Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 149: Cerita Kembali


__ADS_3

Kenangan hanya tinggal kenangan, setiap potongan ingatan yang bisa mempengaruhi perasaan seseorang, kasusnya Kibo merasakan hal ini.


Kenangan terbagi menjadi dua, ada kenangan baik dan pula kenangan yang buruk, namun yang kedua itu entah bisa disebut sebagai kenangan atau tidak.


Sebuah memori yang tiba-tiba terlintas di pikiran, perlahan namun pasti mempengaruhi pikirannya, dan bahkan juga perasaannya sendiri.


Entah mengapa Kibo saat ini tidak bisa menilai mengingat kenangannya bersama Yizi adalah hal yang baik atau tidak.


Semakin ia ingat dengan sahabatnya itu, pikirannya menjadi tidak fokus dan mengganggu bagaimana cara berpikir rasionalnya itu.


Namun di sisi lain, ia berusaha melupakan pun tetap saja selalu ada pemicu di mana suatu hal yang secara spontan mengingatkannya akan sahabatnya itu.


Kibo sadar, Yizi tidak ada saat ini dan lagi ia tidak bisa terus-terusan untuk memikirkannya sehingga membuat rencana kelompok Alliance Fight's menjadi terhambat, dan pula ia tidak bisa juga untuk melupakan sahabat terbaiknya itu.


Ia pikir memang harus mengambil jalan tengah, tidak dengan mengingatnya dan tidak pula untuk melupakannya.


Lantas apakah artinya hal itu? Entahlah, kita tidak tahu, hanya Kibo lah yang tahu akan jalan pemikirannya itu.

__ADS_1


Proses mengisi tenaga mereka semua masih berlangsung, beberapa sudah terlihat meneguk minuman bir besar yang berwarna kekuningan disertai soda yang meluap dari gelas yang juga besar.


Nampaknya memang para orang besar ini sangat menyukai minuman yang dalam ukuran besar, entah mengapa saat ini setelah meminumnya raut muka mereka menjadi puas, mungkin itu adalah suatu tanda bahwa rasa lapar dan dahaga mereka telah hilang.


Akhirnya semua orang telah selesai makan dan minum, para pelayan pria yang berjumlah tiga orang tadi kembali untuk mengambil piring dan gelas di masing-masing meja dengan tujuan untuk kembali membersihkannya.


"Waahh ... enak sekali makanannya ...."


"Kau benar ... minuman berukuran besar ini dapat memuaskan hasrat jiwaku!"


Begitulah kira-kira orang-orang di sini mulai mengobrol kembali satu sama lain, kini topiknya adalah mengomentari makanan yang telah mereka makan tadi, dan kebanyakan berkomentar positif, hal itu membuat ukiran senyum di wajah pemilik penginapan.


"Tuan kibo, bolehkah kita berbicara sebentar?" ajak pemilik penginapan.


Kibo sedikit kaget karena sedang berbicara dengan yang lainnya. "Oh, boleh ...."


Akhirnya mereka menyingkir sebentar dari ruangan bar yang sedikit berisik karena obrolan para orang besar ini, pemilik penginapan mengajak Kibo untuk mengobrol di ruangan staff khusus.

__ADS_1


Setelah memasuki ruangan khusus ini terdapat kursi panjang dan meja yang agak besar juga, ini mirip seperti ruangan istirahat, di ujungnya lagi terlihat ada ruangan dapur tempat untuk mengolah makanan dan ada pula para pelayan pria yang tengah membersihkan perabotan di sana.


"Duduklah," ucap pemilik penginapan itu.


Kibo pun duduk di sebelah pemilik penginapan itu, ia penasaran ada gerangan apakah pemilik penginapan ingin mengajaknya berbicara saat ini.


Pemilik penginapan kemudian memulai pembicaraan.


"Tuan, saya masih penasaran tentang kejelasan makhluk yang tadi kita bicarakan, saya ingin mengetahui lebih lanjut ...."


Pemilik penginapan itu memang terlihat kurang puas dengan pendapat Kibo yang mengatakan hal seperti tadi.


Ia masih merasa bahwa pembicaraan tadi tidak seharusnya berakhir sesingkat itu, dan ia pikir mungkin saja para petualang lebih tahu banyak tentang kemisteriusan ini.


Kibo sendiri mengerti akan permintaan sang pemilik penginapan ini, ia juga masih merasa belum puas dalam membicarakan misteri makhluk merah itu.


"Begitu ya? Namun aku masih memiliki pertanyaan, apakah ada ciri khusus lain soal tentang makhluk merah ini selain dari yang tuan katakan itu?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Kibo membuat pemilik penginapan itu memikirkan sejenak akan bukti yang telah ia lihat sebelumnya, dan merasa sedikit kesulitan dalam mengingatnya karena ia terlalu banyak mendengar rumor mengerikan tentang makhluk itu sehingga membuatnya ingin melupakannya dan saat ini juga ia ingin mengingatnya kembali agar bisa memberikan informasi pada pria kriting yang sedang mengobrol dengannya itu.


"Kalau kuingat kembali ...."


__ADS_2