
"Rasanya aku pernah mendengar nama itu...." Brock terpikir akan suatu hal, namun tidak terbayang dengan jelas apa yang ia tahu soal nama yang sudah didengarnya tadi.
"Huh? Kau mengikuti perkembangan zaman Brock? Keren juga." Vincent terkesan bagaimana temannya itu tahu soal nama yang tadi disebutkan itu.
"Aku tidak kudet Vincent." Brock memasang raut wajah bangga sekarang.
"Kudet? Kau sering memakai bahasa aneh ya Brock." Vincent tidak mengerti kata apa yang diucapkan oleh temannya itu.
"Heh, bukan kau saja yang bisa memakai kata aneh Vincent." Brock terlihat bangga dengan hal ini.
"Hmm...." Vincent tidak langsung paham dengan apa yang ia dengar, tapi ya sudahlah apa boleh buat.
"...." Setelah beberapa saat Brock terlihat seperti menyadari sesuatu, tentu saja berhubungan dengan sesuatu yang sepertinya pernah ia dengar tadi.
"Jack dan Gill, dari Kerajaan Selatan?"
"Benar." Gill meng-iyakan apa yang dikatakan Brock.
"HM?!" Vincent juga kini seperti tersadarkan.
"Kau bilang dua orang yang dirumorkan itu?" Vincent memperjelas apa yang menjadi kekagetannya tadi, memang benar apa kata Brock, kedua nama yang terdengar tadi tidaklah asing.
Brock terdiam, apa yang ia tahu soal kedua orang ini, terutama dari cerita orang lain adalah hal yang tidak terlalu enak didengar.
Apa yang ia lihat dari kedua orang terkenal dari Kerajaan Selatan dengan membantunya berlawanan dengan cerita yang tersebar.
"Apa kalian benar-benar Jack dan Gill?" Brock kembali menanyakan hal yang sudah mereka jawab, ia masih belum yakin ketidak-konsistenan cerita yang tersebar dan orang aslinya.
Bisa saja mereka ini dua orang lain yang memakai sihir penyamar dan mengaku sebagai dua orang terkenal dari Kerajaan Selatan bukan?
Terlalu awal untuk menyimpulkan seperti ini, tapi ketidaksesuaian informasi inilah yang membuat Brock berpikir seperti ini.
"Tidak biasanya kau meragukan orang Brock. Kali ini aku tidak sependapat denganmu." Vincent langsung memotong pembicaraan ini, ia heran mengapa temannya meragukan kedua orang terkenal ini.
"Brock, penampilan memang bisa menipu, tapi hawa kekuatannya?" Vincent kali ini terdengar serius, perkataannya begitu meyakinkan sampai-sampai membuat Brock berpikir dua kali.
Apa yang diucapkan Vincent kali ini memang ada maknanya, tidak bisa dipungkiri hawa kekuatan tidak bisa dimanipulasi dengan mudah, berbeda dengan hanya penampilan fisik saja.
Sederhananya, hawa kekuatan tidak bisa diubah dengan mudah, meski mungkin untuk dilakukan.
__ADS_1
CRAP!
DRRRTTTTT....
Pria besar agak kehitaman menancapkan pedang besarnya ke bawah, dan seketika itu juga aura kekuatan yang hebat muncul, membuat hembusan angin dan getaran yang kuat.
Ia membuktikan hawa kekuatannya secara langsung, tentunya bukanlah ilusi yang dibuat-buat.
"Kami orang yang sama." Pria berkulit putih, Jack, menegaskan kembali.
"Bukankah kalian seharusnya arogan dan tidak peduli dengan sesama?" Brock secara terang-terangan menyatakan keraguannya, yang pasti jika tidak dikatakan maka ia tidak bisa memastikan lebih lanjut masalah ini.
"Brock!" Seorang Vincent bahkan tahu itu adalah perkataan yang kurang enak didengar.
Tapi apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur, tanah sudah jadi tanah liat. Perkataan yang terucap tidak bisa di hilangkan.
BUM!
"Kita tidak punya banyak waktu, Danny butuh bantuan segera." Jack mengalihkan pembicaran begitu cepat dan melangkah menuju ledakan yang tadi terjadi.
"?" Brock dan Vincent terdiam, sedang Jack dan Gill sudah berjalan meninggalkan mereka.
"Telingaku masih berfungsi kok." Vincent tahu ia sudah mendengar banyak ledakan keras, jika boleh jujur itu cukup melelahkan bagi telinganya.
Meskipun telinganya berdengung akibat banyaknya suara keras yang terjadi di sini, bukan berarti ia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Jack.
Kedua orang terkenal yang barusan ini berasal dari kerajaan yang berbeda dan cukup jauh, dan mereka mengenal Danny.
