Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 283: Keseriusan Yang Sukses


__ADS_3

Vincent menundukkan badannya, pose ini terlihat seperti ia tengah menghormati seseorang dengan jabatan yang lebih tinggi dan tidak sembarangan orang bisa berbicara dengan orang tersebut.


"A-apaa?!" Tentu saja Danny terkejut ketika melihat Vincent bersikap seperti itu, malahan saat ini ia khawatir Vincent telah berubah menjadi sosok yang sangat serius secara permanen kali ini.


"A-angkat kepalamu Vincent, k-kau tidak perlu mengatakan hal yang berlebihan seperti itu ...." Danny mendekati Vincent dan ingin agar ia berhenti bersikap terlalu formal dan serius, karena ini membuat dia itu seolah-olah menjadi orang lain.


Vincent yang tengah menundukkan kepalanya kemudian mengangkat kepalanya dengan cepat, hal ini membuat Danny terkejut dan sedikit menjauh darinya karena bila tidak, kepalanya bisa saling beradu.


"Huh! Bagaimana dengan mode keseriusanku tadi? Bukankah mengejutkan kalian? Huahahaha!"


Vincent seketika itu juga tertawa lepas karena merasa puas dengan ucapan serius yang ia katakan tadi; ia merasa selama hidupnya tidak selalu ia menganggap suatu hal serius, maka dari itu tentulah ia merasa bangga karena keseriusannya itu bisa dikeluarkannya dengan lancar dan tidak dibuat-buat.

__ADS_1


"HEI VINCENT KAU MENGEJUTKANKU TERNYATA KAU BISA MENGATAKAN HAL BENAR JUGA GYAHAHAHA!" Brock seketika itu juga melingkarkan tangannya pada pundak Vincent, sepertinya ia senang karena ternyata temannya itu tidak selalu juga menyebabkan dirinya kesal, ternyata ada juga bagian temannya itu untuk tidak selalu berkata konyol sekarang ini.


"BENAR KAN?! AKU BISA MENGATAKAN HAL YANG BENAR?! KAU LIHAT ITU BROCK?! BAGAIMANA? BUKANKAH ITU TERKESAN KEREN DAN DALAM? GYAHAHAHHUEHEH!"


"KA-KAU BENAR VINCENT, SEMUA YANG KAU KATAKAN ITU SEOLAH-OLAH BUKAN KAU YANG MENGATAKANNYA HUAHAHAHEHE ... KUPIKIR KAU BERUBAH JADI ORANG LAIN! HUAHKEKEK!"


"HAHAHA TENTU SAJA MAMA MUNGKIN KAU BISA MENGATAKAN HAL SEDALAM DAN SEBIJAK ITU VINCENT, KAU ITU TIDAK SEPINTAR DAN SEBIJAK DIRIKU HUAHAHAHA!"


"EH?" Untuk sesaat Vincent sadar juga akhirnya, ia begitu bangganya akan sikap serius yang tadi ditunjukkannya dan berujung pada lepas kendalinya akan apa yang telah ia katakan tadi.


Vincent memang sadar ia kelepasan dalam kegembiraannya itu sampai-sampai ia tidak sengaja meremehkan si Brock saat ini.

__ADS_1


"VINCENT! KAU MENGANGGAP HANYA DIRIMU SAJA YANG BISA SERIUS SEPERTI ITU HAH!?"


"U- MEMANGNYA KENAPA BROCK?! TADI KULIHAT KAU TIDAK BISA BERKATA APA-APA TADI, HAH!? TERLIHAT SEKALI KAU TAKUT DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN DAN TIDAK MAU MENJAWAB BERDASARKAN KATA HATIMU LALU APA YANG AKAN KAU KATAKAN SEKARANG?! HUAHAHAHA!"


Vincent tahu ia telah menyulut kemarahan pria besar itu, namun meskipun begitu ia tidak mau mengakui bahwa apa yang dikatakannya itu salah, bukannya minta maaf ia malah kembali mengucapkan hal yang lebih lagi menyulut kemarahan Brock saat ini.


Brock akhirnya tahu benar Vincent sedang meremehkannya saat ini, pada akhirnya ia tetap jengkel juga dengan bagaimanapun sikap Vincent yang muncul ini, baik dalam kekonyolannya dan kini tidak tertinggal juga dalam sikap seriusnya ini; ia tetap saja membuat dirinya marah!


"SOMBONG SEKALI KAU INI VINCENT! KAU INI TETAP MENYEBALKAN APAPUN YANG KAU KATAKAN DAN TINGKAHMU ITU!"


Brock naik emosi ketika mendengar ucapan Vincent yang semakin meremehkannya itu, memang karena perkataan seperti ini saja, pria besar itu bisa naik darah dengan cepat karena memang dia berdarah panas.

__ADS_1


__ADS_2