Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 512: Iblis Perempuan Olivia


__ADS_3

Matahari bersinar terik, membuat siapapun yang melihatnya jadi tidak tahan dan tidak mau menatapnya lama-lama.


Sebuah hamparan pasir luas yang keadaannya sudah berantakan, dalam arti tidak lagi terlihat rapi seperti biasanya.


Yang pada akhirnya membawa kita ke satu peristiwa yang belum selesai, yakni perseteruan antara iblis dengan manusia.


Arthur dengan Olivia.


“TIDAK... MUNGKIN!” Suara bernada tinggi nan menyakitkan terdengar menggema, bahkan membuat siapapun yang mendengarnya jadi bersimpati.


Suara erangan yang terdengar keras ini tidak berhenti begitu saja, namun terus berlangsung beberapa saat.


Yang jelas-jelas itu adalah Olivia, iblis yang hendak memberi pelajaran sekaligus membalas dendam akan kehilangan sakah satu komandan besar iblis.


Namun kini setelah banyak hal terjadi, apa yang diinginkannya sepertinya tidak akan pernah terwujud.


Tubuhnya sudah berubah wujud hanya menjadi asap. Sebagai gambaran mudahnya, figurnya masih terlihat namun sudah tidak seperti biasanya lagi.


Seolah apa yang dilihat hanyalah makhluk yang tidak lama lagi akan segera menghilang.


“Sial!” Olivia masih sempat-sempatnya memanfaatkan waktu untuk mengumpat. Tidak pernah terpikirkan olehnya mati oleh kekuatannya sendiri.


Mungkin sebagian dari kita bertanya, mungkinkah sang iblis perempuan ini bisa mengembalikan wujudnya kembali dengan energi gelap yang tersisa?


Meski wujudnya yang sekarang hanyalah asap tidak berarti, mungkinkah dia masih punya suatu teknik yang bisa mengubah keadaannya yang sekarang?


‘....’


Tidak ada, semua ini sudah selesai bagi sang iblis perempuan Olivia.


Sebuah akhir yang benar-benar memalukan.


Sang iblis yang begitu percaya diri akan satu serangan yang mengakhiri semua pada akhirnya harus merasakan sendiri akan kekuatannya itu.


‘Kenapa dia bisa melakukannya!?’ Meski eksistensinya tak lama lagi akan menghilang, namun kesadaran sang iblis ini masih ada.

__ADS_1


‘Dia mengembalikkan seranganku!’ Sulit dipercaya namun begitulah kenyataannya.


Yang di mana manusia seharusnya tidak dapat menerima energi gelap dan sudah pasti menjadi akhirnya, namun sekarang tidak terjadi seperti itu.


Ini bukanlah kali pertama sang iblis Olivia bertarung dengan manusia dan yang punya aura sihir yang kuat. Kebanyakan dari mereka berakhir karena kekuatan gelap ini.


Kekalahan mereka itu menegaskan bahwa kekuatan gelap adalah superior, dan seharusnya berlaku juga seorang yang dilawannya ini.


Pria bernama Arthur yang notabena hanyalah manusia saja berhasil membuat prediksinya salah, dan pada akhirnya menjadikan akhir bagi dirinya sendiri.


Kenyataan bahwa manusia lemah pada kekuatan gelap sama sekali tidak terbukti pada pria pirang ini. Kenyataan yang ada menegaskan dia mengembalikkan kekuatan gelap miliknya kembali.


Mengembalikkan kekuatan gelap kembali? Bukankah kekuatan utama iblis adalah energi gelap? Lantas apa yang salah dengan ‘energi gelap yang dikembalikan?’


Bukankah sebelumnya sang iblis ini juga sudah kehabisan kekuatan gelap dan berusaha mengumpulkannya kembali?


Seharusnya kekuatan gelap yang dikembalikan itu dapat menguntungkannya bukan? Mengingat ia juga sangat membutuhkan energi gelap juga.


