Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 528: Tenang


__ADS_3

‘....’


Danny tidak menjawab apapun karena tahu ia tidak bisa mengontrol bagaimana penampilan kekuatan batu permata mulia.


‘Kau dengar?’


-Jangan mudah terprovokasi-


Hm saran yang bagus, Danny setuju dengannya.


-Danny, kondisimu?-


Bahkan para batu permata mulia dengan ramahnya menanyakan kondisinya sekarang.


Pasalnya para kekuatan batu itu tidak membatasi kekuatannya lagi.


Danny sudah mengeluarkan kekuatan penuhnya sejak awal.


Wajar saja jika para batu ini bertanya bukan?


‘Kalian didalamku, harusnya lebih tahu.’


Danny yakin para kekuatan batu yang ada di dalamnya lebih paham kondisinya dibandingkan dirinya sendiri.


-....-


Malah batu-batu itu hening.


Drrr...


Drrr....


Tanpa terasa tubuh Danny bergetar, selalu saja begini tiap kali sang raja itu mendekat ke arahnya.


Tubuhnya kewalahan menerima pancaran energi gelap seperti ini.


Makhluk macam apa yang bisa terus di dekatnya?


Keberadaannya sendiri adalah racun mematikan.


Hanya dengan tatapan tajamnya dia bisa membinasakan banyak makhluk.


‘....’


Kenyataan dan tekad terus saja bertabrakan, namun Danny tidak mau membiarkan tekadnya kalah bagaimanapun juga.


Danny mengelap darah yang dari hidungnya juga. Sementara bibirnya perlahan naik ke atas.


Supaya terlihat sok kuat? Danny tidak menyangkalnya.


Ini adalah pertarungan penentuan, kenapa harus menunjukkan wajah menderita?


Raja iblis itu pasti bosan melihat kenyataan ia hanya bertarung dengan manusia biasa, tidak dengan ras lain yang kuat.


Tidak sulit bagi sang penguasa itu untuk mendapatkan apa yang dia mau.


Archifer terus berjalan mendekat tidak peduli dengan lawannya yang masih saja tersenyum.

__ADS_1


Akal sehat pemuda ini sudah putus.


Mata sang raja iblis melihat ke bagian dalam pemuda ini, memprihatinkan.


Bahkan sang raja iblis masih punya simpati.


Sejauh ini mengesankan dia bisa bertahan, namun sampai berapa lama lagi?


Bisa bertarung dengan kekuatan leluhur ras lain melaluinya membuat nostalgia.


Jadi tidak sabar menghancurkan kekuatan lain yang berani menghalangi ras iblis.


Harus diakui peninggalan kekuatan masa lalu membuat rencana ras iblis terhambat.


Kesalahan masa lalu tidak untuk diulang.


Tidak peduli dengan kekuatan leluhur ras lain yang ada padanya, selama belum berbentuk senjata maka tidaklah perlu dikhawatirkan. Archifer tahu benar akan hal itu.


HUSH!


Danny melesat ke depan, menghimpun kekuatan aura kekuatan, sementara di tubuhnya terlihat seperti akar hitam yang menyebar....


DEG!


“!”


Seketika itu juga Danny merasa tubuhnya kaku, tidak bisa bergerak.


HUUUSH!


Krrrtttt....


‘Sial!’ Danny berusaha melakukannya, namun sayangnya tidak berhasil juga.


‘Kekuatan gelapnya!’ Tidak salah lagi, ini pasti karena serangannya sebelumnya!


Sebelumnya Danny baik-baik saja karena kekuatan gelap ‘baik’ Raven masih ada, dan setelah serangan kedua, malah giliran kekuatan gelap raja iblis yang masuk ke dalamnya!


Tentu ini tidak ada bagus-bagusnya sama sekali!


Bola mata Danny bergulir melihat ke sekitaran tangannya yang mulai dipenuhi urat kekuatan gelap.


Kekuatan gelap sang raja iblis mengunci pergerakannya!


Mengacaukan aliran sihirnya dari dalam. Bahkan ketika sudah mengeluarkan kekuatan batu permata mulia sekalipun!


Dengan cepat aura warna-warni batu menghilang daripadanya, tubuhnya kejang kecil dan terpaku seolah patung yang berusaha digerakkan anak-anak.


“Kekuatan itu tidak bisa menyelamatkanmu.” Archifer berdiri dan memberitahukan kenyataan.


Danny paham, kekuatan jenis lain merusak dari luar, namun kekuatan gelap merusak lebih besar dari dalam.


Jikalau ia tidak bisa menggerakan tubuhnya, maka bagaimana lagi?


Danny memutar otaknya, sementara aura gelap sang raja iblis makin menyebar ke seluruh tubuhnya.


Dikalahkan dari dalam, Danny tidak berencana berakhir seperti ini.

__ADS_1


Jika saja... ia sudah memegang senjata khusus untuk mengalahkannya... pasti....


Sorot mata Danny jadi tidak setajam sebelumnya, kekuatan gelap sudah memengaruhi banyak hal dalam tubuhnya.


‘Kalau saja... aku berhasil menyelesaikan misiku....’


Andaikata Danny berhasil mengumpulkan seluruh kekuatan batu permata mulia dan membuat senjata, mungkin saja keadaannya bisa lebih baik.


Atau setidaknya akan sangat membantu melawan sang raja iblis....


‘....’


Memikirkan kemungkinan baik... itu tidak salah bukan?


Berandai-andai tidak dilarang ‘kan?


Danny bertanya dalam dirinya sendiri. Sementara kini pandangannya mulai buram.


Diabaikan atau tidak, kenyataan aura gelap sang raja iblis sudah merusaknya dari dalam.


Membuat Danny tidak memikirkan solusi, melainkan berharap situasi berjalan sesuai dengan yang diharapkannya.


Yang pada kenyataannya itu sama sekali tidak membantu....


Tapi itu terkadang dilakukan orang banyak. Mereka berandai-andai dan ingin melarikan diri dari kenyataan yang ada, yang semuanya hanya demi kepuasan sendiri.


Mereka yang sudah cukup merasa ‘sakit’ dan ingin sedikit ‘kebahagiaan’, maka dari itu


seharusnya tidak salah jika berkhayal sebentar....


-DANNY-


Sebuah suara yang tegas membuyarkan pikiran Danny.


‘?’


‘Siapa?’ Danny tidak cukup ingat suara siapa itu, kenapa terasa begitu asing?


-KAU TIDAK AKAN KALAH DENGANNYA-


‘....’


Pandangan Danny jadi remang-remang, sulit melihat apa yang ada di depannya.


‘Aku... kenapa....?’


Kekuatan gelap sang raja iblis sudah memengaruhi banyak aspek, bahkan hati dan pikirannya. Membuat Danny sulit paham dengan apa yang terjadi.


-INGAT TUJUANMU!’


‘Tujuan....ku?’


Danny tertunduk ke bawah, sementara tubuhnya sudah penuh dengan urat aura kegelapan yang mengikatnya begitu kuat.


“Hmph.” Archifer dengan sabar melihat manusia itu akhirnya jinak juga.


Tidak lagi brutal seperti sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2