
Hanya ada satu kata di sana, pesan terakhir yang disampaikan oleh Forhan sebelum ia pergi dari dunia ini, ia menulis satu kata yang bisa berarti banyak hal.
"Apa?"
Dan tiba-tiba setelah Forhan menutup matanya, di sekujur tubuhnya muncul segel merah dan perlahan segel tersebut membakar seluruh tubuhnya menjadi abu, dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.
Debunya itu kemudian tertiup angin, menyisakan pertanyaan mengapa pria besar itu tiba-tiba pergi dengan cara yang tidak wajar.
Danny yang melihat kejadian aneh ini masih terdiam bahaya sudah berlalu, dan kekuatan batu permata mulia tidak punya urusan dengan hal ini.
"Demi human yang malang, sekarang anak muda itu boleh mengambil kembali kesadarannya."
Setelah berkata begitu perlahan namun pasti mata Danny yang tadinya sedikit terang kembali menjadi normal, seluruh aura yang yang ada di sekitar tubuhnya menghilang dan kini ia berada dalam kondisi yang normal, kesadarannya sudah kembali secara penuh.
"Hah!" Danny mengambil nafas dalam dan menghembuskannya, ia merasa tidak tahu apa-apa sampai ketika ia sadar di sini, di mana ia berada di cekungan lubang yang amat besar tidak ada lagi area hutan yang gelap, semuanya sudah rata bersama dengan tanah.
Ia pikir setelah menyerahkan kesadarannya secara penuh pada kekuatan batu permata mulia ia akan kembali meninggalkan dunia ini, namun ternyata kali ini tidak.
Danny melihat sekelilingnya perlahan memastikan lagi apa yang terjadi, ia tidak melihat Forhan lagi, yang ada hanyalah debu tanah yang berserakan dan tulisan yang kurang jelas di sana.
Danny segera membersihkan sebagian debu yang menutupi tulisan di atas tanah itu dan setelah mencermatinya, tulisan yang terlihat ditulis dengan susah payah itu berbunyi ....
"Iblis ...."
Danny terdiam dan seketika itu pula bertanya-tanya mengapa tiba-tiba ada tulisan seperti ini ketika ia sadar? Dan terlebih lagi kemanakah Forhan yang tadi bertarung dengannya itu.
__ADS_1
Danny sama sekali tidak tahu apa-apa, dan dalam ketidaktahuannya itu ia diberikan petunjuk yang juga kurang jelas untuk memecahkan apa yang sebenarnya terjadi ketika kesadarannya diambil alih oleh batu permata mulia.
"Apa yang terjadi pada Forhan? Mengapa ada tulisan seperti ini?"
Danny merasa bingung, kini dalam benaknya ia terus mencari jawaban mengapa Forhan tiada dan munculnya tulisan aneh di tanah itu.
Sejauh Danny memandang memang seluruh area hutan sudah hancur, tidak ada lagi yang tersisa, hanya ada cekungan besar tempat dirinya berada saat ini, cuaca sekarang terang sekali.
Seingat Danny ketika ia masih sedikit sadar bahwa dia sendiri mengumpulkan segenap kekuatan dan begitu pula Forhan, dan setelah itu ia kehilangan kesadarannya dan tidak tahu apa yang terjadi ke depannya.
Danny tidak memiliki pilihan lain selain memprediksi apa yang sebenarnya terjadi pasca kesadarannya itu hilang, dan untuk melakukan itu ia butuh alasan yang paling masuk akal untuk menentukan rentetan kejadian sampai sekarang ia berada di sini.
"Aku dan Forhan mengumpulkan kekuatan yang luar biasa besar, dan kini seluruh area di sekitar sini hancur ... ini karena ledakan kekuatan kami yang saling beradu ...."
"Forhan, apakah dia terseret ke bagian lain dari area yang hancur ini?" Danny mulai menduga hal ini, demi membuktikan alasan itu benar atau tidak akhirnya ia memakai kekuatan batu permata mulia kecepatan untuk menyusuri keseluruhan area hutan Dawn Forest yang sudah lenyap ini.
Huushh!!
Danny bergerak cepat layaknya kilat kuning, dan beberapa saat kemudian ia kembali ke tempatnya yang semula.
"Tidak kutemukan! Forhan tidak ada di seluruh area hutan ini! Dan lagi hutan ini hancur sehancur hancurnya! Tidak hanya ada di lubang besar tempatku berdiri saat ini!"
Danny mendapatkan beberapa hal ketika ia melihat keseluruhan area hutan ini, pertama bahwa Forhan tidak ditemukan di mana pun di sekitaran area hutan dan kedua, kerusakan total terjadi di keseluruhan area hutan yang melebihi dari perkiraannya sebelumnya.
"Kalau begitu di mana sebenarnya Forhan?"
__ADS_1
"FORHAN! FORHAN!".
"FORHAN! KAU BERSEMBUNYI' KAN? AYO KELUARLAH!"
"AKU TAHU KAU INI BERSEMBUNYI, AYOLAH SEMUANYA SUDAH BERAKHIR! DI MANA KAU SEKARANG?!"
Danny berteriak keras memanggil temannya itu dengan harapan bahwa temannya itu akan muncul dan ia bisa bertemu kembali, namun setelah beberapa saat tidak ada yang terjadi selain keheningan yang mendalam.
"Forhan ... di mana dia sekarang? HAH! Jangan-jangan karena sersngan itu melenyapkan semua yang ada di hutan ini, itu ... termasuk dia?!"
Kini Danny terpikirkan suatu alasan mengapa Forhan tiba-tiba tidak ada di sana, alasan itu cukup masuk akal dan bisa diterima dengan akal sehat, namun ada satu yang menyebabkan hal itu masih bukan penyebabnya.
"Lantas mengapa ada tulisan aneh di sini? Apakah aku yang menulisnya?" Danny mencari alasan mengapa ada tulisan tidak rapih di sana.
Danny tidak bisa menemukan alasan yang bisa diterimanya, meskipun ia sendiri tidak tahu apa yang terjadi namun ia sendiri tidak mungkin menulis sesuatu hal aneh ketika pertarungan ataupun setelah pertarungan selesai.
Jadinya apa ini? Jika memang Forhan tidak menghilang bersamaan dengan gelombang energi yang terpancar, dan juga ini bukanlah tulisan yang ditulis Danny, kemungkinan lain apa lagi yang bisa terjadi?
"Jangan- jangan ... ini ... tulisan Forhan?!" Danny akhirnya terpikirkan kemungkinan yang paling bisa terjadi, dibanding dengan kemungkinan sebelumnya, dugaannya kali ini terasa lebih kuat dan lebih mungkin untuk terjadi.
"Itu bisa saja terjadi, Forhan ... sebelum dia menghilang dia menulis 'iblis' ... apa maksudnya ini?"
Akhirnya Danny sampai pada satu dugaan yang paling kuat mengenai alasan Forhan menghilang dan setelah ini masih ada satu hal terakhir yang harus dipastikannya.
"Dia menulis kata ini, pasti ada maksudnya!"
__ADS_1