Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 33: Lima Batu Permata Mulia


__ADS_3

Perempuan yang telah ditinggalkan Danny untuk menjalankan misinya itu berkata dalam hatinya.


"Pemuda yang menarik..."


"Mungkin dialah orangnya."


"Yang selama ini dunia butuhkan."


Cahaya kembali bersinar dan keberadaan perempuan itu lenyap, melebur menjadi kunang-kunang yang terang, serta binatang buas yang lain turut membubarkan dirinya. Semuanya meninggalkan tempat itu, seakan-akan memang tidak ada yang menempati hutan itu.


------------------------------------


Raja Tarnatos yang sedang dalam kerajaannya itu tidak menyadari apa yang terjadi pada Danny dan kawan-kawannya. Suasana di sana menjadi perlahan lebih stabil dan damai berkat diangkatnya Thart dan kawan-kawannya, mereka menjalankan tugasnya itu demi para rakyat agar bisa lebih sejahtera. Rakyat kerajaan timurpun mendukung mereka menjadi anggota dewan yang baru karena mereka menjalankan tugasnya dengan baik.


----------------------


Lima Batu permata mulia adalah salah batu khusus yang berasal dari ras Demi Human


**Batu Permata Sihir berwarna Ungu


Batu Permata Kecepatan bewarna Kuning


Batu Permata Daya Tahan berwarna Coklat


Batu Permata Regenerasi berwarna Hijau


Batu Permata Fisik berwarna Merah**


Kelima batu tersebut merupakan batu yang memiliki karakteristik unik, dimana setiap batu tersebut secara spesifik mengandung kekuatan yang amat luar biasa, batu tersebut berasal dari ras Demi Human yang sudah mereka sembunyikan agar bisa mereka gunakan untuk kepentingan mendadak serta mendesak.


Batu Permata Mulia itu adalah sebuah barang yang berharga bagi ras setengah manusia itu, karena benda tersebut begitu unik dan tentu saja kuat.


Masing-masing dari pemegang batu ini adalah lima orang dari ras Demi Human juga, masing-masing dari mereka menjaga dengan sepenuh hati agar bisa menjaga barang yang amat berharga itu.


Pemegang batu permata mulia fisik adalah seseorang yang bernama Sam, ia adalah seorang Demi Human yang menguasai berbagai macam ilmu fisik yang dapat dipelajari oleh ras mereka, raut muka yang tua disertai rambut coklat gimbal panjang yang terkesan lusuh, pandangan matanya terkesan kabur seakan-akan penglihatannya terganggu, namun sebenarnya ia dapat melihat dengan jelas.


***


Danny masih melewati hutan itu dengan menunggangi seekor harimau, ia sempat berpikir mungkinkah harimau ini tidak keberatan?


Namun pertanyaan itu dipendamnya karena melihat begitu cepatnya harimau itu berlari dengan semangat, hingga Danny harus erat-erat memegang bulu-bulunya yang halus itu. Mereka menembus kegelapan malam dalam hutan itu, seketika terlihat sebuah portal ungu tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


Danny yang kelelahan karena terjaga semalaman tidak menyadari bahwa ia telah melewati sebuah portal. Hentakan irama harimau yang berlari itu membuat Danny merasa nyaman hingga akhirnya terlelap.


***


"Uuuh..."


Danny membuka matanya, ia berada disebuah padang rumput luas yang hijau, rasa-rasanya ia tidak berada di punggung harimau ini tapi sedang meringkuk tidur bersama dengan harimau itu. Bulu-bulunya halus memberi kenyamanan pada Danny, rasanya ia ingin tetap tidur meskipun fajar telah menyingsing.


"Huaaah..."


Danny meregangkan badannya, ia rasa kondisinya lebih baik dibanding semalam, staminanya telah terisi dengan penuh semangatnya meluap-luap.

__ADS_1


Danny mengelus-elus harimau itu dengan lembut. Harimau itu telah membawanya jauh dari hutan itu tidak heran ia merasa lelah.


"Kau sudah berusaha keras.."


Perlahan Harimau itu membuka matanya dan kemudian meregangkan badannya, kembali ia menyeruduk badan Danny tanda ia memang menyayanginya. Danny membalasnya dengan elusan lembut.


"Kita berada dimana sekarang?"


Padang rumput hijau yang terbuka lebar pemadangan matahari yang perlahan terbit, itulah yang sedang Danny saksikan saat ini pemandangannya begitu hijau dengan rumput hijau sangat enak untuk dilihat mata.


Sejauh mata memadang ia merasakan hilir angin yang begitu lembut menerpa setiap bagian tubuhnya bahkan sampai merasuk kedalam jiwanya. Ia menikmati setiap detik dari pemandangan indah yang dilihatnya itu.


