
Sedang Vincent yang masih berdebat dengan Brock tiba-tiba mendengar keputusan mendadak Danny, ia langsung berbicara padanya empat mata.
"Danny, apa aku tidak salah dengar kita akan bermalam di rumah kosong itu? Apa kau serius?" Vincent juga tidak percaya mengapa Danny mengambil keputusan seperti ini.
"Hah? Kau juga tidak setuju Vincent? Mengapa begitu? Apakah karena ini adalah bangunan kosong dan kita hanya akan menganggapnya begitu saja dan tetap tidur di luar?"
"Bukan begitu Danny, masalahnya-" Vincent hendak menjelaskan alasannya mengapa ia tidak setuju dengan Danny namun begitu hendak menjelaskan ada hambatan yang datang padanya.
"Vincent! Hentikan omong kosongmu dan berhenti membuat cerita yang bohong, kau tidak akan berusaha membuat Danny percaya akan cerita karanganmu bukan?" Brock tidak main-main, ia benar-benar tidak mau mendengar cerita yang sangat ingin diceritakan oleh Vincent itu, dan lagi-lagi ia berhasil mencegah Vincent untuk menceritakan cerita itu pada Danny.
"Hei Brock! Mengapa kau sampai sebegitu inginnya mengehentikanku bercerita? Apa untungnya bagimu jika aku tidak bercerita?" Vincent tidak juga kehilangan tekadnya untuk menceritakan hal yang ingin ia sampaikan itu.
"Aku tidak mau terpengaruh ceritamu dan menjadi takut," jawab Brock pendek, sangat jelas dan tidak bertele-tele.
"Apa?"
"Hei teman-teman! Lihat pintu rumah ini bisa kubuka! Aneh bukan? Seharusnya rumah ini sudah lama ditinggalkan pemiliknya, tapi sepertinya keberuntungan telah menghampiri kita!" Danny sudah berada di depan pintu rumah tua itu dan berhasil dengan mudah membuka pintu yang tua itu, pintu itu sedikit terbuka sekarang dan bilamana Danny bisa mengecek keadaan rumah itu dan jika benar-benar kosong, maka sudah pasti dia akan bermalam di tempat ini.
Gagang pintu berwarna kuning yang berdebu itu hanya diputar dan sedikit ditariknya untuk membuat pintu rumah yang cukup kecil ini terbuka, tidak perlu usaha keras seperti memaksa membukanya atau bahkan mendobrak pintunya.
"Danny?!" Patricia tidak percaya Danny tetap juga bersikeras ingin menumpang satu malam di rumah tua itu.
__ADS_1
"Apa yang terjadi di sin- Ah! Danny mengapa kau membuka pintu itu?! Aku belum bercerita tentang satu hal! Pintu yang kau buka itu akan menarik kita semua masuk ke dalamnya!" Vincent seketika itu juga terkejut melihat Danny yang membuka pintu kecil itu.
"Apa? Apa maksudmu Vincent?" Danny tidak mengerti apa yang dimaksud Vincent dalam ucapannya tadi, apakah ini adalah bagian cerita yang ingin sekali diceritakannya itu?
"Tidak Danny! Aku bukan bercerita sembarangan! Aku mendapat penglihatan di mimpi! Di beberapa hari lalu aku melihat rumah yang sama persis seperti ini! Dan siapa saja yang membuka pintu rumah itu, semua orang yang bersama dengan orang yang membuka pintu itu akan tersedot masuk ke dalam rumah tua itu!"
"Apa?" Danny kira peringatan yang di ucapkan oleh Vincent hanyalah cerita seram yang akan diceritakannya itu, namun ia belum tahu atas dasar apa Vincent mengatakan hal itu; jika memang hanya mimpi, tentulah itu tidak bisa benar-benar dipercayai sebagai hal yang akan terjadi saat ini.
"Apa?! K-kau jangan bercanda di saat seperti ini Vincent!" Tangan kanan Danny mulai sedikit gemetar ketika tahu ia sudah membuka sedikit pintu rumah itu, memang ia sulit untuk mempercayai apa yang dikatakan Vincent saat ini.
"Cepat tutup kembali pintu itu!" Vincent dengan segera berharap agar pintu yang telah dibuka Danny itu dapat ditutupnya dengan segera, ia tidak mau ada hal yang tidak diinginkan terjadi saat ini.
Danny yang mendengar perintah Vincent itu dengan segera berusaha menjalankan apa yang diminta temannya itu, ia melihat raut mata serius dari temannya itu dan dengan begitu tidak ada salahnya mempercayainya saat ini, yang memang di mana Danny belum percaya sepenuhnya dengan perkataan Vincent.
