Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 175: Daftar (2)


__ADS_3

Kibo mulai memikirkan kembali strategi yang akan dia pakai, mengingat waktu yang dimilikinya hanya tinggal hari ini, besok adalah acara utamanya, jadi saat ini baginya merencanakan strategi adalah hal yang paling penting untuk dilakukan saat ini.


Satu hari yang tersisa itu harus dimanfaatkannya sebaik mungkin, menyusun strategi yang paling ampuh dalam waktu yang singkat, itulah yang terpenting.


Jadi, pertama aku harus mengetahui jumlah total peserta yang akan ikut dalam kompetisi kali ini, jika aku sudah tahu akan hal itu, maka aku bisa merencanakan kembali strategi yang akan dipakai.


Beberapa saat berlalu, kerumunan orang yang merupakan para peserta kompetisi itu sudah membubarkan diri, ada yang pulang ke rumah adapun yang kemudian pergi ke penginapan terdekat, karena beberapa diantara peserta itu nampaknya berasal dari luar kota.


Kibo kemudian memutuskan untuk mendekati dua panita yang telah mencatat data para peserta tadi, ia hendak menanyakan sesuatu pada mereka berdua.


"Permisi Tuan Panitia, saya Kibo, saya adalah salah satu dari peserta kompetisi ini, bolehkah saya bertanya mengenai acara ini Tuan?"


Kedua orang panitia yang tengah duduk dibangku kayu itu sedang membereskan dokumen para peserta di meja yang pula ada dihadapan mereka.

__ADS_1


Nampak begitu banyaknya berkas dokumen yang ada, hal ini menandakan banyaknya pula peserta yang mengikuti kompetisi ini, dan memang Kibo menyadari hal ini dari awal, namun tidak ada salahnya juga ia memastikannya lebih lanjut.


Kedua panitia acara itu menyadari ada yang tengah mengajaknya bicara, salah satu dari mereka kembali mengerjakan urusannya itu, ada satu orang yang menanggapi Kibo.


"Ada apa Tuan? Silahkan Tuan boleh tanya apa saja mengenai kompetisi ini ...."


Panitia acara itu dengan ramah menjawab pertanyaan Kibo, hal itu membuat pria keriting itu semakin percaya diri untuk menanyakan sesuatu tentang kompetisi ini.


Panitia itu melihat ke bawah dimana dokumen data diri berserakan kemudian melayangkan pandangannya pada lawan bicaranya kembali setelah ia melakukan hal itu.


"Kami sudah merekap data peserta yang ikut dikompetisi ini, total ada seratus orang yang akan mengikuti acara ini," jawab Panitia acara itu.


Seratus orang? Itu jumlah yang cukup banyak, namun hal itu tidak mengejutkan karena memang dilihat dari mata telanjang saja sudah pasti angka ini yang muncul.

__ADS_1


Namun setidaknya aku mendapat gambaran pasti mengenai jumlah total peserta yang akan mengikuti kompetisi ini, kepastian data ini membuat perencanaan strategi yang kubuat bisa lebih maksimal.


"Begitu ya ... ada satu hal lagi yang ingin saya pastikan, apakah memang benar dua orang ksatria suci akan menghadiri kompetisi ini?"


Selain jumlah peserta yang ingin ia ketahui, Kibo penasaran juga akan kepastian mengenai dua ksatria suci yang akan dihadirkan di kompetisi kota ini, kejelasan dari pihak panitia ingin didengarnya.


Kedua panitia itu terkejut mendengar Kibo mengatakan soal hal tersebut, hal ini membuat Kibo semakin penasaran mengapa panitia acara ini bereaksi seperti itu.


Salah satu panitia yang terkejut kembali mengerjakan hal yang ada di mejanya itu, kembali merapikan dokumen tentunya. Reaksi terkejutnya itu berhasil diredamnya dengan mengalihkan perhatiannya kembali pada pekerjaannya itu.


Salah satu diantara panitia yang sedang mengobrol dengan Kibo mengambil waktu sejenak sebelum menjawab pertanyaan Kibo.


"Kalau soal itu ...."

__ADS_1


__ADS_2