagi untuk melakukannya.


‘Yah, menemukannya bukanlah hal tersulit untuk dilakukan.’ Shea melihat ini pada sisi positifnya. Lagipula ia tidak perlu melakukan sesuatu dengan terburu-buru, segala sesuatu yang dilakukan terburu-buru tidak selalu baik hasilnya.


“Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang kak?” tanya Gill, sesudah mereka kehilangan tujuannya untuk berada di tempat ini.


“Kita punya urusan baru di sini.” Jack menatap makhluk yang ada di depannya dengan serius, ia bisa merasakan masih ada sisa kekuatan aura Danny yaang ada di tempat ini.


Seolah Jack bisa melihat bagaimana pertarungan Danny dan perempuan bergaun hijau ini, dan dari apa yang ia tahu sekarang, pertarungan yang terjadi sebelumnya tidaklah berakhir dengan bagus.


Ini membuktikan bahwa lawan yang sedang Danny hadapi memang bukanlah lawan biasa.


Jack dan Gill kini punya tujuan baru untuk berurusan dengan siapapun yang mengacau di daerah Kerajaan Timur ini.


Tidak peduli dari ras apa ataupun seberapa kuat mereka, Jack dan Gill sudah memutuskan ini bagi tujuan mereka.


Sedikit banyak yang ia tahu tentang ras lain terutama yang bertelinga panjang, Jack tahu di saat seperti inilah waktunya menunjukkan kekuatan sebenarnya dari Dua Bersaudara dari Kerajaan Selatan.


“Kau siap Gill?” Jack mengeratkan pegangan pedangnya dengan raut wajah yang serius.


“Siap kapanpun kak!” Gill memegang pedang di belakang punggungnya, bersiap untuk menyerang.


Shea mengangkat tangan kanannya, dan seketika itu juga muncullah lingkaran sihir besar berwarna hijau cerah. “Energi Alam: Panah Alam!”


Seketika itu juga puluhan, bahkan ratusan panah terbentuk dan mengarah pada Jack dan Gill dan tentu saja gadis yang berada di dekat mereka.


TRANG!


TING!


“HAH!” Gill memutar pedangnya begitu cepat dengan kedua tangannya sampai-sampai bisa menangkis begitu banyask panah beraura hijau itu yang mengarah pada mereka.


Namun serangan panah itu tidak berhenti di situ, jumlahnya makin banyak dan membuat Gill tidak bisa lagi melakukan urusannya lebih lama lagi.


Shhhhh....


Tanpa bisa diduga, Pedang Jack perlahan diselimuti oleh aura berwarna merah, yang sudah ia kumpulkan semenjak Gill berusaha menahan serangan panah yang begitu banyak itu.

__ADS_1


“Teknik Pedang: Angin Ribut!” Jack melompat ke depan mengayunkan pedangnya, seketika itu juga semua panah yang mengarah pada mereka berputar terpusat pada angin ****** beliung yang tercipta.


__ADS_2