
Begitu Danny tahu ternyata teman-temannya bisa bergerak dengan cepat sebagai hasil dari latihan mereka ini, akhirnya ia memutuskan untuk bergerak dengan cepat bersama.
Saat ini mereka sedang bergerak sangat cepat, bahkan pergerakan mereka jika dilihat dengan mata telanjang seperti kilatan kilatan kuning yang melesat dengan cepat dan hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka benar-benar melalui area ini.
***
Setelah momen berlari sangat cepat itu berlangsung beberapa waktu, Danny menghentikan pergerakan cepatnya itu tepat saat ia tahu ia sudah meninggalkan area luas itu dan kini ia akan melewati sebuah jembatan yang menghubungkan area kosong itu dengan pepohonan yang lebat, batas jembatan yang terlihat ini berarti membatasi area yang terlarang dan juga area yang sekiranya masih aman.
Waktu kini masih gelap, Danny pikir berkat kekuatan kecepatannya dan teman-temannya itu ia bisa melewati area kosong ini dengan mudah, dan hanya tinggal sedikit waktu saja perjalanan yang harusnya ditempuh berhari-hari itu dapat dilakukannya hanya dalam satu malam saja.
__ADS_1
"Jembatan ini akan membawa kita ke area penuh pepohonan dan bebatuan, tujuan kita masih di depan apakah kalian masih bisa melanjutkan?" Danny bertanya pada rekannya setelah beberapa waktu berlalu.
Karena sudah terhitung beberapa jam mereka bergerak cepat, Danny sekarang bisa melihat teman-temannya penuh keringat dan bernafas dengan tidak teratur.
Itu memang efek yang terjadi karena penggunaan kekuatan kecepatan yang mereka gunakan, Danny mendengar sedikit penjelasan bahwa kekuatan kecepatan yang Brock, Vincent dan Patricia menggunakan energi sihir, jadinya tergantung seberapa banyak energi sihir mereka yang tersisa yang akan menentukan pergerakan cepat mereka.
Patricia terlihat yang paling kepayahan di sini, ia merasa seluruh tenaganya benar-benar terkuras karena sudah berusaha untuk bergerak cepat selama beberapa jam sebelumnya, kini ia tidak tahu lagi harus berbicara apa pada Danny mengingat ia tidak mau menghambat perjalanannya di sini.
Danny dapat memahami kelelahan yang dialami oleh teman-temannya ini, mengingat kapasitas energi sihir pada setiap orang berbeda-beda; Danny melihat Brock masih terlihat kuat untuk meneruskan perjalanan, Vincent berusaha untuk tetap tersenyum dan sedikit terengah-engah, berusaha untuk menyembunyikan rasa lelah yang dialaminya namun pada akhirnya tetap terlihat juga.
__ADS_1
Blugh.
"Patricia ...." Danny tepat memegang tubuh teman perempuannya itu sebelum ia benar-benar jatuh ke tanah, aura kuning yang ada pada tubuhnya sudah menghilang sepenuhnya yang menandakan ia sudah mencapai batas untuk mengeluarkan kekuatan kecepatan itu, kini ia bahkan tidak bisa menahan berat tubuhnya sendiri karena banyaknya energi yang dikeluarkannya itu.
Danny sadar rekan-rekan dan dirinya memang sudah melakukan yang terbaik, kini mereka sudah mencapai batas, rencananya tadi untuk bermalam di tempat yang ada orangnya tidak bisa lagi dilakukan, namun setidaknya tempat mereka ini aman dari hal-hal yang berbahaya.
Danny mengakhiri penggunaan kekuatan batu permata mulia kecepatan, aura berwarna kuning dan kilatan-kilatan kecil di sekitar tubuhnya perlahan menghilang, ia memutuskan untuk mengganti rencana awalnya itu.
"Kita akan bermalam di area pepohonan di depan." Danny akhirnya memangku temannya itu dan menyeberangi jembatan, diikuti oleh Brock dan Vincent.
__ADS_1