
Danny segera merapikan barang-barangnya, termasuk pakaiannya ke lemari itu, disimpannya uang itu di laci meja kecil yang diatasnya terdapat lampu kecil di sebelah tempat tidurnya.
Kemudian kembali berbaring sebentar, ingin mengistiratkan segala pikirannya dari penatnya selama ini.
***
"Danny!"
Terdengar seorang pria memanggil suara Danny,
"Fo..rhan?"
"Kenapa melamun begitu...?"
"A..aku..."
"Hei besok kita akan menjalankan misi penyelamatan para dewan kerajaan timur, jadi pastikan kau siap ya!" lanjut pria besar itu
"Tuan... makanan tuan masih tersisa.."
Ce..cilia..
A...aku... masih ingin... bersama...
***
__ADS_1
"Danny!" ketokan pintu terdengar di seberang kamar Danny
Danny terbangun dari tidur singkatnya itu, kemudian berjalan membuka pintu.
"Ada apa Patricia?"
"Kau sudah bersiap? mari kita pergi ke ruang makan kakek Leith.." ajaknya
"Ooh begitu, ayo..." Danny menutup pintu itu, ternyata mentalnya masih belum terbiasa untuk melupakan apa yang di belakangnya, ia seperti terkekang oleh masa lalunya itu.
Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka tiba di ruang makan rumah itu, terdapat meja makan memanjang ciri khas rumah mewah, berderet kursi-kursi kosong yang jumlahnya sepuluh buah, dan terlihat kakek Leith duduk diujung meja panjang tersebut.
"Ayo duduklah..." ucapnya pada Danny dan Patricia
Berbagai makanan telah siap sedia, terdapat berbagai macam daging olahan, sup, ikan goreng yang terlihat lezat, sayuran, dan berbagai macam makanan lain yang sangat menggoda mereka berdua.
Inilah mungkin saat pertama Danny makan enak dan banyak, ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini- ternyata Patriciapun memikirkan hal yang sama dengan Danny
"Haaahh..." Danny benar-benar puas dengan makanan yang disajikan Kakek Leith
"Bagaimana makanannya?"
"Enak sekali kek, sayurannya pun enak!" komentar Danny dengan mata berbinar-binar
"Ya, benar-benar enak!" tambah Patricia
__ADS_1
Sambil mengusap mulutnya dengan sapu tangan kakek Leith berkata, "Syukurlah kalau kalian suka..."
"Kek aku penasaran kenapa kita malah tidur di luar sedangkan rumah kakek tidak begitu jauh dari sini kek?" tanya Patricia penasaran
"Huh? Haha, waktu itu kakek tengah bersantai, saking santainya malah ketiduran.. kenapa memangnya?"
"Ah..haha tidak apa-apa kek..." Tawa Patricia benar-benar menyiratkan dirinya memang tidak nyaman tidur hanya di hamparan ranting dan daun yang tidak menutup kemungkinan ada hewan kecil atau kotoran yang tidak terduga.
Kemudian beliau melanjutkan perkataannya, "Kita mulai latihan besok, sekarang biarlah jadi waktu senggang kalian, kalian boleh menjelajah seluruh rumah ini.. persiapkan diri kalian untuk latihan besok.."
Danny penasaran akan siapa yang akan menjadi guru untuk Patricia dalam mengajarinya sihir?
"Kek.. Kakek juga akan melatih Patricia?" tanya Danny penasaran
Kakek itu beranjak pergi dari kursinya, ia terlihat ada urusan lain, "Tentu saja, kalian berdua akan kulatih sekaligus hahaha!"
"..Apa tidak akan merepotkanmu kek..?"
"Danny.. kau tidak perlu khawatir tentang itu, kalian tidak perlu memikirkan hal lain selain tujuan kalian berada disini. Memikirkan hal lain hanya akan membuat kalian susah.." ujar Kakek itu kemudian meninggalkan Danny dan Patricia.
Danny menatap Patricia yang tengah meminum segelas air, "Hei.. apa kau yakin akan berlatih ilmu sihir?"
Sembari melihat Danny, Patricia segera menghabiskan air putihnya itu, "Ini keputusanku.. sebagai petualang aku ingin bisa ilmu agar bisa mempertahankan diriku sendiri..."
Jawaban tersebut sudah diduga oleh Danny, namun Patricia tidak tinggal diam, "Tenang saja, aku ingin agar aku bisa lebih berguna bagimu saat kita bertualang lagi nanti.."
__ADS_1
"Hmm, kalau begitu kita harus semangat!" seru Danny dan dibalas dengan seruan semangat dari Patricia.