Pada kenyataannya memang seperti itu.


Melainkan cara yang sama sekali tidak diduga.


‘Dia mengembalikannya berlipat-lipat! Bagaimana mungkin!?’ Olivia tidak mengerti akan hal ini.


Kekuatan gelap yang dikembalikan padanya melebihi jumlah awal yang ia kumpulkan untuk serangan. Dan jika sudah begini, sama sekali tidak menguntungkannya.


Yang terjadi malah sebaliknya. Olivia masihlah iblis yang punya kapasitas kekuatan gelap yang jelas. Dia memang kuat namun bukan berarti kekuatannya tidak terbatas.


Lawannya ini menggunakan teknik aneh di mana dia tidak hanya mengembalikan kekuatan gelap, namun juga melipatgandakan energi kekuatan itu, melebihi dari aslinya.


Melalui satu pukulan sebagai perantara, Arthur berhasil mengembalikan semua energi gelap yang ia tahan, berikut dengan bonusnya, yaitu penggandaan kekuatan gelap ini.


Dan ini berhubungan dengan poin tadi. Kekuatan gelap yang masuk ke tubuh sang iblis ini sudah jelas-jelas melebihi batasnya.


Seperti yang banyak dikatakan, segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Maka itu juga berlaku pada apa yang terjadi dengan iblis perempuan ini.

__ADS_1


‘Aku harus membalasnya!’ Terlihat jelas bagaimana wujud Olivia yang hampir menghilang itu berusaha mendekati manusia yang sudah membuatnya begini.


Arthur, dia tergeletak tidak berdaya di bawah. Sang iblis ini tahu keadaan manusia itu kurang lebih sama dengannya.


Aura kehidupan yang redup, yang menjadi tanda bahwa keadaan Arthur tidak baik-baik saja.


Olivia tahu cepat atau lambat lawannya juga akan berakhir.


Apapun teknik yang digunakan pria pirang itu, tetap tidak mengubah dia hanyalah manusia biasa.


Mereka berdua berada di ambang akhir kehidupan.


Ini menandakan ia tidak bisa melanjutkan misinya untuk memberi pelajaran pada pelaku utama yang sudah mengalahkan komandan besar iblis.


Namun setidaknya ia bisa meninggalkan kontribusi yang berarti bagi ras iblis dengan mengakhiri salah seorang manusia yang menghalangi rencana iblis ini.


“Grr....” Perlahan namun pasti Olivia berusaha untuk berjalan mendekat dengan wujud asapnya ini. Sementara itu waktu terus berjalan dan jarak di antara mereka tidak dekat.


“Akan... kuakhiri....” Begitulah tekadnya. Olivia tahu memang manusia itu akan bernasib sama dengannya, namun ia tidak akan puas bilamana tidak mengakhirinya sendiri.


SSHHHH!


Sementara itu hembusan angin kencang mulai terasa di tempat ini, yang sama sekali tidak mendukung rencana sang iblis ini.


Dengan wujudnya yang hanya berupa asap saja, yang merupakan representasi dari kekuatan gelapnya yang masih ada. Tidak mudah untuk mempertahankannya.


‘Si... al....’ Dengan kekuatan gelap yang tinggal sedikit saja tersisa, tidak akan bisa mendukung keinginan terakhirnya ini.


Alam pun seolah tidak berpihak padanya. Waktu yang ia punya berkurang dengan signifikan. Hempasan angin ini seolah mengusirnya lebih cepat dari yang seharusnya.


‘Sial!’ Olivia hanya bisa mengarahkan tangannya pada manusia yang tidak berdaya itu, sedang ia tidak bisa menjadi saksi atas berakhirnya lawannya itu.


“AARGGGH!” Pada akhirnya sang iblis perempuan itu tidak bisa mempertahankan eksistensinya lebih lama lagi.


Olivia dalam wujud asap itu menghilang perlahan, tidak menyisakan jejak apapun.

__ADS_1


__ADS_2