Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 219: Halangan (4)


__ADS_3

"Kami sama sekali tidak berbuat jahat Tuan Arthur!"


"Ya ... kami hanyalah kelompok biasa yang berpetualang! Kami tidak pernah berbuat sesuatu yang jahat!"


Para pria besar itu terus berusaha untuk menyakinkan Arthur yang perlahan sedang menuju ke arah mereka itu.


"Ironi sekali ... semakin kalian menutupi kejahatan kalian, semakin aku berpikir bahwa memang kalian ini harus segera menghilang dari dunia ini ...."


Para pria besar itu terkehut dengan perkataan Arthur, mau bagaimanapun juga sang ksatria suci ini sudah tidak terhentikan dari awal.


Kibo sendiri sudah sangat kesusahan untuk bisa mengambil nafas, rasa-rasanya ia bisa bertahan sampai saat ini juga merupakan suatu keajaiban.


Arthur melihat Kibo yag sedang berada di bawah rumput bersandar pada pria besar yang menjaganya itu.


"Seorang pemimpin yang hanya memikirkan anggota kelompoknya? Ternyata kau tidak berbohong rupanya ... rantai yang mengikat tangan dan kakimu masih ada ... apakah kau yang melepaskan rantai tangan dan kaki anggota kelompokmu itu?"


Kibo melihat Arthur dengan sekilas, ia tidak mampu untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan sang ksatria suci padanya, semakin lama kekuatan yang ada padanya semakin berkurang.


Arthur telah berada cukup dekat dengan posisi kelompok Alliance Fight's yang masih terpaku melihat dirinya itu.


"Tidak mampu menjawab? Apakah kau menderita saat ini? Aku bisa mengakhiri penderitaanmu dengan cepat ... jadi kau harusnya berterima kasih karena aku melakukannya untukmu ...."

__ADS_1


Arthur menjulurkan tangan kanannya pada seluruh orang-orang Alliance Fight's, ia nampaknya akan menggunakan sihir api penghancur yang cukup besar yang mampu untuk membuat seluruh area ini terbakar.


Lingkaran sihir berwarna merah yang cukup besar kini muncul di tangannya, bersamaan dengan itu ada percikan-percikan api yang muncul di sekitar kaki ksatria suci itu.


Namun belum sempat sihir penghancur itu di gunakan, terdengar bunyi rantai dari arah gelapnya rumput-rumput dan pepohonan dari dalam hutan.


Arthur yang terlalu fokus dengan sihir yang tengah ia buat itu tidak menyadari bahwa rantai itu menyasar ke arah kakinya sendiri.


"Apa yang-"


Brug ...


Sihir yang hendak dilakukannya itu sirna seketika, lingkaran sihir berwarna merah itu berubah menjadi kuning ke-apian lalu pecah dan hanya menimbulkan cahaya yang cukup menyilaukan mata.


Kibo yang melihat sendiri kejadian itu meskipun dengan kesadarannya yang rendah itu berpikir itu pasti adalah Tuan Thor yang melakukan hal itu.


Kibo mencoba untuk memberi perintah pada kelompoknya itu agar membantunya berjalan kembali demi menjauhi area ini.


Dan pada saat itu juga ia sadar bahwa hanya ada satu jalan untuk mereka keluar dari sana, yaitu tempat di mana Arthur sedang di bawa oleh Thor.


Meskipun berbahaya, mereka tetap berjalan dan tetap percaya bahwa semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


***


Arthur kini terseret oleh rantai itu dengan cukup cepat, tubuhnya terbanting-banting dan berakhir di suatu tempat di tengah gelapnya hutan yang memang cahaya bulan dan bintang pun sedang tiada saat ini.


Setelah hal itu selesai Arthur mengangkat badannya, membersihkan baju dan celananya yang agak kotor karena terseret untuk beberapa saat yang singkat.


"Yang tadi itu cukup mengesankan," ucap Arthur sambil membalikkan badannya dan melihat ternyata orang yang sama yang telah berhadapan dengannya tadi.


"Topeng Iblis ... kau ini mengapa menghalangi jalanku?"


"Oh?" Arthur sepertinya menyadari sesuatu.


"Aura kekuatanmu berbeda dari para orang-orang kelompok Illegal itu ...."


"Apakah mungkin kau ini orang luar yang berniat untuk membebaskan mereka?"


Thor sadar aura kekuatannya memang sudah tidak ditekannya lagi, ini dilakukannya agar ia bisa menghambat Arthur dalam melakukan tujuannya itu.


"Kalau begitu, perlakuanku terhadapmu akan sama terhadap orang-orang jahat tadi ...."


"Orang-orang jahat sepertimu ... harus segera lenyap dari dunia ini ...."

__ADS_1


__ADS_2