Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 383: Yaa!!!


__ADS_3

"Ini tidak berbahaya bukan?! Setidaknya kau menjelaskan hal ini pada kita Danny!" Vincent panik sendiri karena pikirnya kilatan kilatan berwarna kuning itu bisa menyambarnya dan kemudian membuatnya tersetrum.


Patricia sendiri terdiam, meskipun ia juga sedikit panik karena tidak mendengar penjelasan apapun dari temannya ini, namun ia rasa kilatan-kilatan berwarna kuning ini tidak terlalu berbahaya seperti yang kelihatannya.


Danny sendiri tidak menggubris kepanikan teman-temannya ini, ia sibuk untuk mempertahankan fokusnya untuk membayangkan di mana ia akan tiba, lagi-lagi ini menjadi sulit karena memang ia tidak memiliki gambaran secara jelas soal area yang berada di depannya itu selain memang hanya hamparan air yang luas.


Zlit!


Pada akhirnya percikan-percikan kilat berwarna kuning membesar dan bercahaya dengan terang, dan dalam waktu yang singkat perahu mereka sudah tidak lagi berada di tempat yang sama.


Zlit!

__ADS_1


Brak!!


"Ukkkh, di mana ini?" Patricia merasa ada sinar terang yang tadi dilihatnya sebelum ia harus menutup matanya karena cahaya terang berwarna kuning yang menyilaukan itu.


"I-ini?!" Patricia akhirnya bisa melihat dengan jelas di mana ia sebenarnya, sebuah tempat yang tidak diduganya sama sekali.


"Astaga!" Vincent tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, ia melihat dataran tanah, yang merupakan perbatasan antara laut yang luas tadi dan tanah yang menghampiri seluruh daerah ini, daerah kerajaan timur.


Brock terdiam melihat ini, ia tahu mereka sudah sampai ke dataran di mana mengawali daerah timur ada, dan perjalanan mereka hanya membutuhkan waktu sekejap mata saja.


Pluk.

__ADS_1


"Danny!" Patricia melihat bagaimana Danny kelelahan, tidak terlihat apapun yang membuatnya menjadi buruk, hanya saja raut wajah temannya itu terlihat berkeringat dan sesekali terdengar pernafasannya kurang teratur.


Akhirnya Patricia membawa Danny keluar dari kapal kecil itu dan kemudian merebahkannya di sisi pohon besar tidak jauh dari area perbatasan antara laut dan dataran wilayah timur ini.


Kini Patricia, Brock, dan Vincent melihat bagaimana Danny berusaha untuk mempertahankan kesadarannya karena ia mengalami kelelahan yang teramat sangat, setelah membawa mereka ke dari laut luas yang terlihat tidak berujung itu tiba di wilayah timur.


"Danny, aku tidak menyangka kau begitu hebat." Brock berpendapat bahwa kejadian yang dialaminya itu adalah hal yang hebat, di mana seharusnya mereka mengarungi lautan berhari-hari untuk sampai ke tempat ini, kini hanya dengan satu kedipan mata saja mereka sudah sampai ke tempat tujuan.


Brock dan Vincent duduk di dekat Danny, mereka menunggu dan mengawasi Danny bilamana ada suatu hal yang lebih buruk terjadi padanya, karena memang kekuatan yang ia keluarkan sebelumnya bukanlah kekuatan sembarangan.


Patricia memegang tangan Danny, jika saja ia memiliki sihir penyembuh maka ia sudah pasti bisa membuat temannya pulih secara cepat, namun sayangnya ia tidak memiliki sihir seperti itu.

__ADS_1


Danny sendiri tidak mengira akan langsung tiba di tempat yang ditujunya, setidaknya dataran di mana ia bisa melanjutkan perjalanannya, wilayah kerajaan timur seharusnya ada jauh di depan mereka, namun setidaknya ini lebih baik dibanding dengan harus mengarungi lautan berhari-hari hingga akhirnya bisa sampai ke tempat ini.


Tidak buruk, aku bisa melakukannya, aku tidak bisa menghitung berapa ratus kilometer jarak yang kutempuh tadi, namun itu sepertinya jarak yang jauh, syukurlah semuanya berjalan dengan baik.


__ADS_2