
‘Dia bisa bertahan setelah terpapar kekuatan gelapku.’ Archifer akhirnya tahu fakta ini, tidak bisa dipungkiri memang kekuatan suci adalah lawan paling merepotkan dari kekuatan gelap.
Sring.
Archifer memindai tubuh pemuda itu, dan kerusakan yang sudah ia buat padanya kebanyakan sudah pulih. Dari situ ia bisa melihat peran penting kekuatan suci.
Yang di mana pemuda itu bisa mengontrol kekuatan batu permata mulia dengan lebih efektif. Padahal Archifer bisa merasakan kekuatannya tidak stabil ketika bertarung di berbagai dimensi sebelumnya.
Kecepatan dan pengendalian kekuatan sucinya mengesankan, dia bisa bertahan sebelum tubuhnya hancur dan malah memojokkannya.
Kenyataan lainnya dia memiliki dua kekuatan berbeda. Dengan kekuatan leluhur demi human utama dan kekuatan suci, dikombinasikan maka jadilah kekuatan yang hebat.
Kalau dia hanya punya kekuatan suci saja sudah pasti pertarungan ini tidak akan sulit. Archifer akhirnya tahu titik masalahnya.
Sebuah kesalahan ia membiarkan pemuda itu menggunakan kekuatan utama leluhur demi human. Sekarang dia menunjukkan taringnya.
‘… Apa yang kupikirkan?’ Archifer terdiam, kenapa ia banyak berpikir begini? Tidak biasanya ia berandai-andai ingin situasi jadi lebih mudah.
Bukankah sang raja iblis ini ingin sebuah rasa pertarungan yang bisa memuaskannya? Kenapa dia pikir situasi bisa saja lebih mudah?
Tidak lain tidak bukan adalah karena kemampuan analisisnya yang hebat. Ia bisa menganalisis berbagai macam hal sekaligus, yang tentunya akan menguntungkannya di medan pertempuran.
Ia bisa tahu keadaan dan kemampuan musuhnya, kalau ia pikir ada kemungkinan yang mudah kenapa tidak? Itu bukan berarti sang raja iblis ini mengeluh dan protes akan situasinya.
Sejujurnya cukup banyak elemen kejutan yang ditemuinya ketika berhadapan dengan sang pemuda ini. Yang pasti ia tidak pernah dipojokkan sampai seperti ini.
__ADS_1
Inikah kekuatan suci ras malaikat? Archifer tidak bisa meremehkannya lagi sekarang, meski lawan yang dihadapinya bukanlah sepenuhnya dari ras malaikat.
“Danny! Bagaimana rasanya jadi anjing peliharaan!?” Teriakan sang raja iblis menggema keseluruh ruang hampa, bahkan membuat hempasan energi gelap yang memuakkan.
“….” Danny terdiam, ia masih sibuk dengan apa yang dirasakannya. Namun entah kenapa ia bisa mendengar provokasi di sini.
Ada angin apa sang raja iblis kembali mengajaknya ngobrol? Bukankah dia seharusnya menyerangnya dengan ganas dan mengakhiri ini dengan cepat?
Danny tidak tahu, namun yang pasti ada sesuatu yang direncanakan sang raja iblis ini.
‘Anjing peliharaan….?’ Danny merenung, tak perlu bertanya apa maksudnya ia sudah mengerti. Lagipula ini bukan pertama kalinya ia memikirkannya.
“Aku suka….” Danny tersenyum ke atas, sementara itu Archifer tidak menyangka bakal dapat jawaban begini.
Apakah otak pemuda itu sudah tidak waras karena kelebihan kekuatan? Kekuatannya boleh besar, tapi tubuh dan jiwanya lain cerita!
Mengutus seorang pemuda dengan kekuatan suci terdengar keren, tapi kenyataannya tidak begitu!
Selain kekuatannya dibatasi tubuhnya, faktor yang paling penting adalah mentalnya!
Archifer berusaha mengerti dari sudut pandang pemuda ini. Jawaban sudah didengarnya bahwa dia senang jadi ‘anjing peliharaan’.
“Ras malaikat memanfaatkanmu, jangan buat aku tertawa.” Archifer terdengar serius, pada kenyataannya ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Danny tadi.
Danny menutup matanya, ia sudah lama memendam topik pembicaraan ini dan tidak menyangka bakal membicarakannya dengan sang raja iblis sendiri.
__ADS_1
Sampai sekarang belum ada yang benar-benar mengerti apa yang ia rasakan, semuanya ia pendam sendiri, dan itu satu-satunya pilihan yang ia punya.
Lagipula untuk apa menceritakan masalah kepada seorang yang bahkan tidak mau mendengarkan? Hanya buang-buang waktu dan tenaga saja.
“Kau peduli?” Danny menatap tajam lagi, raut wajahnya begitu percaya diri, dan memang ia serius membicarakan hal ini.
Kapan lagi bisa curhat dengan raja iblis?
Archifer terdiam, ia bisa melihat jiwa pemuda ini bergejolak hebat, terlalu banyak hal yang terjadi dalam dirinya, yang bahkan membuat krisis emosi dan identitas yang hebat.
Archifer tahu Danny adalah seorang pemikir handal, dia sering melamun dan merenung akan apa yang terjadi di dalam hidupnya.
Dengan kata lain, ia punya pikiran yang kompleks, namun akhir-akhir ini perasaan dan pikirannya jadi tidak sejalan. Perasaan pemuda ini sudah tumpul.
Dia dikelilingi banyak rekan dan orang lain, namun hatinya tidak juga tenang, dia mudah khawatir dan terbawa perasaan.
“Ya.” Archifer menatap penuh arti, bahkan dengan wajah setengah daging setengah tengkorak itu, entah kenapa perasaannya tersampaikan juga.
‘Jadi ada yang mengerti diriku?’ Danny tidak menyangka yang paling mengertinya bukanlah siapapun kecuali musuhnya sendiri.
Momen dimana musuh mengerti apa yang ia rasakan tidaklah biasa, namun Danny tidak keberatan dengan ini.
Malahan ia senang masih ada yang mengertinya meski adalah musuhnya sendiri.
“Kau tidak akan sendirian lagi! Aku mengakui kekuatanmu!” Archifer mengangkat kedua tangannya ke atas, ruang hampa bergetar hebat.
__ADS_1
‘Bagus, hatinya mulai terbuka.’ Archifer akhirnya mencari pendekatan lain, kenyataannya kekuatan pemuda ini memanglah tidak main-main!
‘Jiwanya masih bisa kumanfaatkan.’ Sayang sekali sumber daya roh disia-siakan begini, saatnya menyerang mental!