Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 87: Pembicaraan Pria


__ADS_3

"Hei, semua yang di culik pasti akan berada di tempat ini kan?"


"Tentu Danny, hanya saja memang tempat ini luas dan mungkin saja ada orang yang di bawa bersama denganmu pasti ada di suatu tempat di sini."


Mendengar penjelasan Vincent membuat Danny penasaran akan bagaimana keadaan mereka berdua, bagaimana kondisi mereka?


"Aku sebenarnya punya satu teman dan eee ... kenalan yang di bawa bersama denganku, aku ingin segera menemui mereka."


Vincent duduk di alas bawah di sana, "Tenang saja, suatu saat kau pasti bisa bertemu dengan mereka suatu saat nanti."


Kembali lagi menghadapi kenyataan bahwa Danny lagi-lagi terpisah dari temannya, namun sekarang Danny juga sadar meskipun begitu, ia juga mendapatkan teman baru di sini.


Danny berpikir memang berada di sini bukanlah hal buruk, namun terlepas dari keadaan di sini, Danny memiliki tujuan lain.


Brock membaca sebuah artikel, itu tentang kehidupan di luar sel, entah itu berita tentang kehidupan masyarakat, politik, ekonomi serta hal-hal yang lain.


Namun seiring dirinya bisa beradaptasi dengan kehidupannya saat ini, Brock tidak terlalu tertarik untuk mengetahui tentang hal itu.

__ADS_1


Sedangkan Vincent sendiri sedang sibuk sendiri mengotak-atik layar yang ada di ruangan sel itu.


Danny memutuskan untuk bersandar dekat Brock, ia ingin mengetahui apa yang ia baca, "Apa ada hal yang menarik?"


Brock terdiam, "Kurasa tidak bagiku, selain cerita tentang kucing dan tikus yang saling bermusuhan satu sama lain."


Danny mengerti, Brock sekarang mungkin nyaman dengan kehidupan di dalam sel seperti ini, "Apa kalian tidak berpikir akan keluar dari sini?"


Brock dan Vincent seketika terdiam di tengah aktivitas yang tengah dilakukan oleh mereka, "Entahlah, aku sendiri sudah nyaman seperti ini," ujar Brock menanggapi.


"Begitu ya, kalau soal kompetesi ini apa yang akan kita dapatkan, apa tidak ada hadiahnya?"


Vincent berbalik, sepertinya ia telah selesai berurusan dengan layar LCD itu, "Tentu ada, salah satunya adalah kesempatan untuk melakukan hal yang kau ingin lakukan tadi."


Danny terbelalak, "Benarkah? Bisakah kita mengajak seseorang atau siapa saja yang kita inginkan untuk bersama keluar dari tempat ini?"


Vincent memegang dagunya dengan tangan kanannya, "Entahlah Danny, yang kutahu seseorang yang ingin keluar dari sini harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan sebelumnya."

__ADS_1


Lalu ia pun duduk, menghadap pada Danny dan Brock yang tengah bersandar di dinding.


"Persyaratannya bagaimana?"


Lalu Vincent mengangkat sedikit jari telunjuknya, "Kamu harus bisa menang menjadi nomor satu di kompetisi ini dengan berturut-turut selama tiga minggu."


"Apa?! Tidakkah itu terlalu sulit untuk dilakukan?"


"Kau benar Danny, persaingan yang ketat tidak mengizinkan siapun bertengger di posisi pertama, kebanyakan dari mereka akan tergantikan oleh posisi kedua, atau bahkan di kalahkan oleh penantang yang lain yang kemungkinan posisinya berada jauh dari si nomor pertama itu."


Danny mengerti, kesempatan untuk naik ke peringkat pertama saja itu sudah sulit di tambah harus mempertahankan posisi itu dengan tiga kali berturut-turut tanpa kalah, segala kemungkinan membuat persentasi untuk mencapai hal itu semakin kecil.


"Tapi jangan pesimis dahulu Danny, segala kemungkinan bisa terjadi, lagipula kau adalah petarung yang hebat," ujar Vincent sembari memberikan jempol padanya.


Danny tersenyum dan sadar, memang benar segala kemungkinan bisa terjadi, jadi lebih baik optimis dibanding dengan pesimis, kedua hal itu nampaknya mirip namun pada saat yang bersamaan mereka sangat berbeda.


"Vincent, mengapa kamu berjuang sedemikian keras di kompetisi ini?"

__ADS_1


__ADS_2