Brock tidak pernah mendengar Danny bercerita soal apapun mengenai ini, padahal sebagai rekan seperjalanan, mereka banyak menghabiskan waktu. Setidaknya soal kenalanannya ini Danny seharusnya menceritakannya juga.
Begitulah pikir Brock, karena jika Danny bisa menceritakan teman-teman lamanya yang sekarang berpisah dengannya, mengapa tidak dengan kedua orang tersohor dari Kerajaan Selatan?
Apa yang ia pikirkan memang masuk akal, namun di saat yang bersamaan ia juga tidak tahu alasan Danny tidak menceritakan soal ini.
Yang pasti hanya tinggal menunggu waktu saja sampai Danny menjelaskannya.
"Brock? Kita sudah ketinggalan jauh." Vincent menjetikkan jarinya beberapa kali saat melihat rekannya itu malah melamun di saat seperti ini.
"Ah." Brock tersadar dan mulai bergegas dari tempatnya.
__ADS_1
Brock dan Vincent berusaha menyusul Jack dam Gill yang sudah berada di depan mereka.
'Dapat bantuan di saat seperti ini tidaklah buruk,' batin Brock, berusaha untuk tidak curiga lagi, yang pasti kedatangan dua orang terkenal dari Kerajaan Selatan sudah jelas-jelas menyelamatkan mereka dari situasi sulit.
Entah apa yang terjadi bilamana tidak ada Jack dan Gill yang menolong mereka tadi.
Jika saja mereka berniat tidak baik, tentu mereka tidak perlu menolong bukan?
* Sementara itu di sisi lain, kali ini kedua orang terkenal dari Kerajaan Selatan akhirnya menginjakkan kakinya dengan tiba-tiba di pusat Kerajaan Timur.
"Kak, apa kau yakin dengan ini?" Gill bertanya di tengah pergerakan mereka yang cepat ini.
Jack sedikit tersenyum. "Ini waktunya kita ikut campur."
"Kalau begitu status kita akan semakin gawat, haha." Gill sedikit tertawa, dari perkataannya itu tidak mencerminkan itu adalah hal yang lucu.
"Tidak masalah, lagipula kita tidak terikat pada siapapun dan apapun." Jack menjawab dengan santai.
"Ahaha, benar juga ya Kak." Gill tahu bahkan terlepas dari darimana mereka berasal, itu tidak penting. Lagipua dari dulu pun mereka adalah dua petualang tanpa status.
Bahkan daerah tempat mereka tinggal pun tidak benar-benar mengakui mereka sebagai orang kuat di kerajaan, mereka tetap hanyalah orang bayaran, tidak lebih dan tidak kurang.
Namun setelah banyak waktu berjalan, dengan keterampilan menyelesaikan tugas dengan baik, tugas rahasia dan banyak hal lain. Mereka tidak serta merta tetap jadi orang yang tersembunyi.
Dengan kata lain, karena kemampuannya yang tidak biasa itu, membuat mereka dikenal tidak hanya di wilayah kerajaan mereka berasal saja, melainkan juga sampai ke wilayah lain.
Tapi mengapa dengan banyaknya tugas yang mereka selesaikan dengan baik, mereka malah tidak mendapatkan pengakuan dari kerajaan dan malah hanya menganggap mereka sebagai orang bayaran biasa?
Semua itu tidak terlepas dari bagaimana masa lalu mereka, dengan cerita yang tersebar dari orang-orang, tidak hanya membuat nama kedua orang ini melambung karena hal baik, melainkan berlaku sebaliknya juga.
Kenyataan dibalik kedua orang yang memiliki keahlian hebat ini membuat status mereka tidak pernah devicesberubah dari dulu.
"Kita hanya perlu menyingkirkan siapapun yang melawan kita." Jack terdengar semangat, sedang Gill mengangguk setuju.
Tidak ada tempat bagi mereka untuk memikirkan hal lain selain apa yang tengah mereka lakukan saat ini.
“Harusnya kita bertemu dengan Danny saja ‘kan kak?” Gill sekarang menanyakan hal ini, rencana awalnya memang sedikit berubah dengan apa yang terjadi sekarang.
“Tidak untuk sekarang.” Jack menjawab cepat, tidak biasanya mereka mengubah posisi misinya di tengah jalan, sebelumnya mereka benar-benar ketat harus menyelesaikan sesuatu tepat dengan apa yang sudah direncanakan.
__ADS_1
Namun kini mereka tidak hanya datang ke sini untuk tujuan itu, Jack tahu ini adalah saat di mana mereka akan menumpas iblis yang mulai bermunculan di dunia ini.