
Terkadang siapa pun harus belajar mengendalikan dirinya sendiri.
Archifer melihat serangan pukulan sederhananya itu mulai berefek bagus. Ia tidak perlu menunjukkan teknik gelap yang sangat keren untuk membuat pemuda itu tumbang.
Hanya tinggal menunggu waktu saja sampai manusia itu penuh dengan energi gelap dan semuanya akan berakhir.
Bagaimana rasanya hancur dari dalam? Bukankah itu terdengar menarik dan tidak biasa?
‘Tujuan... ku’ Sementara itu di ambang kesadarannya. Danny mengulang apa yang dikatakan suara itu padanya.
Pikirannya kosong, tidak ada hal lain selain kata-kata tadi yang terngiang di kepalanya.
Entah mengapa Danny merasa kata-kata itu berarti, sampai-sampai tidak ikut hilang dari kepalanya.
‘... iblis ... mengalahkannya.’ Danny menutup matanya, aura gelap sudah benar-benar melingkupinya.
Inilah kekalahan siapapun yang terasuki energi gelap. Mereka akan mati sebelum mereka menyadarinya.
Archifer terdiam, ia tidak masalah dengan lawannya yang mati semudah ini. Ia cukup puas melihat tidak ada siapapun yang mampu bertahan dari kekuatan gelap miliknya.
‘!’
SSSHHHHH!
Seketika itu juga tubuh Danny mengeluarkan cahaya hijau yang menyilaukan dan juga hempasan angin yang hebat.
Di saat yang bersamaan juga urat-urat yang ada di tubuhnya mulai menghilang, dan tubuhnya terlihat tidak kaku lagi.
Tap.
Bahkan ia bisa membuat satu langkah kecil dengan kakinya!
Yang tidak mungkin bisa dilakukan sebelumnya!
“....”
Sebuah fenomena yang hebat! Namun Archifer tidak mengapresiasi apa yang dilihatnya ini.
Mungkinkah sang raja ini tidak banyak menunjukkan ekspresi?
__ADS_1
Danny perlahan membuka matanya, sorot matanya jadi hijau terang, begitu pula dengan aura kekuatannya sekarang.
“....” Archifer terdiam melihat manusia itu jadi hijau terang sekarang.
“Kau menyembunyikannya.” Archifer terdengar tidak senang, nada suaranya jadi agak berat dan serius.
“....” Giliran Danny yang terdiam, pikirannya sudah kembali jernih dan ia mulai terpikir hal ini juga.
‘Batu permata regenerasi?’ Danny merasakan sakit menyiksa dalam tubuhnya dan luka lain berangsur-angsur membaik.
Tapi bagaimana bisa? Danny tahu betul batu ini harusnya ada pada rekan lamanya.
‘Jangan-jangan....?’ Danny tidak tahu alasan pastinya, namun tidak ada alasan yang lebih kuat lagi dari yang ia pikirkan sekarang.
-BENAR DANNY, KINI KAMI SUDAH BERKUMPUL JADI SATU-
Bahkan sang batu sudah menyuarakan ini, yang berarti ini bukan hanya dugaan semata namun kenyataan!
‘Kenapa?’ Danny memastikan lebih lanjut. Ia tidak puas dengan jawaban dalam pikirannya sendiri. Ia ingin informasi yang rinci.
-TEMANMU YANG MENYERAHKANNYA SUKARELA-
‘... Cecilia....’ Danny ingat rekannya itu memang sadar di saat terakhir, dan tanpa disadarinya dia ternyata memberikan batu permata regenerasi padanya.
Padahal Cecilia bisa memulihkan diri dengan kekuatan itu dan menyesaikan urusannya sendiri.
Namun dia mengabaikan semua itu dan berbalik dari tujuan awalnya.
‘....’ Mengingat ini membuat emosi Danny jadi naik turun.
Kenyataan bahwa ia berusaha keras melihat Cecilia sebagai musuhnya tidak berjalan baik, namun dengan jalan itu ia bisa kembali melihatnya sebagai rekan.
Itu terdengar membingungkan, namun pada intinya gejolak emosi dalam dirinya memang meluap.
Danny yang masih berusaha percaya pada rekannya sampai akhir melihat hal yang tidak ia
pikirkan.
Berbagi perasaan dengan seorang lawannya adalah hal yang bodoh, namun apa yang dalam hati tidak bisa dibohongi.
__ADS_1
Hal ini membuat Danny sadar, Cecilia ternyata masih ada, namun waktu tidak mengizinkan mereka lebih lama.
Bagaimana mungkin hal ini tidak membuat hatinya semrawut!?
Perlahan namun pasti ada asap hitam yang keluar dari tubuh Danny, menandakan aura gelap sudah sirna dari tubuhnya.
Archifer tidak tahu hal ini dari awal, sangkanya si manusia ini hanya memiliki empat batu permata saja.
Aapakah dia menyembunyikannya sampai sekarang? Archifer tidak menyangka ia bisa terlewat hal penting seperti ini.
Aura alam juga terpancar bersamaan dengan energi hijau itu.
Arthur menyadari hal ini. Setengah elf itu mengkhianatinya dengan memberikan batu permata terakhir pada musuh, sekaligus menyembunyikan keberadaannya.
Dengan ke-lima batu yang telah bersatu. Potensi kekuatan leluhur demi human tercapai sepenuhnya, dan membuat kekuatan batu itu bisa menetralkan kekuatan asing dalam tubuh seseorang, termasuk kekuatan gelap.
Bahkan kekuatan gelap dari raja iblis sekalipun.
Padahal Archifer pikir ia hanya tinggal santai saja sembari menikmati kematian perlahan pemuda itu.
Namun pemuda itu lebih merepotkan dari yang ia kira.
“Setengah elf sampah.” Archifer menatap tajam Danny.
Sorot mata hijau Danny melakukan hal yang sama. Sungguhlah tatapan kedua makhluk ini membuat
siapapun merasakan keseriusan yang luar biasa.
HUSH!
“Kau akan menyesalinya, Archifer.” Danny dengan ajaibnya berada di depan wajah sang raja iblis, dan seketika itu juga meninjunya.
BRAK!
Archifer menghilang di saat itu juga, namun tinju Danny lagi-lagi merusak dimensi, yang membuat semua yang ada di sini bergoyang hebat, seperti gempa bumi yang membuat siapa pun khawatir.
‘Kemana dia?’ Danny tidak melihat musuhnya di mana pun dan juga energinya seolah menghilang dari sini.
‘....’
__ADS_1
Danny tidak terkejut melihat bagaimana raja iblis ini tiba-tiba hilang, pasalnya dengan kekuatannya tentu dia bisa berpindah dimensi sesukanya.
Dan meski begitu Danny tahu, sang raja iblis tidak mungkin meninggalkan urusannya. Bagaimanapun juga dirinya adalah halangan, tidak lama Archifer pasti akan muncul lagi.