Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 400: Bukan Seperti Yang Diharapkan


__ADS_3

Danny tidak percaya dengan apa yang dilihatnya ini, seorang pria besar dengan penampilan berbulu dan tatapan tajam dan ganasnya itu, Danny masih benar-benar mengingatnya dengan jelas.


Seorang teman pertama di dunia luar setelah semua kejadian yang tidak masuk akal itu, menutupi jati dirinya sendiri sebagai demi human yang kemudian menyelematkannya di hutan Dawn Forest.


"Forhan ...."


Danny kehabisan kata-katanya dan sulit memercayai bahwa memang teman lamanya itu kini telah dilihatnya sekarang, namun meskipun penampilannya tidak jauh berbeda setelah beberapa waktu berlalu hanya saja aura yang dipancarkannya itulah yang menjadi masalah.


Aura buas yang memancar dari pria besar ini menandakan ia sedang menggunaka kekuatannya itu untuk suatu hal, Danny tidak tahu pastinya namun mengingat semua kerusakan bangunan dan kekacauan yang diperbuatnya ini membuatnya lebih waspada.


"Mengapa kau melakukan ini Forhan?"


Danny bertanya baik-baik meskipun ia tahu benar pria besar itu tidak akan menjawabnya baik-baik, aura buasnya makin menjadi-jadi dan membuat Danny semakin tidak nyaman.


"Serahkan ...." Forhan berkata dengan nada tegas sembari menunjuk pada Danny sekarang.


"Ugh ...." Danny merasa ada sesuatu yang berbeda padanya sekarang ini, kekuatan batu permata mulia yang ada di dalam dirinya seakan bergejolak dan meminta dirinya untuk segera menggunakan kekuatannya itu.

__ADS_1


!


Seketika itu juga Danny tahu memang kekuatan batu permata mulia ini adalah kekuatan yang berasal dari ras demi human, mengingat Forhan adalah seorang demi human juga, lantas apa alasannya kekuatan batu itu tiba-tiba bereaksi seperti ini?


Seakan perasaannya itu telah memberitahunya sesuatu, tanpa perlu ditanya lebih lanjut pun Danny akhirnya sadar dengan maksud sebenarnya dari teman lamanya itu.


"Aku minta maaf padamu Forhan karena telah meninggalkanmu dalam kondisi sakit di desa, aku tidak punya pilihan lain."


Danny menyinggung kejadian lama yang terjadi, di mana ia ditangkap oleh sekelompok orang namun pada akhirnya berhasil melepaskan diri juga, saat itu meninggalkan Forhan adalah satu-satunya hal yang bisa dilakukannya mengingat warga desa hampir saja bisa menangkapnya kembali.


"Aku tidak memintamu menjelaskan kejadian lampau Danny, apapun alasanmu aku sama sekali tidak peduli." Nada dingin keluar dari pria besar ini, raut wajahnya yang masa bodoh sangat mendukung perkataan yang keluar dari mulutnya ini.


Karena mencoba berbicara dengan temannya itu sudah tidak berhasil, Danny tidak bisa menghindari akan kejadian yang akan terjadi selanjutnya yang sebenarnya sangat tidak ingin ia harapkan.


Huusshhh!!!


BRAK!

__ADS_1


Danny bisa melihat Forhan melesat dengan cepat, mengantisipasi hal ini terjadi, ia sudah menggunakan kekuatan batu permata mulia kecepatan dan fisik sekaligus.


"Oho? Kau menahan serangan pedangku hanya dengan menangkapnyq seperti itu? Sepertinya ini belumlah cukup."


Danny menangkap pedang besar Forhan yang berada di atas hendak menebas kepalanya itu, kekuatan fisiknya mampu menahan laju serangan pedang itu, tanpa begitu sulit.


Danny melihat raut wajah Forhan yang terlihat menikmati momen bertarung sekarang ini, entah mengapa temannya ini bisa berubah sedemikian bedanya, Danny masih belum tahu penyebabnya.


Huuuush!


Hempasan angin tercipta diantara mereka berdua, Forhan yang sedari tadi melayang di atas karena serangan pedangnya berhasil dihentikan Danny, menambah kekuatannya dengan harapan serangannya itu bisa mengenai kepala lawannya itu.


Krek...


Kraakkk!!!


Tak lama berselang setelah Danny menangkap pedang besar milik temannya itu, pedang besar kokoh dan tajam itu hancur berkeping-keping hanya ketika kedua tangannya menangkap pedang besar itu; terlihat seperti seonggok besi yang sangat rapuh.

__ADS_1


"Forhan! Hentikan ini!"


__ADS_2