
Begitupula dengan organisasi Dark Shadow, meskipun bergerak secara tidak terlihat namun itu tidak bisa menjamin mereka untuk benar-benar selalu tidak terlihat.
Arthur kali ini menjadi semacam alat Dark Shadow untuk kepentingan organisasinya sendiri.
Danny hanya bisa melihat hal itu tanpa bisa melakukan apa-apa.
Ia hanya bisa mengharapkan agar suatu keajaiban bisa terjadi. Sesuatu yang bisa mengubah hal yang sudah ditetapkan dari awal.
Terlihat bola mata Arthur sedikit bergerak pada Danny, namun Danny tidak sedang melihat Arthur.
Klek .... Terdengar suara pintu yang terbuka.
"Tuan, persiapan untuk kompetisi sudah selesai." Nampaknya salah satu anggota Dark Shadow telah menunaikan tugasnya dengan baik.
"Baguslah, mari kita pergi ke arena pertarungan, seperti biasanya ...."
Lalu mereka semua yang berada di ruangan itu segera menuju tempat kompetisi biasanya di mulai.
Ketika akan sampai di tempat itu, entah mengapa di luar bangunan itu saja sudah terdengar sorak sorai orang-orang.
Nampaknya pertarungan Danny dan Arthur akan menjadi pertarungan khusus yang di lihat semua orang.
"Baiklah, kini kita akan segera melihat pertarungan antara Danny dan Arthur!"
Terdengar suara menggema, itu nampaknya pembawa acara yang melakukan hal itu, suaranya begitu menawan dan sangat membantu membangun suasana pertarungan saat ini.
Suasana makin riuh di sana, suara orang berteriak dan bertepuk tangan pada saat yang bersamaan.
__ADS_1
Danny bisa melihat kini hanya ada satu arena yang di sinari semacam lampu sorot, di mana di sana akan segera terjadi pusat perhatian.
Kini ia hanya bisa mengira-ngira apakah kedua sahabatnya datang? Mengingat terlalu banyak orang di sini.
Ketika sedang berjalan menuju arena, ketua Dark Shadow, Arthur, Danny dan ke-empat anggota Dark Shadow lainnya, mereka berusaha untuk membuka jalan agar bisa terus menuju arena karena kerumunan orang-orang inu memang tidak dapat terhindarkan.
Terlihat juga beberapa penonton di sana yang saling mengobrol satu sama lain.
"Eh? Benarkah itu Arthur, sang ksatria yang terkenal itu?"
"Mereka bilang itu memang dia, tetapi penampilannya yang sederhana itu membuat ketampanannya menurun ...."
"Mengapa kau sampai menilai ketampanannya segala?"
Terlihat Yizi berusaha untuk menerobos kerumunan itu, ia ingin berbicara sebentar dengan Danny.
"DANNY!"
"DANNNY!"
Namun pendengaran Danny tidak seburuk itu, ternyata ia bisa mendengar suara Yizi di tengah keriuhan ini meskipun terdengar samar-samar.
"Yizi?" Danny menoleh ke belakang, ke samping kanan dan kiri kerumunan itu, ia yakin sekali mendengar suara Yizi saat itu.
"!"
"Akhirnya ...." Yizi muncul dengan terengah-engah dari kerumunan itu, usahanya tidak sia-sia, ia berhasil menemui Danny.
__ADS_1
"Kau ... akan bertarung dengan Arthur?" tanyanya dengan heran dan penasaran mengapa Danny berbuat seperti ini.
Danny hanya tersenyum kecil. "Ini adalah kesempatan kita keluar dari sini ...."
Yizi sedikit terkejut mendengar pernyataan itu.
"Jika aku menang, aku bisa membawa orang-orang yang kukehendaki untuk ikut bersamaku."
Penjelasan Danny membuat Yizi tahu akan alasan dia melakukan hal ini.
"Aku tahu, dan juga tidak pernah menyangka aku akan bertarung dengan idolaku sendiri ... lucu bukan?"
Yizi melihat Danny yang nampaknya memang telah mengetahui apa akibat dari keputusannya ini.
"... Ya kau benar ... dan aku bisa melihat Arthur, idola kita dengan mata kepalaku sendiri ...."
"Pastikan kau menang ... tidak peduli lawanmu kali ini, semua tidak ada bedanya ketika telah berada di arena pertarungan ...."
Danny merasa sedikit tenang karena perkataan Yizi itu. "Maaf Yizi ... aku tidak bisa mempertemukanmu dengan Arthur dalam kondisi yang baik ...."
"Tidak usah khawatir .... memang ada beberapa hal tidak bisa kita kendalikan, tapi aku yakin suatu hal yang baik akan terjadi di tengah keadaan yang tidak terkendali sekalipun."
Pembicaraan singkat mereka terpaksa harus berakhir, karena memang waktu pertarungan akan segera di mulai, Yizi hanya bisa berharap agar Danny baik-baik saja.
Melihat idolanya bertarung adalah sesuatu yang spesial baginya, namun ketika melihat Danny sebagai lawannya, entah mengapa ia tidak bisa memihak salah satupun dari mereka.
Kuharap sesuatu yang baik akan terjadi .... batin Yizi
__ADS_1