"A-apa yang terjadi?! Danny apa yang terjadi di sana?!" Vincent jadi khawatir akan Danny yang terlihat hanya berdiri saja di sana dan tidak terlihat melakukan apapun.
Danny perlahan menoleh ke belakang sedikit demi sedikit menatap Vincent dengan tatapan takut. "Ti-tidak bisa kututup kembali Vincent."
"A-apaaa?!" Seketika itu juga Vincent tahu bahwa ada hal yang tidak diinginkan akan terjadi sebentar lagi; ia sebelumnya pernah melihat kejadian ini, entah di mimpinya atau di mana, ia melihat rumah yang akan menyedot siapapun yang berusaha membukanya dan kebetulan rumah yang berada saat ini sama persis dengan penglihatan Vincent waktu dulu.
Vincent tidak tahu secara jelas akan apa yang terjadi setelah rumah tua yang tidak besar itu menyedot setiap orang yang berusaha membuka pintunya, namun yang pasti itu bukanlah hal yang bagus untuk dialami.
__ADS_1
Ia tidak mengetahui mengapa rumah ini bisa melakukan hal aneh yang seperti itu, mulanya Vincent ingin menceritakan hal ini pada rekannya itu, dan memang menyedot seseorang dengan paksa ke arah suatu rumah tua menurutnya adalah hal yang mistis; ketika ia berusaha untuk menceritakan ini, kesempatan yang baik tidak muncul padanya, yang pada akhirnya semua sudah terlambat sebelum Vincent bercerita tentang keanehan rumah yang ada di hadapannya saat ini.
"Vi-Vincent ini ... kau apa kau tahu suatu hal tentang rumah ini?" Brock melihat Vincent yang meneteskan keringatnya, Vincent nampak sangat serius dan tidak ada raut wajah main-main yang terlihat darinya.
"Danny lepasakan penganganmu pada gagang pintu yang sedang kau pegang itu! Menjauhlah dari rumah itu!" Vincent tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan setelah seseorang membuka pintu rumah tua itu, karena tidak bisa ditutup setidaknya mereka berempat masih bisa lari di sana sembari membiarkan pintunya tetap terbuka sedikit seperti itu.
Danny hanya terdiam saja di sana, terlihat ia tidak melakukan hal yang begitu berarti di depan pintu rumah tua yang ada persis di depannya itu.
Danny memang hanya memastikan bahwa rumah ini dikunci atau tidak, bilamana tidak bisa dibuka tentulah ia akan meninggalkannya dan lebih memilih tidur di luar saja, namun ketika melihat rumah tua yang ditinggalkan ini seakan menarik Danny agar dia bisa masuk dan singgah sementara ke rumah milik orang asing itu, ia berencana untuk menetap satu malam dan kemudian kembali meneruskan perjalanannya esok pagi nanti.
Terlihat langit sore sudah mulai berganti dengan kegelapan yang perlahan sedikit demi sedikit menutupi area hutan ini.
Vincent yang tidak kunjung melihat Danny pergi dari sana dan menjauh punya firasat bahwa hal ini akan jauh lebih berbahaya dibanding hanya membuka pintu rumah tua misterius itu.
"Danny?! Kau dengar aku kan?!" Vincent berusaha agar Danny bisa memberi tahu apa yang sebenarnya ia lakukan di sana tanpa berbuat suatu hal yang berarti.
Danny berkeringat ia baru menyadari sesuatu, memang seharusnya dalam perjalanannya ini ia bisa waspada dengan keadaan dan hal apapun yang berada di sekitarnya, termasuk ketika menemukan bangunan rumah tua di tengah hutan, mengapa ia tidak curiga dengan hal ini? Mengapa ia malah menganggap hal ini biasa saja?
Patricia yang berdiri di sana melihat Danny terlihat bergetaran dengan tangan kanannya yang masih memegang gagang pintu rumah tua itu yang berwarna kuning kusam.
"Danny! Apa yang terjadi di sana?!" Patricia juga ikut khawatir mengapa temannya itu tetap saja berdiri dan terlihat ketakutan di sana, apakah tidak lebih mudah bilamana ia melepaskan pegangannya pada gagang pintu itu dan tidak perlu lagi berusaha menutupnya, tinggalkan dan lari saja!
__ADS_1
Sedang Brock yang melihat Danny yang bertingkah aneh itu melihat bahwa ada sesuatu yang salah di sana, bukannya Danny yang tidak mau melepaskan gagang pintu itu dan segera lari menjauh dari rumah tua itu; ada suatu alasan mengapa Danny tidak melakukan hal semudah itu!