Harimau itu berjalan mendahuluinya dan Danny mengikuti disampingnya karena harimau itulah yang akan memandu Danny menuju tempat dimana pemilik batu permata mulia berada.


Setelah berjalan sedikit cukup jauh di padang rumput hijau itu, tiba-tiba harimau itu mengaum sangat keras, Danny dibuat terkejut olehnya.


"Hah?!"


"Apa yang terjadi?!"


"Apa ada bahaya?!"


Danny celingak-celinguk mengawasi sekitarannya jika tiba-tiba ada sesuatu yang membahayakan datang.


Bukan sesuatu yang datang, namun tiba-tiba padang rumput itu terbuka seakan membuka jalan seperti sebuah tangga kecil menuju ke bawah tanah.


"Apa ini sihir?"


"Apa kau yang melakukannya?"


Ketika mereka masih berjalan di tangga yang lumayan sempit, cahaya yang berasal dari atas hilang, ternyata tanah padang rumput itu menutup dengan sendirinya. Karena Danny tidak memiliki alat pencahayaan, maka mereka berdua harus gelap-gelapan secara terpaksa.


Namun beberapa saat kemudian tiba-tiba harimau itu memancarkan sinar yang redup yang dapat membantu mereka menuruni tangga, setidaknya agar mereka tidak terpeleset jatuh.


"Kau bisa melakukan banyak hal ya ...." puji Danny pada harimau itu.


Sesaat kemudian akhirnya mereka sampai pada dasar tangga itu, tiba disebuah ruangan luas dengan tanah sebagai penopang atap yang dari tanah juga. Ruangan itu luas dan besar namun kosong tidak ada apapun dan siapapun disana.


"Halo."


"Apa ada orang ....?" teriak Danny dengan suara nyaring


"...."


Tiba-tiba muncul seorang pria tua yang entah darimana menemui Danny dan Harimaunya itu.


"Ah, tuan ...."


"Kami kesini karena ada permintaan."


"Kami membutuhkan batu permata mulia."


"...."

__ADS_1


Pria tua itu diam dalam ekspresi datarnya. Ia mengajukan pertanyaan pada Danny.


"Siapa Namamu?"


"Saya Danny, ditugaskan oleh seorang perempuan Demi Human yang berada di hutan bagian perbatasan timur dan selatan untuk mengumpulkan batu permata mulia."


"Dan ini adalah teman yang diberikan perempuan itu pada saya." katanya sambil mengelus kepala harimau itu.


"...."


Pria tua dengan rambut gimbal panjang itu mulai berbicara.


"Aku adalah Sam, penjaga dari salah satu batu yang kau cari itu."


"Aku memegang batu permata sihir kekuatan. Dimana batu ini akan memberikan kekuatan besar bagi pemiliknya."


"Kalau boleh aku tahu... apa alasan kalian ingin mendapatkan batu ini?"


Danny mulai menjelaskan tentang keadaan dunia yang kacau karena diserang iblis dan kemungkinan terburuk bila mereka tidak dihentikan.


"Jadi kau memerlukan senjata yang akan dibuatkan oleh Sophia ini ya..."


"?"


"Sophia?"


"Huh? kau tidak tahu perempuan yang telah memintamu melakukan misi ini?"


"Seharusnya kau tanyakan dulu namanya dari awal..." ujar Sam


Danny hanya sedikit tertawa karena keteledorannya itu.


"Kau tahu batu ini usianya sudah mencapai 1000 tahun.."


"1000 tahun?!"


"Itu waktu yang lama.." ujar Danny tercengang


"Batu permata mulia adalah serangkaian batu yang berjumlah lima buah, masing-masing dari batu tersebut berumur sama; terakhir kali digunakan saat perpecahan antar ras terjadi, setelah itu kekuatan batu ini tidak dipakai sampai akhirnya ada seseorang sepertimu yang akan menghentikan kekacauan yang mulai terjadi ini menggunakan kekuatan batu permata mulia."


"Karena kekuatan batu ini benar-benar besar, maka aku sebagai penjaga batu ini harus melakukan tes padamu."


"Tes?" Danny keheranan


"Ya, perlu kau ketahui diperlukan kekuatan yang amat besar jika kau ingin mengendalikan kekuatan dari salah satu batu permata mulia itu."


"Dan juga resiko yang harus kau terima dalam penggunaannya"


"Itu hanya untuk satu batu saja?"


"Ya ...."


Danny tidak mengira kekuatan batu permata yang amat besar itu tidak bisa diremehkan, kekuatan yang besar akan menuntut resiko yang besar pula.

__ADS_1


Danny mengambil waktu untuk kemudian berbicara kembali.


"Tuan Sam, apakah resikonya?"


__ADS_2