Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 52: Kembalinya Tujuan


__ADS_3

Disisi lain di kerajaan iblis, di wilayah utara yang sama sekali tidak terjamah manusia, dan mungkin tidak ada seorangpun yang ingin kesana. Meksipun tidak ada yang aneh kecuali dengan makhluk merah dan beberapa dari mereka yang mempunyai kemampuan berubah wujud, layaknya yang para komandan besar iblis lakukan.


Setelah mendengar dan pula merasakan sendiri jeritan kematian komandannya itu, sang raja iblis, Archifer kini tengah memikirkan langkah apa yang tepat, yang benar-benar bisa diandalkan saat ini.


Karena dirinya sendiripun tidak mengira ada yang mempunyai kekuatan suci dan juga kekuatan aneh lain, kekuatan alam yang seharusnya dimiliki oleh para Elf.


Apa yang tidak diketahuinya?


Apakah misi 1000 tahun lalu gagal dilakukan?


Archifer kemudian memerintahkan agar bersiaga, dan juga agar waspada kepada seseorang yang memiliki energi suci itu, dan ia pada akhirnya memerintahkan Olivia untuk mengambil alih tugas Victoria, kali ini untuk membuntuti atau bahkan menghancurkan seseorang yang memiliki kekuatan suci tersebut.


***


Batu sihir merah?


Apakah itu?


Danny mulai sedikit lupa, padahal belum lama ia mendapatkan batu tersebut.


"Oho?.. kau lupa...?"


"Sini.. biarlah kalian berdua istirahat disini..." Kakek itu menyuruh mereka beristirahat bersamanya


Mereka berduapun menyetujuinya, mereka duduk disebelah kakek itu, menghadap pada api unggun yang hangat.


"Danny.. ingatkah tugasmu untuk mendapatkan 5 batu sihir?" tanya Kakek tersebut.


"...."

__ADS_1


Danny berusaha mengingat sedikit demi sedikit, dan akhirnya sebuah ingatan demi ingatan muncul dikepalanya


"Ah! iya.."


"Tapi kek, aku sudah bertemu dengan Kakek Sam.."


"Namun kini batu yang kudapatkan tiba-tiba menghilang..."


"Aku tidak tahu pergi kemana, begitu pula dengan harimau pembimbingku.."


"Harimau?!" Patricia nampak terkejut dengan perkataan Danny


Kakek itu mulai membalas perkataan Danny


"Danny sebenarnya memang, kini kau sudah mendapatkan batu kekuatan merah itu..."


"Tidak.. kau tidak menghilangkannya.." Kakek tua itu mulai berbicara secara serius pada Danny


"Coba kepalkan tangan kananmu lalu tutup matamu fokuskan seluruh energimu pada kepalan tanganmu itu.."


Danny kemudian melakukan secara persis apa yang diperintahkan kakek itu kepadanya, Lalu ia pun mulai berada di alam bawah sadarnya sendiri.


Ia melihat disana begitu gelap, namun Danny terus berjalan kedepan meskipun gelap, dan akhirnya beberapa saat setelah ia berjalan ia melihat sebuah titik merah disana, lantas Danny segera menuju cahaya titik merah itu.


Setelah sampai hanya titik merah itulah yang berbentuk seperti batu bercahaya merah yang menjadi penerangan satu-satunya.


Batu tersebut ditopang oleh semacam wadah seperti wadah cincin atau perhiasan lainnya. dibawahnya sendiri ada semacam baja putih menopang wadah tersebut.


Namun disana tidak hanya ada satu wadah, melainkan ada empat wadah lain, namun dalan keadaan kosong..

__ADS_1


Akhirnya Danny memutuskan untuk mengambil batu merah yang bercahaya itu dengan tangan kanannya, kemudian iapun mengepalnya.


Tiba-tba batu merah itu bercahaya sangat terang, seakan menelan Danny dalam cahaya merah itu. Danny menutup matanya agar tidak terkena silauan cahaya yang begitu terang itu.


Kemudian Danny membuka matanya, ia sudah kembali. Di dalam kepalan tangannya ada sesuatu yang bercahaya merah.


Dilihatnya pula Patricia bersembunyi di dekat kakek itu, ia terlihat ketakutan.


Danny perlahan membuka kepalan tangannya itu, ternyata disana terdapat sebuah batu merah yang selama ini ia cari.


"Lho.. kek? kok ada di kepalan tangan saya?" tanya Danny penasaran


"..."


"Tidak Danny, batu itu ada didalam dirimu..." jawab kakek itu perlahan


Danny tidak mengerti akan jawaban dari kakek itu.


"Danny tadi sewaktu kamu menutup mata, ada cahaya merah terang muncul bersinar terang sekali!" ujar Patricia keheranan


Danny menyadari sesuatu, mungkinkah benar batu ini berada dalam dirinya?


"Kau benar Danny..." ucap Kakek itu


"Kek... kalau memang benar... kenapa bisa begitu? dan juga kenapa kakek mengenalku dan tahu tentang batu ini?"


"... Kakek... ini..."


"Adalah... pemegang batu permata daya tahan..."

__ADS_1


__ADS_2